Raja Jambi pada masa ini menggunakan gelar Sanskerta yang menunjukkan legitimasi ketuhanan.
Pasca-runtuhnya hegemoni Palembang, pusat kekuasaan Srivijaya berpindah ke Jambi pada akhir abad ke-11, menjadikan rajanya sebagai Maharaja yang mengontrol Selat Melaka (Coedes, 1968, hal. 182).
3. Catatan China: Dinasti Tang hingga Ming
Dalam kronik Zhu Fan Zhi karya Zhao Rugua (1225), Jambi (Chan-pei) digambarkan sebagai negara kaya yang mengirimkan upeti berupa lada dan kemenyan.
Penguasa Jambi sangat lihai dalam diplomasi; mereka mengirimkan utusan ke kaisar China untuk mendapatkan pengakuan politik guna membendung ambisi Singasari atau Majapahit.
Hubungan ini murni pragmatisme ekonomi: perlindungan politik ditukar dengan akses prioritas terhadap barang dagangan (Wade, 2009, hal. 230).
C. Kerajaan Jambi: Transisi Antara Kerajaan Melayu Kuno dengan Kesultanan
Fase transisi ini merupakan periode paling dinamis dalam historiografi Jambi.
Pada masa Melayu Kuno di bawah pengaruh Srivijaya, Jambi dipimpin oleh raja-raja yang memegang teguh konsep Devaraja.
Salah satu nama besar yang muncul dalam fragmen sejarah dan prasasti adalah Maharaja Srimat Trailokyaraja Maulibhusana Warmadewa (abad ke-12).
Raja-raja ini mengelola imperium berbasis sungai Batanghari, menghubungkan hasil bumi pedalaman dengan pasar dunia (Wolters, 1970, hal. 45).
1. Nasab Putri Selaras Pinang Masak dan Peran Ahmad Salim
Transisi menuju fase Melayu Islam ditandai dengan kemunculan Putri Selaras Pinang Masak.
Secara genealogi, sang putri adalah putri dari Raja Dharmasraya, penguasa terakhir dari trah Melayu Kuno yang berafiliasi dengan Majapahit di wilayah hulu Batanghari pada abad ke-15.
Beliau memerintah sebagai Ratu yang mewarisi kedaulatan wilayah ayahnya di tengah surutnya pengaruh Majapahit pasca ekspedisi Pamalayu.
2. Munculnya Ahmad Salim (Datuk Paduko Berhalo)
Seorang bangsawan dan ulama Muslim dari Turki/Arab, menjadi katalisator perubahan fundamental.
Pernikahan Ahmad Salim dengan Putri Selaras Pinang Masak bukan sekadar penyatuan dua insan, melainkan integrasi politik-spiritual, yang kemudian memperbaiki tatanan kenegaraan Jambi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







