Jamuan 11 Kafilah MTQH ke-55, Wawako Diza Perkuat Silaturahmi dan Persaudaraan Antardaerah

MTQH ke-55 Provinsi Jambi 2026 menggerakkan ekonomi UMKM Kota Jambi hingga Rp1,5 miliar. Diza Hazra ungkap dampak dan pelayanan kafilah.
Dengarkan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) ke-55 Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2026 tidak hanya menjadi panggung perlombaan seni baca dan pemahaman Al-Qur’an.

Kehadiran kafilah dari 11 kabupaten/kota juga menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat Kota Jambi dengan nilai transaksi UMKM yang mencapai sekitar Rp1,5 miliar.

Angka tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Jambi sekaligus Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, saat menghadiri ramah tamah dan jamuan sarapan bersama seluruh kafilah di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Jumat 6 November 2026.

Menurut Diza, capaian transaksi tersebut berasal dari aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terlibat dalam rangkaian MTQH.

Nilainya bahkan belum mencakup transaksi para pedagang kaki lima (PKL) yang turut memanfaatkan meningkatnya aktivitas masyarakat selama perhelatan berlangsung.

“Alhamdulillah, sampai hari ini total transaksi dan perputaran ekonomi dari UMKM yang terlibat telah mencapai sekitar Rp1,5 miliar. Angka tersebut belum termasuk aktivitas para pedagang kaki lima yang juga turut membantu menggerakkan perekonomian,” ujar Diza.

Capaian ini memperlihatkan bahwa penyelenggaraan agenda keagamaan berskala provinsi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Mobilitas peserta, pendamping, dan rombongan dari berbagai daerah menciptakan permintaan terhadap makanan, minuman, serta produk lokal.

Sebagai kota yang mengandalkan sektor perdagangan dan jasa, Kota Jambi memiliki peluang untuk mengoptimalkan kunjungan tersebut.

Baca juga:  Cek Persyaratan Mudik Gratis Lebaran 2026 di Jambi, Tujuan Pulau Jawa dan Sumbar!

Karena itu, Pemkot Jambi memberikan ruang kepada pelaku UMKM agar mereka tidak hanya menjadi penonton dalam penyelenggaraan MTQH, tetapi ikut menikmati manfaat ekonominya.

Meski demikian, angka Rp1,5 miliar tersebut masih berupa capaian transaksi yang disampaikan pemerintah kota.

Pemkot Jambi belum merinci jumlah UMKM penerima manfaat, persebaran transaksi, maupun kontribusi masing-masing sektor usaha.

Selain menyoroti dampak ekonomi, Diza menegaskan bahwa Pemkot Jambi juga berupaya menjaga kenyamanan seluruh peserta MTQH ke-55 selama berada di ibu kota Provinsi Jambi.

Dalam kegiatan ramah tamah yang berlangsung Jumat pagi itu, Diza menyambut langsung para kafilah bersama jajaran asisten dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Jambi.

Hadir pula Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris Dewan Hakim, anggota Dewan Hakim, panitera, pimpinan kafilah kabupaten/kota, perwakilan Bagian Kesejahteraan Rakyat, jajaran Kementerian Agama, Forkopimda Kota Jambi, serta para peserta MTQH.

Diza mengatakan, pemerintah kota menempatkan pelayanan kepada peserta sebagai salah satu tanggung jawab utama tuan rumah.

Mulai dari kebutuhan konsumsi, pendampingan, hingga koordinasi selama kegiatan berlangsung menjadi perhatian jajaran Pemkot Jambi.

Ia juga meminta seluruh kafilah menyampaikan masukan apabila menemukan kekurangan dalam pelayanan.

Menurut Diza, koordinasi melalui liaison officer (LO) dari masing-masing OPD bertujuan memastikan kebutuhan peserta terpenuhi.

Komunikasi intensif tersebut bukan untuk membatasi aktivitas kafilah, melainkan memastikan setiap rombongan memperoleh pendampingan yang memadai.

“Kalau ada yang kurang, apa yang perlu dipersiapkan, atau bantuan apa yang dibutuhkan, kami ingin memastikan pemerintah kota bisa hadir dan membantu,” katanya.

Baca juga:  Kabar TPP ASN Jambi: Masih Menunggu Persetujuan Pusat, Ini Penjelasan BKAD

Diza juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam penyambutan maupun pelayanan selama peserta mengikuti MTQH.

Ia memastikan berbagai masukan akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan kegiatan berikutnya.

Di luar aspek ekonomi dan pelayanan, Diza mengingatkan bahwa MTQH memiliki tujuan lebih luas daripada sekadar menentukan peserta terbaik.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sekaligus mendorong generasi muda memahami dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menegaskan, seluruh kafilah memiliki kedudukan yang sama dalam upaya memuliakan Al-Qur’an.

Karena itu, pemerintah kota tetap menghargai setiap peserta tanpa menjadikan hasil perlombaan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan.

“Siapa pun yang nantinya menjadi juara, kami sangat menghargai kehadiran Bapak, Ibu, dan adik-adik semua. Kehadiran saudara-saudara di Kota Jambi ini merupakan bagian dari ikhtiar memuliakan Al-Qur’an,” ungkapnya.

Diza juga berharap pertemuan antarkafilah dari 11 kabupaten/kota dapat memperkuat hubungan sosial dan persaudaraan di Provinsi Jambi.

Baginya, silaturahmi yang terbangun selama MTQH seharusnya tidak berakhir ketika perlombaan selesai.

Hubungan baik antarpeserta dan pemerintah daerah perlu terus terpelihara setelah seluruh rombongan kembali ke daerah masing-masing.

Apresiasi terhadap pelayanan Pemkot Jambi juga datang dari perwakilan Kafilah Kabupaten Kerinci.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Kerinci, Herlus, S.Pd., M.Pd., menyampaikan terima kasih atas sambutan dan pendampingan yang diberikan selama rombongannya mengikuti MTQH ke-55.

Baca juga:  31 Kepala SMA-SMK Jambi Dilantik, Al Haris Ingatkan Soal Dana BOS dan Sorotan Publik! Berikut Nama-namanya

Herlus menilai perhatian tuan rumah sudah terasa sejak sebelum kafilah berangkat menuju Kota Jambi.

Koordinasi melalui LO dari masing-masing OPD membantu rombongan mempersiapkan perjalanan sekaligus memenuhi berbagai kebutuhan selama kegiatan.

Ia juga mengapresiasi kesiapsiagaan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang turut menjaga keamanan dan kenyamanan peserta.

“Kami merasa sangat terhormat dan nyaman dengan perhatian Pemerintah Kota Jambi. Bahkan, pendampingan terus dilakukan dan kami merasa benar-benar diperhatikan. Kehadiran personel Satpol PP yang selalu bersiaga juga memberikan rasa aman bagi kami,” ujar Herlus.

Apresiasi tersebut menjadi salah satu gambaran pentingnya pelayanan tuan rumah dalam penyelenggaraan kegiatan berskala provinsi.

Kelancaran perlombaan memang menjadi tujuan utama, tetapi kenyamanan, keamanan, dan kualitas pendampingan juga menentukan pengalaman para peserta.

Melalui MTQH ke-55, Kota Jambi tidak hanya berupaya menyukseskan agenda keagamaan tingkat provinsi, tetapi juga memanfaatkan momentum tersebut untuk menggerakkan ekonomi lokal dan memperkuat hubungan antardaerah.

Tantangan berikutnya ialah memastikan dampak ekonomi dan sosial itu tidak berhenti selama perhelatan berlangsung.

Pelibatan UMKM, peningkatan kualitas pelayanan, serta keberlanjutan hubungan antarkabupaten/kota menjadi bagian penting agar manfaat MTQH dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.(*)

image_pdfimage_print

Pos terkait