Respon Keluhan Masyarakat, Wali Kota Maulana Tutup 9 Pos Retribusi Parkir Di Kawasan Pasar

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID –  Pemkot Jambi dibawah duet kepemimpinan Maulana-Diza terus bergerak cepat.

Selain fokus pada penanganan banjir, pembenahan ruas jalan berlubang dan drainase, tata kelola sampah, serta penerangan lampu jalan, kini Wali Kota Maulana didampingi Wakil Wali Kota Diza sasar kawasan Pasar Kota Jambi.

Itu dilakukannya untuk menghidupkan kembali kawasan Pasar Jambi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi serta merespon keluhan masyarakat terkait parkir dalam kawasan itu.

Sebagai langkah awal, Wali Kota Jambi Maulana menutup 9 Pos Retribusi Parkir dalam kawasan tersebut, pada Jumat pagi (7/3/2025).

Baca juga:  Pimpin Apel, Wali Kota Maulana Tegaskan Tim Terpadu Tertibkan Gepeng dan Anjal Yang Resahkan Masyarakat

Baca juga:  Pemanfaatan QRIS dalam Sistem Parkir di Jambi, Maulana: Pendapatan Langsung Masuk ke Kas Daerah

Penutupan Pos Retribusi dalam kawasan ini guna kembali membangun daya tarik kawasan ‘heritage’ Pasar Jambi yang secara historis merupakan pusat perekonomian.

Dengan harapan peningkatan aktivitas ekonomi dapat berimplikasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus peningkatan daya saing daerah.

Tidak hanya menutup pos-pos retribusi yang dianggap sebagai ‘biang’ sepinya kawasan pasar dipusat Kota Jambi itu, Wali Kota Maulana bersama Wakil Wali Kota Diza juga sekaligus mengukuhkan Juru Parkir (Jukir) resmi di kawasan pasar Jambi.

Sebanyak 34 Jukir resmi dikukuhkan yang ditandai dengan pengalungan tanda pengenal dan penyerahan QR Code QRIS serta buku tabungan Jukir.

Baca juga:  Sembilan Pos Retribusi Parkir Ditutup, Kadishub Kota Jambi Warning Para Jukir!

Baca juga:  Wako dan Wawako Jambi Sambangi BPK dan BPKP Perwakilan Jambi, Tingkatkan Sinergi dan Kolaborasi

Wali Kota Maulana mengatakan, penutupan pos-pos retribusi ini dilakukan setelah menyerap aspirasi masyarakat, baik itu dari pengunjung maupun pedagang diwilayah pasar.

“Ini kita lakukan atas masukan dari pengunjung dan pedagang yang tren ekonominya saat ini sedang menurun, dimana salah satu penyebabnya adalah pembayaran parkir yang berkali-kali. Oleh karena itu, kita bertanggung jawab untuk memajukan pasar ini yang merupakan denyut nadi perekonomian Kota Jambi,” katanya.

Guna menghidupkan kembali kawasan pasar sebagai pusat perekonomian daerah. Maulana juga menyebut akan menarik investor untuk kembali menata kawasan pasar di pusat Kota Jambi itu.

Tidak hanya diperuntukkan untuk wilayah perdagangan, namun juga akan disiapkan sebagai pusat pariwisata dan kuliner.

Baca juga:  Sinergi Penegakan Hukum, Dirpolairud Polda Jambi Perkuat Koordinasi dengan Kejati Jambi

Baca juga:  Berkah Mudik, Siapkan Motor untuk Perjalanan Aman dan Handal di AHASS

“Ini akan kita lakukan secara bertahap guna menjaga kawasan pasar ini bisa terus eksis, seperti yang dilakukan dibeberapa daerah di Indonesia menghidupkan kembali wilayah-wilayah tua atau herritage dengan bertransformasi menggali setiap potensi yang ada menjadi bernilai sebagai pusat pertumbuhan ekonomi,” sebutnya.

Maulana menjelaskan meskipun penutupan pos parkir ini berpotensi mengurangi pendapatan daerah, namun hal itu diambil karena lebih mengutamakan pertumbuhan ekonomi sektor perdagangan dan jasa yang menjadi denyut nadi perekonomian pasar tersebut.

“Saya ingin agar perekonomian di kawasan ini bisa berkembang dan kembali eksis, serta memberi keuntungan lebih bagi masyarakat, khususnya para pedagang,” jelasnya.

Terkait dengan sistem pembayaran, Maulana mendorong agar dilakukan secara non tunai menggunakan sistem QRIS yang berhubungan langsung pada salah satu program kota Jambi Bahagia yaitu Bahagia Berintegritas Layanan Anti Pungli (BALAP), yang menciptakan pelayanan publik yang bersih, transparan dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Baca juga:  Sering Banjir, Pemkot Jambi Beri Teguran Terakhir ke JBC Terkait Kolam Retensi

Baca juga:  PPTB DALAM LINGKARAN KEPENTINGAN

“Jadi kedepan kita dorong pembayarannya menggunakan non tunai agar pendapatan parkir bisa langsung masuk ke kas daerah sebesar 40 persen dan 60 persennya diperuntukkan bagi Jukir yang telah ditunjuk secara resmi,” tuturnya.

“Ini harus kita mulai, untuk mengatasi segala permasalahan yang ada di kota Jambi ini, seperti salah satunya permasalahan kemacetan. Langkah berikutnya insyaAllah kita akan menciptakan ruang publik yang ramah lingkungan,” tambahnya.

Kepada Jukir, Wali Kota Maulana berharap agar bisa menjalankan proses parkir dengan baik, ramah dan santun, sehingga masyarakat yang berkunjung ke kawasan pasar merasa aman dan nyaman, sekaligus menunjang kelancaran arus lalu-lintas.

“Tidak hanya dikawasan pasar ini. Kami juga akan terapkan secara bertahap dikawasan-kawasan lain yang mempunyai potensi untuk pemasukan daerah,” harap Maulana.

Baca juga:  Harga Cabai Merah Turun Drastis di Pasar Kuala Tungkal, Masyarakat Harap Stabil Sampai Lebaran Penurun

Baca juga:  Genangan Air di Jalan Rangkayo Hitam Bangko, Bupati Merangin Minta PUPR Segera Perbaiki

Lebih lanjut, Maulana juga menyoroti terkait Jukir bandel yang akan di tindak melalui Dinas Perhubungan dengan peraturan yang telah di atur.

“Bagi masyarakat yang ingin menjadi Jukir harus mendaftar secara resmi yang akan dilatih dan dipersiapkan sarana QRIS nya, selain itu mereka juga akan dilindungi dengan BPJS Ketenagakerjaan,” ucapnya.

“Mudah-mudahan dengan tindaklanjut yang kita laksanakan hari ini bisa berpotensi terhadap ekonomi diwilayah ini yang berpengaruh pula pada peningkatan PAD. Maka dari itu kita harus menjaga kekompakan dalam mencari potensi PAD pada sektor yang lainnya,” pungkas Wali Kota Jambi itu.

Sementara itu, dimintai tanggapannya, Jukir A. Rahman, warga Kelurahan Tanjung Johor, mengaku lega dan mengucapkan terimakasih kepada Pemkot Jambi yang telah menutup pos-pos retribusi yang menjadi salah satu sebab minimnya pengunjung di kawasan Pasar Jambi itu.

Baca juga:  Keren! Pemkab Tebo Tambah Pasokan LPG 3 Kg ke Setiap Kecamatan

Baca juga:  Cegah Sampah Menumpuk, Polairud Polda Jambi Operasi Bersih Sampah di Sungai Batanghari

“Mudah-mudahan dengan telah ditutupnya pos-pos retribusi ini, akan semakin banyak pengunjung kawasan pasar ini. Kemudian ditambah dengan sistem pembayaran yang baru ini, kami dan teman-teman Jukir siap menyukseskan program-program pak Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi,” ucap Rahman.

“Kami akan bersama-sama bekerja keras untuk mewujudkan visi Kota Jambi Bahagia,” singkatnya.

Sejauh ini ada 79 titik parkir menggunakan QRIS di kota Jambi dengan harapan para Jukir yang telah ditunjuk secara resmi dapat memberikan jasa pelayanan kepada masyarakat sebaik-baiknya untuk mewujudkan Kota Jambi Bahagia.

@sepucukjambi.idsering dikeluhkan bayar parkir berkali-kali, Walikota Jambi pilih tutup pos retribusi parkir… masyarakat hanya cukup bayar 1 kali ke juru parkir saat masuk ke kawasan Simpang Bata, Pasar Kota Jambi baca selengkapnya di sepucukambi.id #viral #viralvideo #fypシ゚ #Jambi #maulana #walikotamaulana #walikotajambi #wakilwalikotajambi♬ Powerful songs like action movie music – Tansa

Turut hadir Sekretaris Daerah (Sekda) A Ridwan, sejumlah Kepala Perangkat Daerah, pimpinan Bank Jambi cabang Soetomo, Camat dan Lurah beserta jajaran, perwakilan Danramil 0415 dan Wakapolsek Pasar Jambi, Babinsa, Bhabinkamtibmas, pedagang dan masyarakat pengunjung pasar.(*)




Pimpin Apel, Wali Kota Maulana Tegaskan Tim Terpadu Tertibkan Gepeng dan Anjal Yang Resahkan Masyarakat

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi dokter Maulana memimpin Apel Tim Terpadu Penanganan Gelandangan dan Pengemis (Gepeng) dan Anak Jalanan (Anjal), Jumat (7/3/2025).

Hal itu dilakukan karena maraknya kembali gepeng dan anjal serta penyandang masalah kesejahteraan sosial lainnya yang menganggu lalu lintas.

Khususnya di beberapa persimpangan jalur protokol di Kota Jambi. Selain itu, hal tersebut dilakukan guna merespon berbagai keluhan masyarakat yang terganggu keamanan dan kenyamanannya saat berkendara.

Dalam arahannya, Wali Kota Maulana mengatakan selain merespon keluhan masyarakat dan mengembalikan estetika Kota Jambi menjadi lebih baik tertib, aman dan nyaman, penertiban itu perlu dilakukan sebagai bentuk penjangkauan terhadap masalah kesejahteraan sosial yang menjadi tanggungjawab pemerintah.

Baca juga:  Pemanfaatan QRIS dalam Sistem Parkir di Jambi, Maulana: Pendapatan Langsung Masuk ke Kas Daerah

Baca juga:  Sembilan Pos Retribusi Parkir Ditutup, Kadishub Kota Jambi Warning Para Jukir!

“Penjangkauan penyandang masalah kesejahteraan sosial ini perlu dilakukan khususnya gepeng dan anjal yang meresahkan pengguna jalan. Karena hal itu bisa membahayakan tidak hanya bagi diri mereka pribadi, namun juga bagi pengendara khususnya di simpang-simpang lampu merah,” kata Maulana.

Secara tegas, Wali Kota Jambi itu juga menyebut, agar masyarakat lebih bijak dalam memberikan bantuan melalui jalur-jalur resmi bukan dijalan-jalan.

“Memang masyarakat kota Jambi ini memiliki adat pemberi, namun sebaiknya harus pada lembaga-lembaga resmi, bagi masyarakat yang ingin bersedekah maupun berinfak bisa menggunakan jalur resmi yang memang dijamin sampai kepada yang berhak menerimanya, misalnya melalui Baznas, atau lembaga lain dan yayasan yang resmi,” tegasnya.

Wali Kota Maulana, juga mengatakan Kota Jambi telah memiliki aturan hukum yang mengatur hal tersebut, seperti Peraturan Daerah (Perda) Kota Jambi Nomor 47 Tahun 2002 tentang Ketertiban Umum dan Peraturan Wali Kota Jambi (Perwal) Nomor 29 Tahun 2016 tentang Penanganan Gelandangan, Pengemis (Gepeng) dan Anak Jalanan.

Baca juga:  Maulana Tutup Pos Retribusi Parkir di Simpang Bata Pasar, Fokuskan Pada Pertumbuhan Ekonomi Pedagang

Baca juga:  Wako dan Wawako Jambi Sambangi BPK dan BPKP Perwakilan Jambi, Tingkatkan Sinergi dan Kolaborasi

“Oleh karena itu, kita juga akan optimalkan penegakan hukum tentang larangan dan sanksi bagi masyarakat yang memberikan uang atau apapun kepada gepeng dan anak jalanan di jalan-jalan raya,” tambah Maulana.

Maulana juga berpesan agar pada penanganan gepeng dan anjal ini dilakukan secara humanis.

“Walau kegiatan ini adalah penertiban dan penegakan aturan, namun saya tetap berharap agar Tim Terpadu melakukannnya dengan humanis,” pesannya.

Selain itu, kata Maulana, berdasarkan temuan tim dilapangan didapati bahwa gepeng dan anak jalanan yang banyak tersebar di Kota Jambi sebagian besar bukan berasal dari warga dalam Kota Jambi.

Baca juga:  Berkah Mudik, Siapkan Motor untuk Perjalanan Aman dan Handal di AHASS

Baca juga:  Warga Jambi Mau Tukar Uang untuk Lebaran 2025? Begini Caranya!

“Setelah dilakukan penindakan dan penjangkauan ini, kita akan lakukan pembinaan di rumah singgah yang ada di Dinas Sosial, setelah itu di data dan dikembalikan ke keluarga dan daerah asal masing-masing,” tuturnya.

Lebih lanjut, Maulana juga menyoroti banyaknya ekploitasi terhadap anak-anak dibawah umur, oleh karenanya Pemkot Jambi dalam penanganan ini juga melibatkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA).

“Jika ditemukan, kita akan kembalikan ke keluarga agar di proses untuk pemberian pendidikan secara gratis dan dibentuk sesuai usia mereka, karena tugasnya adalah sekolah bukan bekerja. Kalau ada yang menyalahi aturan mengekploitasi mereka tentu kita akan tindak secara hukum,” pungkas Wali Kota Jambi itu.

@sepucukjambi.idnah, siap-siap wahai para gepeng yang ada disimpang-simpang dalam Kota Jambi… pemkot Jambi Segera tertibkan keberadaan kalian! #gepeng #pengemis #Kotajambi #walikotajambi #walikotamaulana #wakilwalikotajambi #Jambi #fypシ゚ #viralvideo #viralvideo #viral

♬ pemimpin bijaksana – berkah dalem

Apel tersebut diikuti Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, Sekretaris Daerah (Sekda) A Ridwan, sejumlah Kepala Perangkat Daerah, Camat dan Lurah dilingkup Pemkot Jambi serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas.(*)




Sembilan Pos Retribusi Parkir Ditutup, Kadishub Kota Jambi Warning Para Jukir!

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kadishub Kota Jambi, Saleh Ridho menyebutkan bahwa, seluruh pos retribusi parkir yang ada di kawasan Simpang Bata, Pasar Jambi telah ditutup, Jumat 7 Februari 2025.

Terdapat total sembilan pos parkir yang sebelumnya beroperasi di kawasan tersebut.

Menurut Saleh Ridho, penutupan pos parkir ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Jambi untuk meningkatkan pelayanan parkir yang lebih efisien dan nyaman bagi masyarakat.

“Di Kota Jambi, terdapat 79 titik parkir yang sudah menggunakan sistem pembayaran non-tunai melalui KRIS. Hal ini bertujuan untuk mempermudah pengunjung dalam membayar retribusi parkir,” jelasnya.

Baca juga:  Maulana Tutup Pos Retribusi Parkir di Simpang Bata Pasar, Fokuskan Pada Pertumbuhan Ekonomi Pedagang

Baca juga:  Wali Kota Jambi Segera Hapus Parkir Ganda, Dorong Pemulihan Ekonomi Pasar Kota Jambi

Saleh Ridho juga mengingatkan kepada seluruh juru parkir (jukir) yang telah ditunjuk, untuk memberikan pelayanan dengan sebaik-baiknya kepada masyarakat.

Ia menegaskan bahwa, jika ada jukir yang tidak menjalankan tugas dengan baik, pihaknya tidak akan ragu untuk mengambil tindakan tegas.

“Kami berharap jukir yang bertugas dapat memberikan pelayanan yang maksimal. Kalau tidak, kami akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan,” tambahnya.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan parkir di Kota Jambi serta mendukung kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas.

Baca juga:  Tinjau Pekerjaan Jalan dan Drainase, Maulana: Sesuai Target 101 Lubang akan Dibenahi Dalam Waktu 100 Hari

Baca juga:  Program 100 Hari Kerja, Walikota Jambi Maulana sebut Fokus Perbaikan Jalan Rusak

Ke depan, Dinas Perhubungan Kota Jambi juga akan terus mengawasi dan mengevaluasi sistem parkir agar sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan kota.

 

View this post on Instagram

 

Shared post on

Instagram embed

Dengan adanya perubahan ini, diharapkan perekonomian di sekitar kawasan tersebut semakin berkembang tanpa terbebani oleh masalah parkir yang sebelumnya sering dikeluhkan oleh masyarakat.




JBC Terancam Dihentikan Sementara, Jika Tidak Penuhi Kewajiban AMDAL dan Kolam Retensi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Maulana, mengingatkan pengelola Jambi Business Center (JBC) terkait persoalan banjir yang sering terjadi di sekitar kawasan tersebut.

Dalam rapat beberapa waktu lalu, Maulana dengan tegas menyentil pengelola JBC, memperingatkan bahwa jika mereka tidak segera menjalankan perintah dan aturan yang diberikan, izin operasional JBC bisa dihentikan sementara.

Masalah banjir yang sering melanda kawasan JBC menjadi perhatian serius Pemkot Jambi.

Maulana menegaskan bahwa, pihaknya akan memberikan teguran resmi kepada pengelola JBC untuk memenuhi kewajiban pembangunan kolam retensi dan menindaklanjuti persyaratan yang tercantum dalam dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Baca juga:  Sering Banjir, Pemkot Jambi Beri Teguran Terakhir ke JBC Terkait Kolam Retensi

Baca juga:  Kolam Retensi Mal JBC Belum Optimal, DLH Jambi Berikan Teguran dan Target Perbaikan

Dalam pernyataannya, Maulana menekankan pentingnya tindakan nyata dari pengelola JBC dalam mengatasi masalah banjir ini.

“Buat suratnya secara holistik. Mulai dari proses AMDAL, fakta lapangan, dan lainnya. Termasuk saran yang harus diperbuat apa,” ujarnya dengan tegas.

Maulana juga menegaskan bahwa, jika pengelola JBC terus mengabaikan perintah dan aturan yang telah disepakati, izin operasional JBC akan ditinjau kembali, dan kemungkinan akan dihentikan sementara.

Banjir yang sering terjadi di kawasan JBC semakin meresahkan warga sekitar.

Baca juga:  Warga Jambi Mau Tukar Uang untuk Lebaran 2025? Begini Caranya!

Baca juga:  Safari Ramadan Walikota Jambi Maulana, Jalin Silaturahmi dan Sosialisasi Program 100 Hari Kerja

Sebelumnya, Pemerintah Kota Jambi sudah memberikan teguran kepada pihak pengelola untuk segera membangun kolam retensi guna mengatasi masalah genangan air yang berpotensi merusak lingkungan dan fasilitas sekitar.

Kolam retensi ini sangat penting untuk menampung air hujan sebelum mengalir ke permukiman warga, sehingga dapat mengurangi potensi banjir yang mengganggu kehidupan sehari-hari.

Pemkot Jambi telah memberi waktu yang cukup bagi pengelola JBC untuk menyelesaikan kewajiban mereka.

Namun sampai saat ini belum ada progres yang signifikan terkait pembangunan kolam retensi. Hal ini menjadi dasar bagi Maulana untuk memberikan peringatan lebih keras.

Baca juga:  Banjir Terjang Enam Kecamatan di Kabupaten Tebo, Ratusan Rumah Terdampak

Baca juga:  Bupati Muaro Jambi Ajak ASN Bangun Sinergi dalam Mewujudkan Visi Misi Daerah

“Jika dalam waktu yang ditentukan tidak ada langkah konkret yang diambil oleh pengelola JBC, maka kami tidak segan-segan untuk mengambil tindakan lebih lanjut, termasuk penghentian sementara izin operasional mereka,” tegas Maulana.

Dengan peringatan ini, Pemkot Jambi berharap pengelola JBC segera menindaklanjuti arahan yang diberikan, baik terkait kolam retensi maupun upaya lain untuk mengurangi dampak banjir di kawasan tersebut.

Jika pengelola JBC tidak memenuhi kewajiban mereka, pemerintah akan bertindak tegas demi melindungi kepentingan warga dan menjaga keberlanjutan lingkungan sekitar.(*)




Tinjau Pekerjaan Jalan dan Drainase, Maulana: Sesuai Target 101 Lubang akan Dibenahi Dalam Waktu 100 Hari

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi dokter Maulana meninjau langsung pengerjaan pembenahan atau perbaikan ruas-ruas jalan berlubang dan normalisasi drainase dalam wilayah kota Jambi, Rabu (5/3/2025).

Hal itu dilakukan sebagai aksi nyata program 100 hari kerjanya bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha.

Wali Kota Jambi itu meninjau sejumlah kawasan, seperti Jl. Siswa IV dan Jl. Serunai Malam III, Kelurahan Suka Karya, Kecamatan Kotabaru.

Serta Drainase yang berada di wilayah Perumahan Villa Kenali Permai, RT 37, Kelurahan Mayang Mangurai, Kecamatan Alam Barajo dan RM Pondok Aroma Spoer perbatasan Kecamatan Jelutung dan Kecamatan Jambi Selatan.

Baca juga:  Program 100 Hari Kerja, Walikota Jambi Maulana sebut Fokus Perbaikan Jalan Rusak

Baca juga:  Safari Ramadan Pemkot Jambi 1446 H, Walikota Maulana Hadirkan Kebaikan di Masjid Nur Zahra

Usai peninjauan itu, kepada awak media, Wali Kota Maulana mengatakan pembenahan infrastruktur jalan dilakukan guna memberikan rasa aman bagi masyarakat pengguna jalan.

Sehingga tidak terjadi hal-hal yang membahayakan, terlebih lagi saat ini sering terjadi curah hujan yang tinggi.

“Jadi, sesuai target akan ada 101 lubang kategori rawan yang akan kita benahi dalam 100 hari kerja ini. Terutama dalam menghadapi hari raya Idul Fitri sebagai prioritas agar masyarakat merasa nyaman, fokusnya adalah jalan-jalan yang vital terhadap mobilitas masyarakat,” kata Maulana.

Oleh karena itu, dirinya telah memerintahkan Dinas PUPR untuk segera melakukan penutupan atau penambalan dengan menyesuaikan kondisi jalan.

Baca juga:  Kemas Faried Alfarelly Dampingi Wali Kota Maulana, Salurkan Bantuan Renovasi Masjid di Program Jambi Kota Taqwa

Baca juga:  Siapkan Strategi Bertahap Tangani Banjir, Wako Maulana Gelar Rakor Bersama BWSS dan Pemrov Jambi

“Jadi semua ada kajian teknisnya, pada prinsipnya semaksimal mungkin yang bisa dilakukan sebelum lebaran ini, kalau bisa ditutup dengan aspal lakukan dengan aspal, kalau daerah yang rawan misalnya terhadap genangan air kita akan cor,” ucap Wako Maulana.

Terkait target hingga lebaran ini, Maulana menyebut akan terselesaikan sebesar 30 persen dari target 101 lubang yang akan dibenahi.

“Karena kita terkendala dari segi bahan, seperti aspal, namun pengerjaan pengerasannya bisa terus dilakukan sebagai pondasi awal,” sebutnya.

Terkait penanganan permasalahan banjir, Maulana menuturkan normalisasi drainase merupakan salah satu langkah cepat yang dilakukan agar penampungan volume air bisa maksimal dan tidak terkendala dengan penumpukan pasir sedimen.

Baca juga:  OJK Pastikan Stabilitas Sektor Jasa Keuangan di Tengah Tantangan Ekonomi Global

Baca juga:  Bengkel Satelit Yamaha Jambi Resmi Dibuka di SMK 2 Sungai Penuh

“Kita juga telah lakukan kolaborasi dengan Balai Wilayah Sungai dan Pemprov Jambi untuk mengatasi masalah banjir di kota Jambi ini, kita akan terus mengupayakanya secara tahap demi tahap, sehingga bisa menimalisir resiko banjir,” tuturnya.

“Ada banyak hal yang akan di lakukan karena kita telah memiliki data master plan penanganan banjir, salah satunya adalah daerah yang mengalami bottleneck (penyempitan) yang akan menjadi prioritas,” lanjutnya.

Selain itu, dirinya juga menyoroti pembangunan area bisnis di kota Jambi yang harus disesuaikan dengan aturan yang telah ada. Dengan tujuan dapat menimalisir kerugian akibat bencana, salah satunya adalah banjir.

“Hari ini saya juga akan berkirim surat kepada pelaku-pelaku usaha agar melakukan setiap apa yang disarankan oleh pemerintah. Karena walaupun pertumbuhan ekonomi itu penting, jangan juga karena satu kesalahan bisa berdampak terhadap kerugian ekonomi terutama yang disebabkan oleh banjir,” ucapnya.

Baca juga:  Satgas Pangan Polda Jambi: Stok Bawang Merah Cukup, Harga Tetap Terkendali

Baca juga:  Jalan Alternatif Muara Bungo Terancam Putus, Pengendara Diminta Waspada

Lebih lanjut, Dia juga tekankan, efisiensi anggaran tidak mengganggu pengerjaan yang dilakukan, karena yang berdampak langsung adalah kegiatan makan, minum dan perjalanan dinas.

“Untuk infrastruktur strategis yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat tetap harus dijalankan, karena termasuk kebutuhan dasar, seperti pendidikan dan penanggulangan banjir. Jadi Mudah-mudahan program-program strategis kita bisa terus berjalan,” pungkasnya.

@sepucukjambi.idProgram 100 hari kerja Wali Kota Jambi, Maulana sat meninjau sejumlah titik jalan rusak. hingga Lebaran nanti diprediksi 30 persen jalan rusak ringan diperbaiki #viral #viralvideo #fypシ゚ #Jambi #walikotajambi #maulana #walikotamaulana #jalanrusak♬ suara asli – SEPUCUK JAMBI – SEPUCUK JAMBI

Dalam peninjauanya itu, Wali Kota Maulana turut didampingi Kadis PUPR Momon Sukmana beserta jajaran, Camat, Lurah dan Ketua RT wilayah titik tinjauan.(*)




Buruh Lepas Terjatuh dari Ruko dan Tersangkut Dikabel, Berikut Kronologis Lengkapnya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Seorang pria bernama Juhartono (52), seorang buruh harian lepas, mengalami kecelakaan kerja yang mengerikan saat bekerja di lantai 3 sebuah ruko di Jalan Katsuri, Kelurahan Beliung, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi.

Korban terjatuh dari atas ruko dan tersangkut di kabel listrik bertegangan tinggi yang berada di atas ruko, menyebabkan dirinya mengalami luka bakar serius akibat sengatan listrik, Rabu 5 Maret 2025.

Kronologi kejadian, menurut Kapolsek Kotabaru, AKP Jimi Fernando, berawal ketika Juhartono sedang mengecat dinding ruko yang digunakan untuk praktek dokter gigi.

Saksi mata yang juga bekerja di lokasi, Arifin, mendengar teriakan minta tolong dari arah lantai 3 dan segera menuju lokasi.

Baca juga:  Luka Bakar Serius, Pekerja di Kota Jambi Terjatuh dari Ruko dan Terkena Kabel Listrik

Baca juga:  Jalan Alternatif Muara Bungo Terancam Putus, Pengendara Diminta Waspada

“Saksi langsung turun ke bawah dan menemukan korban sudah tergantung di kabel listrik. Tanpa menunggu lama, saksi mengambil tangga untuk menurunkan korban dan segera membawanya ke Rumah Sakit Abdul Manap untuk mendapatkan perawatan,” jelas AKP Jimi Fernando.

Saat ini, Juhartono masih dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Abdul Manap, Kota Jambi, dalam kondisi kritis. Pihak rumah sakit memberikan perawatan intensif untuk luka bakar yang dialami Juhartono akibat sengatan listrik.

Kapolsek Kota Baru menjelaskan bahwa, kejadian ini diduga disebabkan oleh kelalaian korban yang tidak memperhatikan kabel listrik bertegangan tinggi yang ada di atas ruko.

“Berdasarkan keterangan saksi, tidak ada indikasi adanya kekerasan pada korban, dan kejadian ini murni akibat kelalaian korban yang tidak dilengkapi dengan alat pengaman kerja (safety) saat bekerja di ketinggian,” ujar AKP Jimi Fernando.

Baca juga:  Bupati Merangin Ajak Masyarakat Bersatu Membangun Merangin Menuju 2030

Baca juga:  Walikota Sungai Penuh Tinjau Sungai Cangkin Pasca Banjir, Fokus Perbaikan Infrastruktur

Menurut hasil analisis sementara, korban kemungkinan besar terkena sengatan listrik saat menyentuh kabel listrik yang sedang dialiri arus tegangan tinggi.

Akibatnya, korban terjatuh dan tergantung di kabel tersebut. Polisi telah mendatangi dan mengamankan lokasi kejadian (TKP).

Berdasarkan kejadian ini, kepolisian merekomendasikan agar unit Reskrim segera melakukan olah TKP dan melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti terjadinya kecelakaan tersebut.

Polisi juga mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap keselamatan kerja di area tinggi, termasuk penggunaan alat pelindung diri yang memadai.

@sepucukjambi.idAda yang tau kejadian ini? info dekat SMA 4 Kota Jambi #fypシ゚ #viralvideo #viral

♬ suara asli – SEPUCUK JAMBI – SEPUCUK JAMBI

Pihak kepolisian juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati dan mematuhi prosedur keselamatan saat bekerja di tempat yang berisiko tinggi, seperti di atas bangunan atau yang melibatkan instalasi listrik.(*)




Luka Bakar Serius, Pekerja di Kota Jambi Terjatuh dari Ruko dan Terkena Kabel Listrik

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Seorang pekerja di Kota Jambi, Juhartono (51), mengalami luka bakar serius setelah terjatuh dari bagian atas ruko saat bekerja di Jalan Katsuri, Kelurahan Beliung, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi, Rabu (5/3/2025) pagi.

Insiden nahas tersebut terjadi ketika Juhartono terjatuh tepat di atas kabel listrik yang terpasang cukup tinggi.

Akibat kejadian tersebut, Juhartono mengalami luka bakar serius yang mengarah dari kaki hingga ke bagian atas tubuhnya.

Warga setempat segera melaporkan kejadian tersebut dan Juhartono langsung dilarikan ke RSUD Abdul Manap Kota Jambi untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.

Baca juga:  Jalan Alternatif Muara Bungo Terancam Putus, Pengendara Diminta Waspada

Baca juga:  Cegah Sampah Menumpuk, Polairud Polda Jambi Operasi Bersih Sampah di Sungai Batanghari

 “Kondisinya tidak meninggal. Masih dirawat di IGD, dan dalam beberapa saat lagi akan dipindahkan ke ruang perawatan,” ujar Dr Rudi Pardede, Direktur RSUD Abdul Manap, melalui Kasi Pelayanan Dr Erita Surbakti.

Meski Juhartono sudah mendapatkan perawatan, Dr Erita menyampaikan bahwa, kondisi internal tubuhnya belum dapat dipastikan.

 

View this post on Instagram

 

Shared post on

Code Generator

“Untuk bagian dalam tubuhnya, seperti kemungkinan luka di jantung, masih belum diketahui. Namun, jika dilihat dari luar, luka bakarnya cukup parah, mulai dari kaki hingga tubuh bagian atas,” ujar Dr Erita.

Pihak rumah sakit berharap agar kondisi Juhartono segera membaik, meskipun luka bakar yang dialami cukup serius.

Baca juga:  Bupati Merangin Ajak Masyarakat Bersatu Membangun Merangin Menuju 2030

Baca juga:  Desak Perbaikan Jalan Nasional di Bungo, Ketua DPRD Jambi Hafiz Fattah: Sebelum Mudik Lebaran Harus Selesai

Sementara itu, warga dan rekan-rekan kerja Juhartono berharap agar kejadian ini menjadi perhatian bagi pengusaha dan pekerja, khususnya mengenai keselamatan kerja di area tinggi dan potensi bahaya lainnya.(*)




Program 100 Hari Kerja, Walikota Jambi Maulana sebut Fokus Perbaikan Jalan Rusak

JAMBI,  SEPUCUKJAMBI.ID – Walikota Jambi, Dr dr H Maulana MKM, melakukan peninjauan terhadap sejumlah titik jalan rusak ringan di Kota Jambi pada Rabu, 5 Maret 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya percepatan program 100 hari kerja yang dilaksanakan pasca pelantikan dirinya sebagai Walikota, bersama Wakil Walikota Diza Hazrah Aljosha SE MA.

Salah satu titik yang mendapat perhatian khusus adalah Jalan Pangeran Hidayat, tepatnya di Lorong Siswa, Kelurahan Suka Karya, Kecamatan Kotabaru.

Dalam tinjauan ini, Walikota Maulana didampingi oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Jambi, Camat Kotabaru, dan para lurah se-Kecamatan Kotabaru.

Baca juga:  Safari Ramadan Pemkot Jambi 1446 H, Walikota Maulana Hadirkan Kebaikan di Masjid Nur Zahra

Baca juga:  Kemas Faried Alfarelly Dampingi Wali Kota Maulana, Salurkan Bantuan Renovasi Masjid di Program Jambi Kota Taqwa

Maulana menekankan pentingnya perbaikan jalan yang rusak untuk memastikan kelancaran transportasi, terutama menjelang Lebaran.

“Lubang-lubang di jalan yang rawan sangat membahayakan, terutama saat arus mudik Lebaran. Saya sudah memerintahkan Dinas PUPR untuk segera menutup jalan rusak,” kata dia.

“Dengan menyesuaikan kondisi jalan. Misalnya, jalan yang membutuhkan aspal, akan menggunakan aspal,” ujar Walikota Maulana.

Dalam program 100 hari kerjanya, perbaikan jalan menjadi salah satu prioritas utama. Maulana menargetkan perbaikan pada ruas jalan yang paling mendesak dan strategis.

Baca juga:  Siapkan Strategi Bertahap Tangani Banjir, Wako Maulana Gelar Rakor Bersama BWSS dan Pemrov Jambi

Baca juga:  Wali Kota Jambi Maulana Buka Gerakan Pangan Murah, Pastikan Kebutuhan Pangan Tercukupi

“Kami fokus pada jalan-jalan yang berpotensi menimbulkan masalah di masa depan. Prioritas kami adalah ruas jalan yang penting, untuk memperlancar arus lalu lintas, terlebih dengan meningkatnya volume kendaraan saat Lebaran,” tambahnya.

@sepucukjambi.idProgram 100 hari kerja Wali Kota Jambi, Maulana sat meninjau sejumlah titik jalan rusak. hingga Lebaran nanti diprediksi 30 persen jalan rusak ringan diperbaiki #viral #viralvideo #fypシ゚ #Jambi #walikotajambi #maulana #walikotamaulana #jalanrusak

♬ suara asli – SEPUCUK JAMBI – SEPUCUK JAMBI

Dengan fokus pada perbaikan infrastruktur, Maulana berharap program 100 hari kerjanya dapat memberikan dampak positif dan segera dirasakan oleh masyarakat Kota Jambi.(*)




Siapkan Strategi Bertahap Tangani Banjir, Wako Maulana Gelar Rakor Bersama BWSS dan Pemrov Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi dokter Maulana didampingi Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penanganan dan Penanggulangan Banjir di Kota Jambi, Selasa (4/3/2025).

Berlangsung di ruang rapat Wali Kota Jambi, Rakor itu turut dihadiri langsung Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly, Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI David Partonggo Oloan Marpaung, Kabid SDA PUPR Provinsi Jambi Yazzer Arafat, Kepala Dinas PUPR Kota Jambi serta sejumlah Kepala perangkat daerah terkait dilingkup Pemkot Jambi.

Usai kegiatan itu, kepada wartawan, Wali Kota Maulana mengatakan Rakor tersebut bertujuan untuk menetapkan strategi dan langkah-langkah konkret penanggulangan banjir secara bertahap di Kota Jambi.

“Alhamdulillah, dalam penanganan ini pemerintah pusat juga sudah menyiapkan anggaran untuk beberapa titik kawasan yang fokus untuk mengurangi dan mereduksi banjir dalam wilayah kota Jambi. Dan kami juga sudah berbagi tugas antara pihak Balai, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota,” ujarnya.

baca juga: Dukung Swasembada dan Ketahanan Pangan, Wako Maulana Siapkan Gerakan Pemanfaatan Lahan Tidur

baca juga: Wali Kota Jambi Segera Hapus Parkir Ganda, Dorong Pemulihan Ekonomi Pasar Kota Jambi

“Untuk akselerasinya, insya Allah bulan Mei ini sudah ada langkah-langkah yang dilakukan mulai dari crossing, pelebaran drainase dan sungai, serta perencanaan pembangunan retensi,” lanjutnya.

Untuk pengerjaan nantinya, jelas Maulana, akan difokuskan pada titik-titik yang tidak memerlukan pembebasan lahan, khususnya pada kolam retensi.

“Pada prinsipnya, ada dana atau tidak kita akan mengerjakan dulu mana-mana yang tidak ada kendala. Jadi kami telah memiliki data penyebab banjir secara holistik, yang nantinya akan dikaji dan tidak perlu pembebasan lahan, seperti crossing jalan, box culvert dan lainnya,” jelasnya.

Upaya konkret lainnya, kata Maulana, selain bekerja sama dengan BWSS dan Pemprov Jambi, pihaknya juga akan bekerja sama dengan Pemkab Muara Jambi yang batas-batas wilayahnya langsung berhubungan dengan kota Jambi.

baca juga: Pemerintah Hadir, Wawako Diza Cek Banjir dan Salurkan Bantuan Tanggap Darurat Bagi Warga Terdampak

baca juga: Antisipasi Banjir, Kemas Faried Desak Normalisasi Sungai Asam dan Kenali Segera Dilakukan

“Kami juga akan berkirim surat kepada pak Bupati dan pak Gubernur untuk menyelesaikan secara bersama-sama penanganan banjir ini, karena jika hanya menyelesaikan di kota saja, permasalahan ini tidak akan pernah selesai,” kata Maulana.

Dikesempatan itu, Wako Maulana juga ingatkan Dinas terkait dalam memberikan Perizinan Bangunan Gedung (PBG), harus melihat secara utuh pemetaan tata ruang.

“Kita akan pastikan betul setiap perizinan, sehingga mengetahui apa-apa saja dampaknya kedepan,” pungkas Wali Kota Jambi itu.

Sementara itu, Kepala BWSS VI David Partonggo Oloan Marpaung mengatakan, sebagai institusi yang mempunyai kewenangan dalam pengelolaan sumber daya air, terutama dalam penanganan banjir, pihaknya mengapresiasi langkah Pemkot Jambi yang melibatkan semua pihak dalam mengatasi banjir.

“Melalui arahannya tadi pak Wali Kota telah mengintruksikan kepada semua jajarannya untuk berkolaborasi dengan semua pihak yang ada hubungannya dengan masalah banjir ini. Oleh karena itu, kita sebagai institusi yang memiliki kewenangan akan berupaya mendukung secara maksimal langkah-langkah yang akan dilakukan dalam upaya mengurangi banjir,” katanya.

Terkait alokasi anggaran dalam penanganan banjir di Kota Jambi, Dia menyebut ada dana sebesar 144 miliar yang kontraknya hingga tahun di 2026, dengan fokus utamanya adalah pelebaran sungai.

“Ada sebanyak 51 titik untuk pengerjaan, namun kami akan mengerjakan sesuai dengan titik prioritas, dan kewenangan pihak Balai, diantaranya adalah pelebaran Sungai Asam dan juga beberapa titik bottleneck,” singkatnya.(*)




Gerakan Pangan Murah di Kota Jambi, Warga Dapatkan Bahan Pokok dengan Harga Lebih Murah

JAMBI,  SEPUCUKJAMBI.ID – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jambi menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) pada Selasa, 4 Maret 2025, sebagai bagian dari upaya untuk meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan.

Kegiatan ini melibatkan sejumlah pelaku usaha dan UMKM yang menjual berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan pasaran.

Evridal Asri, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jambi, menyebutkan bahwa GPM kali ini menyediakan berbagai bahan pokok seperti sayuran, cabai, bawang, dan bahan lainnya.

“Pada Gerakan Pangan Murah ini, kami bekerja sama dengan pelaku usaha dan UMKM untuk menyediakan bahan pangan dengan harga yang lebih murah,” jelas Evridal.

Baca juga: Harga Beras Terjangkau, Warga Rela Antre di Operasi Pasar Tugu Keris Siginjai

Baca juga: Mobil Pelaku Dimodifikasi, Polres Merangin Gagalkan Pengangkutan BBM Bersubsidi

Menurutnya, harga bahan pangan yang dijual dalam kegiatan ini bisa lebih rendah antara Rp 5.000 hingga Rp 10.000 dibandingkan dengan harga pasaran pada umumnya.

“Perbedaan harga ini tentunya menjadi kesempatan bagi warga untuk memperoleh bahan pangan yang lebih terjangkau,” tambahnya.

Warga yang datang menyambut baik kegiatan ini, karena harga yang ditawarkan sangat membantu dalam mengurangi pengeluaran rumah tangga.

Dengan harga yang lebih murah, mereka bisa membeli bahan pokok dengan jumlah yang lebih banyak.

Gerakan Pangan Murah ini diharapkan dapat terus berlangsung sebagai salah satu langkah strategis Pemkot Jambi dalam menjaga kestabilan harga bahan pangan dan membantu masyarakat, khususnya menjelang kebutuhan pangan yang meningkat.(*)