KAI Logistik Perkuat Pengelolaan Sampah sebagai Komitmen Implementasi ESG

Dengarkan

JAKARTA,SEPUCUKJAMBI.ID – KAI Logistik terus memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui berbagai inisiatif keberlanjutan di lingkungan kerja dan operasional perusahaan. Memasuki triwulan III 2026, perhatian perusahaan terhadap pengelolaan sampah semakin difokuskan melalui pengelolaan sampah yang dihasilkan dengan berkolaborasi bersama mitra pengelola sampah.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2025, sektor perkantoran secara nasional menyumbang 4,78% dari total timbulan sampah, atau setara dengan sekitar 1,77 juta ton per tahun. Meskipun kontribusinya relatif kecil dibandingkan sektor lainnya, pengelolaan sampah dari lingkungan perkantoran tetap menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi dampak terhadap lingkungan.

Manager Public Relations KAI Logistik, Adjeng Putri Adhatu, menyampaikan bahwa perusahaan memandang pengelolaan sampah sebagai salah satu langkah konkret yang dapat dilakukan pada lingkup terdekat yaitu lingkungan kerja.“Meski secara persentase kontribusi sampah dari sektor perkantoran tidak terlalu besar, tetap diperlukan upaya pengelolaan yang bertanggung jawab. Karena itu, KAI Logistik mulai memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya melalui pemilahan serta bekerja sama dengan mitra yang memiliki kompetensi dalam pengelolaan dan pemanfaatan sampah,” ujar Adjeng.

Sepanjang Agustus 2026, area Kantor Pusat KAI Logistik mencatatkan total timbulan sampah sebesar 753,5 kilogram. Seluruh sampah tersebut dikelola melalui proses pemilahan dari dan tidak terdapat sampah yang langsung dibuang ke tempat pemrosesan akhir (TPA). Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk mendorong pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab sekaligus mendukung penerapan prinsip ekonomi sirkular (circular economy).

Dari total timbulan tersebut, sampah plastik tercatat sebesar 185,2 kilogram atau 24,6%, sampah organik 136,2 kilogram atau 18,1%, kertas 113,8 kilogram atau 15,1%, kaca 6,3 kilogram atau 0,8%, dan logam 4,5 kilogram atau 0,6%. Sementara itu, sampah residu dan kategori lainnya mencapai 307,5 kilogram atau 40,8%.

image_pdfimage_print
Baca juga:  Harga Emas Antam Tembus Rp2,58 Juta per Gram, Investor Minati Logam Mulia

Pos terkait