Transformasi Kota Jambi Dimulai, Program Kampung Bahagia Jadi Tonggak Partisipasi Warga

Dengarkan

“Bertepatan dengan World Cleanup Day, pesan ini semakin kuat, bahwa kebahagiaan warga Kota Jambi berangkat dari lingkungan yang bersih, sehat, hijau, serta kehidupan sosial yang harmonis,” lanjutnya.

Dalam program inovatif ini, Pemerintah Kota Jambi mengalokasikan dana pembangunan sebesar Rp100 juta per RT setiap tahun, sebagai upaya nyata untuk memberdayakan masyarakat dan mendorong inisiatif lokal. Dana ini menjadi modal strategis bagi warga untuk mewujudkan kegiatan prioritas di lingkungannya, mulai dari pembangunan sarana dan prasarana, penguatan kelembagaan, hingga pemberdayaan masyarakat secara menyeluruh.

Baca juga:  Wali Kota Jambi Maulana Perkuat Kerja Sama Digital dengan India lewat Program ITEC

“Nantinya, 67 RT percontohan ini akan menjadi pelopor pelaksanaan program pembangunan berbasis komunitas dengan anggaran Rp100 juta yang telah disediakan,” ujarnya.

Ia menambahkan, setelah uji coba tahun ini, program ini akan diperluas pada tahun berikutnya untuk mencakup seluruh RT di Kota Jambi, yaitu 1.650 RT, sehingga manfaatnya dirasakan secara menyeluruh.

“Tahun depan, kita akan menganggarkan total Rp165 miliar yang akan berputar langsung di tengah masyarakat, sebagai kekuatan nyata untuk membangun komunitas yang mandiri, kreatif, dan produktif,” tegasnya.

Baca juga:  Menjelang Ramadan, Harga Karet di Bungo Naik Signifikan, Petani Senang

Program Kampung Bahagia menitikberatkan pada pengelolaan sampah yang lebih modern dan terstruktur. Menurut Maulana, nantinya tidak akan ada lagi sistem pembuangan sampah terbuka; seluruh sampah akan dikelola melalui sistem tertutup dan diambil langsung dari rumah tangga.

“Nanti masyarakat tidak boleh keluar membuang sampah, kecuali diambil oleh petugas, sehingga tidak ada lagi TPS-TPS liar. Pemahaman ini perlu kita dorong secara bersama-sama,” jelasnya.

Ia menambahkan, melalui Kampung Bahagia, armada bentor akan disiapkan, dan anak-anak muda yang belum bekerja dapat diberdayakan untuk mengangkut sampah dari rumah-rumah, kemudian memilah dan mengolahnya sehingga memiliki nilai ekonomi.

Baca juga:  Akurasi Data Jadi Kunci, Dinsos Kota Jambi Evaluasi Sistem Penyaluran Bantuan Sosial

“Proses ini memang membutuhkan waktu, tapi kami yakin, kalau kita mencintai kota ini, kita harus menjaga kebersihannya bersama-sama. Mudah-mudahan komitmen ini bisa kita mulai hari ini,” tuturnya.

image_pdfimage_print

Pos terkait