Rangkaian Salat Istisqa kemudian ditutup dengan doa bersama.
Para jamaah memohon agar Allah SWT segera menurunkan hujan, mengakhiri kemarau panjang, membantu mengatasi karhutla dan memulihkan kualitas udara Kota Jambi.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pengumpulan infak dan sedekah melalui program Baznas Kota Jambi bertajuk “Berbagi untuk Umat, Menebar Manfaat, Membangun Negeri”.
Dari jamaah dan unsur Forkopimda terkumpul infak dan sedekah sebesar Rp10.710.600.
Beberapa jam setelah pelaksanaan Salat Istisqa, hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah Kota Jambi. Turunnya hujan menjadi kabar yang dinanti masyarakat setelah menghadapi kondisi panas dan kering.
Bagi Pemkot Jambi, hujan tersebut diharapkan memberikan dampak positif terhadap kondisi lingkungan, terutama dalam membantu mengurangi kekeringan, menekan potensi karhutla, serta memperbaiki kualitas udara.
Maulana pun mengajak masyarakat menjadikan turunnya hujan sebagai momentum untuk terus bersyukur dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
“Semoga hujan ini membawa keberkahan untuk seluruh masyarakat Kota Jambi. Kita tetap harus bersyukur dan terus menjaga lingkungan. Ikhtiar pemerintah dan masyarakat harus berjalan bersama,” ujarnya.
Pemkot Jambi juga kembali mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap karhutla.
Warga diminta tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan jika menemukan titik api.
Hujan yang mengguyur sejumlah wilayah Kota Jambi pada Kamis sore setidaknya memberikan sedikit kelegaan bagi masyarakat.
Setelah kemarau panjang dan ancaman karhutla, air hujan menjadi sesuatu yang begitu dinantikan.
Kini, masyarakat berharap hujan tidak hanya turun sesaat, tetapi berlanjut dengan intensitas yang cukup sehingga benar-benar membantu mengakhiri kekeringan, mengurangi titik api dan asap, serta mengembalikan kondisi lingkungan Kota Jambi.
Bagi masyarakat yang sejak pagi menengadahkan tangan dalam doa, hujan yang turun sore harinya menjadi alasan untuk kembali mengucapkan satu kata, Alhamdulillah.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







