Indikator Makro Daerah yang dicapai.
Tahun 2025 lalu, di tengah perekonomian dunia yang melambat, Pertumbuhan Ekonomi Kota Jambi justru naik dari 4,88% menjadi 5,13%. Pendapatan Perkapita meningkat dari 68,5 juta menjadi 73,6 juta rupiah perkapita pertahun.
Indeks Gini yang menggambarkan celah ketimpangan, turun dari 0,395 menjadi 0,339.
Gambaran tersebut menunjukkan bahwa, aktivitas ekonomi dan investasi mengalami peningkatan, terutama pada sektor yang menjadi tulang punggung ekonomi Kota Jambi.
Pertumbuhan ini tidak terlepas dari upaya Kita mendorong investasi, memperkuat UMKM, serta meningkatkan konektivitas infrastruktur kota melalui program-program unggulan yang langsung menyentuh dan menstimulasi geliat ekonomi masyarakat.
Selain itu, sepanjang 2025 Inflasi dapat dikendalikan di kisaran 2 plus-minus 1.
Pada April 2026, inflasi year on year Kota Jambi adalah 1,73%, yang termasuk 10 Kota Indonesia dengan inflasi rendah.
Saudara-saudara
Capaian tersebut, tidak terlepas dari intensi yang kuat pada Implementasi 11 Program Unggulan Daerah, dengan hasil yang berdampak pada peningkatan pertumbuhan daerah, termasuk memberikan hasil positif dalam menekan Angka Kemiskinan dan Tingkat Pengangguran Terbuka.
Angka Kemiskinan turun dari 7,73% menjadi 7,69%. Penurunan ini ditandai pula dengan Tingkat Pengangguran Terbuka yang turun dari 7,38% menjadi 7,08%.
Secara keseluruhan, capaian Indikator makro tersebut juga berkontribusi signifikan pada peningkatan Indikator Strategis Pembangunan, yakni Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang mencapai angka 82,32 (kategori Sangat Tinggi), naik dari 81,77 poin.
Bapak Ibu Hadirin yang berbahagia
Pada Tahun 2026, melalui momentum peringatan hari yang bersejarah ini, perkenankan Saya menyampaikan beberapa Agenda Prioritas Kota Jambi Bahagia, melalui 11 Program Unggulan Daerah, antara lain yaitu;
Pertama:
Pada Tahun ini, untuk meningkatkan perluasan cakupan Program Kartu Bahagia, maka Kita akan menambah Cakupan BPJS Ketenaga- Kerjaan kepada 8.660 orang, yaitu kepada:
- 000 orang Pekerja Rentan
- 860 orang Petugas Keagamaan
- 650 orang Sekretaris RT
- 000 orang OPBM
- 150 orang Petugas Rumah Ibadah
Sehingga Penerima BPJS Ketenaga-kerjaan menjadi 15.740 orang, dari sebelumnya 7.080 orang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







