Menjaga Api Sumpah Pemuda di Tengah Krisis Integritas Pers

Rizal Zebua, Wartawan aktif di Provinsi Jambi
Dengarkan

Sebab, ketika informasi menjadi dasar masyarakat mengambil keputusan, kesalahan jurnalistik dapat melahirkan dampak yang jauh melampaui satu halaman berita.

Menjaga api Sumpah Pemuda dalam jurnalisme berarti memastikan bahwa setiap kata memiliki tanggung jawab, setiap fakta melalui pemeriksaan, dan setiap berita tetap berpihak pada kepentingan publik.

Baca juga:  Omnibus Law dan Tantangan Yuridis dalam Pembentukan Peraturan Daerah

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan pers bukan sekadar seberapa banyak berita yang terbit atau seberapa tinggi jumlah klik yang diperoleh.

Ukuran yang lebih mendasar adalah seberapa besar jurnalisme membantu masyarakat memahami kenyataan, mengawasi kekuasaan, dan menemukan kebenaran.

Di tengah badai industri media dan perubahan teknologi, idealisme tidak boleh menjadi barang mewah.

Baca juga:  Prabowo Tegas! Hukum Tak Boleh Jadi Alat Politik

Ia harus tetap menjadi fondasi. Sebab, selama pena masih digunakan untuk mencari dan menyampaikan kebenaran, api perjuangan para pemuda akan terus menyala dalam kehidupan pers Indonesia.

penulis adalah wartawan aktif di Provinsi Jambi(*)

image_pdfimage_print

Pos terkait