JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Organisasi perempuan Minangkabau, Perkumpulan Bundo Kanduang Minangkabau (PBKM) Kota Jambi, mendapat tantangan untuk memperluas peran dalam pembangunan daerah.
Pemerintah Kota Jambi berharap organisasi ini tidak hanya menjaga adat dan budaya, tetapi juga mampu menggerakkan pemberdayaan ekonomi, pendidikan, serta pengembangan generasi muda.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, saat menghadiri pengukuhan pengurus PBKM Kota Jambi periode 2025–2029 di Aula Rumah Dinas Wakil Wali Kota Jambi, Jumat 6 November 2026.
Dalam kesempatan itu, Diza menyambut terbentuknya kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Bundo Hj. Reni Devita, S.E., M.M.
Ia berharap para pengurus mampu menerjemahkan amanah organisasi menjadi program yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Menurut Diza, organisasi kemasyarakatan seperti Bundo Kanduang memiliki peluang besar untuk mengambil bagian dalam pembangunan, terutama melalui penguatan kapasitas perempuan dan generasi muda.
” Kami berharap kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan tidak sebatas agenda seremonial. Mengingat organisasi sebesar Bundo Kanduang harus mampu memberikan manfaat dan dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya masyarakat Minangkabau di perantauan,” tegas Diza.
Diza secara khusus mendorong PBKM Kota Jambi menyusun program yang selaras dengan karakteristik ekonomi daerah.
Sebagai kota perdagangan dan jasa, Kota Jambi memiliki peluang pengembangan kewirausahaan, perdagangan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Karena itu, ia mengajak Bundo Kanduang membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam bidang tersebut.
Diza juga menyoroti besarnya potensi generasi muda di Kota Jambi. Ia menyebut sekitar 52 persen penduduk Kota Jambi merupakan generasi muda.
” Buatlah program yang beririsan dengan perdagangan dan kepemudaan yang tentunya dapat berkolaborasi bersama Pemerintah Kota, mengingat sekitar 52 persen penduduk Kota Jambi merupakan generasi muda,” ujarnya.
Ia menegaskan, Pemkot Jambi terbuka terhadap kerja sama dengan organisasi masyarakat yang memiliki program konkret untuk meningkatkan kompetensi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Dalam prosesi pengukuhan, Bundo Hj. Reni Devita resmi menjabat Ketua PBKM Kota Jambi periode 2025–2029 bersama 31 orang lainnya yang masuk dalam jajaran kepengurusan.
Pengukuhan ditandai dengan penyematan selempang dan pin Bundo Kanduang serta penyerahan bendera pataka oleh Ketua PBKM Provinsi Jambi, Bundo Hj. Gustimaniar Umar, S.E.
Reni menyebut jabatan tersebut sebagai amanah sekaligus kehormatan besar.
Ia menilai Bundo Kanduang memiliki tanggung jawab penting dalam menjaga nilai moral, melestarikan adat istiadat, serta membentuk karakter generasi penerus.
Ia menegaskan kepengurusan yang dipimpinnya akan berpegang pada falsafah Minangkabau, Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.
” Bundo Kanduang akan berpijak pada falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, walaupun kami berada di rantau,” ungkap Reni.
Selain menjaga tradisi, ia berkomitmen membangun sinergi dengan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat untuk memperkuat pemberdayaan perempuan serta mendukung pembangunan yang inklusif.
Pengukuhan PBKM Kota Jambi juga dihadiri Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI, Afriansyah Noor, dan Ketua Umum Pengurus Pusat PBKM, Bundo Prof. Dr. Ir. Hj. Putri Reno Raudha Thaib.
Afriansyah mengapresiasi perkembangan organisasi Bundo Kanduang yang kini telah hadir di berbagai daerah di Indonesia hingga luar negeri.
Ia mengingatkan masyarakat Minangkabau di perantauan agar tetap menjaga adat istiadat dan identitas budaya sebagai bagian dari warisan leluhur.
“Saya berpesan agar masyarakat Minangkabau di mana pun berada bisa menjunjung tinggi adat istiadat,” ujarnya.
Tidak hanya menyampaikan pesan pelestarian budaya, Afriansyah juga membuka peluang kolaborasi antara Kementerian Ketenagakerjaan dengan organisasi Bundo Kanduang.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung program pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia.
“Kami siap memfasilitasi, dan semuanya dibiayai oleh negara,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Umum PP PBKM, Putri Reno Raudha Thaib, menjelaskan bahwa organisasi Bundo Kanduang telah berdiri sejak 1974 dan terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM pada 2015.
Hingga saat ini, organisasi tersebut telah berkembang di 14 provinsi di Indonesia dan memiliki jaringan di 10 negara.
“Sampai hari ini, Bundo Kanduang telah hadir di 14 provinsi di Indonesia dan di 10 negara di luar negeri,” jelasnya.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa organisasi Bundo Kanduang tidak hanya berperan dalam menjaga tradisi masyarakat Minangkabau di daerah asal, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat hubungan masyarakat Minang di perantauan.
Pengukuhan pengurus PBKM Kota Jambi periode 2025–2029 diharapkan memperkuat peran tersebut.
Tantangannya kini adalah menerjemahkan nilai adat dan budaya menjadi kegiatan nyata yang menyentuh kehidupan masyarakat, mulai dari pemberdayaan perempuan, pendidikan karakter, pengembangan kewirausahaan, hingga pembinaan generasi muda.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







