Hutama Karya Ungkap Inovasi Jalan Tol: AI Deteksi Retakan, Data Real-Time hingga Pembatas Modular

Hutama Karya memamerkan teknologi AI pendeteksi kerusakan jalan, sistem pemeliharaan digital, dan pembatas tol modular untuk landasan pacu darurat di KRTJ 2026.
Dengarkan

BALIKPAPAN, SEPUCUKJAMBI.ID — PT Hutama Karya (Persero) memperkenalkan sejumlah inovasi teknologi untuk meningkatkan keselamatan dan efisiensi pengelolaan jalan tol.

Inovasi tersebut mencakup sistem kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi kerusakan jalan, platform pemantauan operasional secara real-time, hingga pembatas median modular yang dapat direlokasi untuk mendukung kebutuhan landasan pacu darurat.

Hutama Karya memamerkan teknologi tersebut dalam Konferensi Regional Teknik Jalan (KRTJ) ke-16 yang diselenggarakan Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI) pada 5–8 Oktober 2026 di Swiss-Belhotel Balikpapan, Kalimantan Timur.

Melalui partisipasi dalam forum teknik jalan tersebut, perusahaan pelat merah di bidang infrastruktur ini juga memaparkan hasil penelitian tentang digitalisasi aset jembatan dan penerapan prinsip keberlanjutan dalam pembangunan jalan tol.

Baca juga:  QR Code MyPertamina Mendadak Tidak Aktif, Pengguna Diminta Daftar Ulang

KRTJ ke-16 mengangkat tema “Ketahanan Infrastruktur Jalan dan Jembatan terhadap Bencana dan Perubahan Iklim” dengan subtema Asbuton.

Forum ini mempertemukan pemerintah, akademisi, praktisi, dan pelaku industri untuk membahas tantangan pembangunan serta pengelolaan infrastruktur jalan.

AI deteksi kerusakan jalan, laporan terhubung ke sistem operasional

Salah satu inovasi yang diperkenalkan Hutama Karya melalui anak usahanya, PT Hakaaston (HKA), adalah HKA Si Patrol. Teknologi ini memanfaatkan AI dan kamera pada kendaraan patroli untuk mengenali berbagai kerusakan permukaan jalan secara otomatis.

Sistem tersebut dapat mendeteksi lubang, retakan, retak buaya, tambalan, alur atau rutting, hingga marka jalan yang mulai memudar.

Baca juga:  Lonjakan Kendaraan di Tol Jambi, Hutama Karya Pastikan Layanan Tetap Aman

Setiap temuan dilengkapi koordinat lokasi, foto, dan tingkat keparahan. Data tersebut kemudian terhubung dengan Toll Road Operation and Maintenance System (TROMS), sehingga petugas dapat memantau kondisi jalan dan menentukan prioritas penanganan berdasarkan informasi lapangan.

Integrasi tersebut ditujukan untuk membantu pengelola jalan tol mengenali kerusakan lebih dini dan mengarahkan pekerjaan pemeliharaan secara lebih tepat sasaran.

HKA juga memperkenalkan TROMS sebagai platform terintegrasi untuk mengelola transaksi gerbang tol, pengendalian lalu lintas, patroli, penanganan gangguan, serta pemeliharaan rutin dan nonrutin.

Melalui pencatatan aktivitas dalam satu sistem, pengelola dapat memperoleh gambaran kondisi ruas secara lebih menyeluruh dan menggunakan data operasional untuk mendukung pengambilan keputusan.

Baca juga:  Setelah Dikritik, Oxford Revisi Unggahan dan Cantumkan Peneliti Indonesia

Direktur Utama HKA, M. Rozi Rinjayadi, mengatakan perusahaan mengembangkan inovasi tersebut untuk menjawab kebutuhan operasional sekaligus menjaga kualitas layanan jalan tol.

“Integrasi data operasional, deteksi dini kerusakan, dan pengendalian mutu material membantu kami menjaga keandalan jalan serta menentukan penanganan secara lebih tepat. Melalui forum ini, kami ingin memperkenalkan manfaat teknologi tersebut dan membuka ruang kolaborasi agar pengembangannya semakin relevan dengan kebutuhan di lapangan,” ujar Rozi.

image_pdfimage_print

Pos terkait