JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kota Jambi mulai menerima kedatangan kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) ke-55 Tingkat Provinsi Jambi.
Rombongan dari sejumlah kabupaten dan kota dijadwalkan tiba pada 30–31 Oktober 2026 sebelum mengikuti rangkaian perlombaan yang berlangsung hingga 8 November mendatang.
Kafilah Kabupaten Kerinci menjadi rombongan pertama yang tiba di Kota Jambi pada Jumat 30 Oktober 2026 pagi.
Setelah itu, kafilah Kabupaten Muaro Jambi menyusul dengan didampingi Wakil Bupati Muaro Jambi, Junaidi H. Mahir.
Pemerintah Kota Jambi menyambut langsung kedatangan para peserta di Lobi Utama Kantor Wali Kota Jambi.
Wakil Wali Kota Jambi sekaligus Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., memimpin penyambutan bersama jajaran pemerintah daerah.
Kedatangan para kafilah menandai dimulainya rangkaian kegiatan MTQH ke-55 yang mempertemukan peserta dari 11 kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi.
Dalam penyambutan tersebut, Diza menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Jambi ingin memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta selama mengikuti kegiatan.
Ia mengajak para kafilah menjadikan Kota Jambi sebagai rumah bersama dan memanfaatkan momentum MTQH untuk mempererat hubungan antardaerah.
“Atas nama Pemerintah Kota Jambi, kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh kafilah. Kehadiran Bapak dan Ibu merupakan kebahagiaan sekaligus kehormatan bagi kami. Anggaplah Kota Jambi sebagai rumah bersama. Bapak dan Ibu bukan sekadar tamu, melainkan keluarga yang datang untuk bersilaturahmi dan bersama-sama menyukseskan syiar Islam,” ujar Diza.
Menurutnya, keberhasilan MTQH tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah juara yang dihasilkan.
Lebih penting dari itu, kegiatan tersebut harus mampu menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan Hadits serta mendorong masyarakat mengamalkan ajarannya.
“MTQH bukan sekadar perlombaan untuk mencari yang terbaik. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan bagian dari syiar Islam dan upaya melahirkan generasi Qur’ani yang mampu membaca, memahami, menghayati, serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadits,” tambahnya.
Diza juga mengingatkan seluruh peserta agar menjaga kesehatan setelah menempuh perjalanan menuju Kota Jambi.
Ia berharap setiap cabang perlombaan berlangsung tertib, lancar, dan mengikuti ketentuan yang berlaku.
Selain membawa agenda keagamaan, MTQH ke-55 juga menjadi kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk menggerakkan kembali aktivitas ekonomi.
Pemkot Jambi melibatkan hampir 200 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Diza mengatakan keterlibatan UMKM menjadi salah satu upaya pemerintah daerah membantu pemulihan ekonomi masyarakat, terutama pelaku usaha yang terdampak kondisi kabut asap dalam beberapa waktu terakhir.
“Kami ingin kegiatan MTQH ini tidak hanya memberikan manfaat dari sisi keagamaan, tetapi juga membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Karena itu, hampir 200 UMKM kami libatkan agar mereka dapat berpartisipasi dan memperoleh manfaat dari kegiatan ini,” jelasnya.
Keterlibatan ratusan pelaku usaha tersebut diharapkan membuka peluang perdagangan selama kegiatan berlangsung.
Meningkatnya kunjungan peserta dan masyarakat dari berbagai daerah juga berpotensi mendorong aktivitas sektor kuliner, perdagangan, dan ekonomi kreatif.
Dengan demikian, penyelenggaraan MTQH tidak hanya menjadi agenda kompetisi keagamaan, tetapi juga ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar.
Wakil Bupati Muaro Jambi, Junaidi H. Mahir, menyampaikan apresiasi kepada Pemkot Jambi atas penyambutan kafilah daerahnya.
Ia berharap pelaksanaan MTQH ke-55 berjalan sukses dan mampu mempererat hubungan antarkabupaten dan kota di Provinsi Jambi.
Menurut Junaidi, capaian juara bukan satu-satunya hal yang perlu dikejar dalam kompetisi tersebut.
Terjaganya silaturahmi dan lahirnya generasi yang beriman, berakhlak mulia, serta mencintai Al-Qur’an juga menjadi tujuan penting.
Sementara itu, Diza mewakili Pemkot Jambi dan panitia turut menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan dalam pelayanan maupun penyambutan.
Pemerintah daerah, katanya, akan terus berupaya memastikan seluruh kafilah mendapatkan kenyamanan selama berada di Kota Jambi.
Berdasarkan jadwal panitia, kedatangan kafilah dari 11 kabupaten dan kota berlangsung selama dua hari, yakni 30 dan 31 Oktober 2026.
Berikut jadwal kedatangan peserta:
Jumat, 30 Oktober 2026:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







