Usai Salat Istisqa, Hujan Guyur Sejumlah Wilayah Kota Jambi

Dengarkan

Selain berdampak terhadap ketersediaan air, kemarau juga meningkatkan potensi karhutla yang kemudian berpengaruh terhadap kualitas udara.

Salat Istisqa dihadiri langsung Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., jajaran Pemkot Jambi, unsur Forkopimda, para alim ulama, tokoh masyarakat dan masyarakat umum.

Salat diimami Tuan Guru H. Ramzi Sulaiman, sementara khutbah disampaikan Ustaz Prof. Dr. Supian Ramli, M.Ag.

Rangkaian ibadah berlangsung khidmat. Para jamaah memperbanyak istighfar, memanjatkan doa dan memohon ampunan serta pertolongan Allah SWT agar hujan segera diturunkan.

Baca juga:  RSUD Raden Mattaher Pastikan Ketersediaan Obat Aman Selama Ramadan dan Lebaran

Wali Kota Jambi, Maulana mengatakan Salat Istisqa bukan kegiatan seremonial maupun perayaan.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi seluruh umat untuk menyadari keterbatasan manusia dan memohon pertolongan Allah SWT.

“Kehadiran kita semua di sini bukan dalam rangka perayaan. Kita hadir sebagai hamba Allah yang lemah dan dhaif. Tidak ada daya dan kekuatan yang kita miliki kecuali atas pertolongan Allah SWT,” ujar Maulana.

Baca juga:  Puncak Kemarau hingga September, BPBD Jambi Wanti-wanti Ancaman Krisis Air dan Karhutla

Maulana menjelaskan, kemarau panjang telah memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat.

Salah satunya meningkatnya potensi karhutla yang berimbas terhadap kualitas udara.

“Karhutla menyebabkan pencemaran udara dan kualitas ISPU yang tinggi. Dampaknya juga kita rasakan terhadap kesehatan masyarakat, seperti meningkatnya risiko penyakit ISPA, konjungtivitis, diare, serta terganggunya berbagai aktivitas masyarakat,” jelasnya.

Tidak hanya kualitas udara, kemarau juga menyebabkan ketersediaan air semakin terbatas.

Kondisi tersebut turut menjadi perhatian Pemkot Jambi dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Baca juga:  Penerimaan Pajak Kota Jambi Tembus Rp53 Miliar, Sektor Makanan dan Perhotelan Dominan

“Permukaan air tanah terus mengalami penyusutan. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, PDAM saat ini setiap hari berkeliling di Kota Jambi mendistribusikan sekitar 35 tangki air kepada masyarakat,” ungkap Maulana.

Dalam kesempatan tersebut, Maulana mengajak masyarakat Kota Jambi memperbanyak istighfar, zikir, sedekah dan infak serta memperbaiki hubungan dengan Allah SWT.

image_pdfimage_print

Pos terkait