Proyek Jembatan Bailey di Bungo Molor, Kemacetan Meningkat di Jalan Lintas Sumatera

MUARABUNGO, SEPUCUKJAMBI.ID – Pembangunan jembatan Bailey darurat di Jalan Lintas Sumatera, tepatnya di KM 60, yang menghubungkan Provinsi Jambi dengan Sumatera Barat, mengalami sedikit keterlambatan.

Proyek yang sebelumnya dijadwalkan selesai pada Minggu (9/3), terpaksa molor satu hari akibat kondisi cuaca yang tidak mendukung.

Jembatan Bailey ini dibangun setelah akses utama putus akibat longsor pada Minggu (2/3), sehingga mempengaruhi jalur transportasi antara kedua provinsi.

Meskipun demikian, pada Senin (10/3), para pekerja konstruksi masih terlihat aktif menyelesaikan pengerjaan, termasuk pemasangan komponen lantai dan penambahan elemen lainnya untuk menyelesaikan jembatan darurat tersebut.

Baca juga:  Bupati BBS Instruksikan Perbaikan Jembatan Desa Suko Awin Jaya untuk Lancarkan Ekonomi

Baca juga:  Jembatan Gantung di Kecamatan Pelawan Terancam Roboh, Bupati H Hurmin Siapkan Langkah Darurat

Koordinator Direktorat Jenderal Bina Marga (DJBM) Provinsi Jambi, Diaz Sodiq, yang memantau langsung proyek ini, mengungkapkan bahwa hingga saat ini, pengerjaan jembatan telah mencapai 70 persen dan diperkirakan akan selesai pada sore hari ini.

Diaz menjelaskan bahwa keterlambatan ini terjadi karena faktor cuaca buruk yang memperlambat proses konstruksi.

“Pengerjaan sedikit molor dari jadwal karena cuaca, sehingga mundur satu hari. Mudah-mudahan sore ini sudah selesai,” ujar Diaz Sodiq saat dihubungi.

Dia juga menghimbau agar masyarakat tidak mendekati lokasi proyek untuk menjaga keselamatan, mengingat adanya alat berat yang sedang beroperasi di area tersebut.

Baca juga:  Jalan Alternatif Muara Bungo Terancam Putus, Pengendara Diminta Waspada

Baca juga:  Desak Perbaikan Jalan Nasional di Bungo, Ketua DPRD Jambi Hafiz Fattah: Sebelum Mudik Lebaran Harus Selesai

“Kami sudah memasang rambu-rambu agar masyarakat tidak mendekati lokasi kegiatan, karena ada alat berat yang sedang bekerja,” tambah Diaz.

Akibat penutupan sementara jalur utama, kemacetan panjang terjadi di sekitar lokasi proyek, dengan antrean kendaraan yang mencapai 5 kilometer.

Pengendara yang hendak melintasi jalur tersebut diminta untuk bersabar dan mengikuti arahan petugas di lapangan agar situasi lalu lintas dapat kembali terkelola dengan baik.

Pemerintah Provinsi Jambi berharap pembangunan jembatan Bailey ini segera selesai dan dapat segera digunakan, sehingga akses transportasi antara Jambi dan Sumatera Barat dapat kembali normal.

Baca juga:  Terminal Rawasari dan Pasar Bakal Direvitalisasi, Walikota Maulana: Dukung Ekonomi dan Kreativitas Anak Muda

Baca juga:  OJK Resmi Terapkan POJK Baru, tentang Derivatif Keuangan Berbasis Efek

Pembangunan jembatan darurat ini diharapkan menjadi solusi sementara untuk memperlancar mobilitas barang dan orang antarprovinsi, terutama setelah terputusnya akses akibat bencana longsor.(*)




Zakat Fitrah 2025 di Kabupaten Bungo, Ini Besaran dan Cara Pembayarannya

MUARABUNGO, SEPUCUKJAMBI.ID – Besaran atau tingkatan kadar zakat fitrah untuk tahun 1446 Hijriyah atau 2025 Masehi, di Kabupaten Bungo telah ditetapkan.

Penetapan kadar zakat ini dilakukan berdasarkan hasil rapat bersama yang melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk Dinas Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan, Kabag Kesra, Bulog, dan MUI.

Dalam surat yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Bungo dan Kemenag, dijelaskan bahwa, besaran zakat fitrah tahun ini ditentukan berdasarkan jenis beras yang dikonsumsi oleh masyarakat setempat.

Zakat fitrah dalam bentuk beras ditetapkan sebesar 2,5 kg per jiwa, sesuai dengan jenis beras yang biasa dikonsumsi oleh pembayar zakat.

Baca juga:  Besaran Zakat Fitrah Kota Jambi Tahun 2025 Sudah Ditetapkan, Berikut Rinciannya

Baca juga:  Gasak Aktivitas PETI, Polres Bungo Amankan Alat Berat di Desa Sungai Telang

Sementara itu, zakat fitrah dalam bentuk uang disesuaikan dengan harga beras yang berlaku di pasaran sebagai berikut:

  • Harga beras tertinggi: Rp58.000
  • Harga beras menengah: Rp45.000
  • Harga beras terendah: Rp42.000

Pembayaran zakat fitrah dapat dilakukan mulai tanggal 1 Ramadhan hingga sebelum terbit matahari pada 1 Syawal 1446 H.

Masyarakat diimbau untuk membayar zakat fitrah melalui Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) setempat guna memastikan distribusi zakat yang tepat.

Baca juga:  Banjir Terjang Kampung Penual Kabupaten Bungo, Warga Mengungsi Ke Tempat Aman

Baca juga:  Desak Perbaikan Jalan Nasional di Bungo, Ketua DPRD Jambi Hafiz Fattah: Sebelum Mudik Lebaran Harus Selesai

Ketua MUI Kabupaten Bungo, Nm Sanusi menjelaskan bahwa, besaran zakat fitrah tahun ini telah disesuaikan dengan harga beras di pasaran.

“Zakat fitrah adalah kewajiban bagi setiap Muslim. Berdasarkan pendapat Imam Syafi’i, zakat fitrah harus dibayarkan dengan beras,” kata dia.

“Namun, masyarakat Indonesia umumnya membayar dengan uang, dan itu diperbolehkan menurut mazhab Imam Hanafi,” ujar Nm Sanusi.

Nm Sanusi juga menegaskan bahwa keputusan ini telah disepakati bersama oleh berbagai pihak terkait demi memastikan zakat fitrah dapat ditunaikan sesuai dengan kondisi ekonomi masyarakat.

Baca juga:  Status Banjir Siaga II, Dinas Damkar dan Pemyelamatan Kota Jambi Imbau Masyarakat Waspada

Baca juga:  Kapolres Sarolangun Ajak Anak Muda Bangun Kamtibmas Lewat Momen Buka Bersama

Dengan adanya ketentuan ini, diharapkan masyarakat Kabupaten Bungo dapat menunaikan zakat fitrah dengan tepat waktu dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan, sehingga dapat memberikan manfaat maksimal untuk yang membutuhkan.(*)




Laka Lantas di Jalan Sarolangun-Tembesi, Satu Tewas, Dua Terluka

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID – Kecelakaan Lalu Lintas di Sarolangun, Wanita 17 Tahun Tewas Setelah Tabrakan Motor dan Mobil

Kecelakaan maut kembali terjadi di wilayah hukum Polres Sarolangun pada Sabtu, 8 Maret 2025, sekitar pukul 18.05 WIB.

Kecelakaan ini melibatkan sebuah sepeda motor Yamaha Aerox dan mobil Suzuki Carry Pick Up, yang terjadi di Jalan Lintas Sarolangun-Tembesi, tepatnya di Desa Gurun Tuo Simpang, Kecamatan Mandiangin, Kabupaten Sarolangun.

Dalam peristiwa tragis tersebut, pengendara sepeda motor Yamaha Aerox, MG (17), seorang pelajar asal Desa Gurun Tuo, Mandiangin, Sarolangun, meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).

Baca juga:  Kapolres Sarolangun Ajak Anak Muda Bangun Kamtibmas Lewat Momen Buka Bersama

Baca juga:  Bupati Sarolangun Baru Dilantik, Gubernur Al Haris Beri Arahan Pembangunan Daerah

MG yang merupakan warga setempat meninggal setelah terlibat tabrakan dengan mobil Suzuki Carry Pick Up.

Sementara itu, pengemudi mobil Suzuki Carry Pick Up berinisial H (45), seorang pria asal Desa Rajawetan, Kecamatan Pancalang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, selamat dalam kecelakaan ini tanpa mengalami luka.

Namun, dua penumpang sepeda motor Yamaha Aerox, yaitu IA (15) dan AF (8), mengalami luka-luka.

IA mengalami luka di wajah, terutama di bagian dagu, sementara AF mengalami luka pada bagian kepala.

Baca juga:  Gerry Trisatwika Mulai Tugas sebagai Wakil Bupati Sarolangun, Siap Wujudkan Sarolangun Maju

Baca juga:  Status Banjir Siaga II, Dinas Damkar dan Pemyelamatan Kota Jambi Imbau Masyarakat Waspada

Kasat Lantas Polres Sarolangun, AKP Rio Rienaldy Siregar menjelaskan bahwa, kecelakaan berawal ketika mobil Suzuki Carry Pick Up yang melaju dari arah Sarolangun menuju Jambi.

Mobil ini lalu, bertabrakan dengan sepeda motor Yamaha Aerox yang melaju dari arah Jambi menuju Sarolangun. Kedua kendaraan tersebut terlibat tabrakan frontal di lokasi kejadian.

Pemeriksaan di lokasi kecelakaan menunjukkan bahwa pengendara sepeda motor Yamaha Aerox tidak dilengkapi dengan STNK, SIM, dan juga tidak mengenakan helm, yang merupakan pelanggaran lalu lintas.

Di sisi lain, pengemudi mobil Suzuki Carry Pick Up sudah dilengkapi dengan STNK dan SIM A yang sah.

Baca juga:  Diidentifikasi Melanggar Aturan, Tiga Perusahaan Minyakita Terancam Ditutup Menteri Pertanian

Baca juga:  Liga Europa Lebih Sulit dari Liga Champions, MU Siap Hadapi Arsenal di Old Trafford

Akibat kecelakaan ini, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp 10.000.000. Selain korban jiwa, dua orang lainnya mengalami luka ringan.

“Ini menjadi perhatian penting bagi kami, terutama terkait dengan kelengkapan berkendara dan keselamatan di jalan. Kami mengimbau agar pengendara selalu mematuhi peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama,” ujar Kasat Lantas AKP Rio Rienaldy Siregar.(*)




Banjir Rendam 20 Hektare Lahan Sawah di Aurgading, Petani di Bungo Terancam Gagal Panen

MUARABUNGO, SEPUCUKJAMBI.ID – Petani di Dusun Aurgading, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo, harus menghadapi kerugian besar akibat banjir yang merendam lahan sawah mereka.

Sekitar 20 hektare lahan cetak sawah, yang biasanya menjadi sumber penghasilan utama petani, kini dipastikan gagal panen setelah diterjang luapan Sungai Jujuhan.

Tanaman padi yang terendam banjir rata-rata berusia sekitar tiga bulan dan seharusnya siap panen dalam waktu dekat.

Namun, banjir mendadak yang datang dengan cepat menghilangkan harapan petani untuk memperoleh hasil panen yang baik tahun ini.

Baca juga:  Gasak Aktivitas PETI, Polres Bungo Amankan Alat Berat di Desa Sungai Telang

Baca juga:  Banjir Terjang Kampung Penual Kabupaten Bungo, Warga Mengungsi Ke Tempat Aman

Kaspur, salah satu petani di Aurgading, mengungkapkan kesedihannya atas musibah tersebut.

“Betul, untuk musim panen kali ini, dipastikan para petani yang mencetak sawah gagal panen akibat banjir luapan Sungai Jujuhan,” kata dia.

“Banyak petani sangat bergantung pada hasil padi sawah ini. Sekarang, mau Lebaran, malah terkena musibah. Kami berharap pemerintah dapat memberikan bantuan kepada petani yang terdampak banjir ini,” ujar Kaspur.

Tak hanya di Aurgading, kondisi serupa juga dialami petani di Bukit Sari dan Kuamang, di mana puluhan hektare lahan cetak sawah di daerah tersebut juga terendam banjir.

Baca juga:  Jalan Alternatif Muara Bungo Terancam Putus, Pengendara Diminta Waspada

Baca juga:  Jalan Lintas Bungo - Dharmasraya Putus, Ini Rute Alternatif yang Bisa Dilalui

Selain padi, lahan jagung seluas 25 hektare juga mengalami gagal panen akibat genangan air yang tak kunjung surut.

Banjir yang melanda kawasan ini tidak hanya merugikan petani secara ekonomi, tetapi juga mengancam ketahanan pangan di wilayah tersebut.

Para petani berharap ada perhatian lebih dari pemerintah, baik dalam bentuk bantuan darurat maupun langkah jangka panjang untuk mengatasi banjir musiman yang kerap terjadi setiap musim penghujan.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait mengenai langkah yang akan diambil untuk membantu petani yang terdampak.

Baca juga:  MK Putuskan Pemungutan Suara Ulang di 21 TPS Bungo, Ini Penyebabnya

Baca juga:  Terungkap! Surat Suara Tercoblos Sekaligus Ditemukan dalam Kasus Pemilu Bungo 2024

Namun, para petani berharap ada kompensasi atau bantuan agar mereka bisa kembali bangkit dan menggarap lahan pertanian mereka setelah air surut.

Musibah ini menjadi pengingat betapa pentingnya perbaikan sistem irigasi dan mitigasi banjir yang lebih baik di daerah rawan luapan sungai, agar petani tidak terus-menerus mengalami kerugian setiap musim penghujan tiba.(*)




Penggerebekan di Desa Pulau Kayu Aro, Polisi Tangkap AS dengan Sabu dan Uang Rp 1.5 Juta

SENGETI, SEPUCUKJAMBI.ID – Seorang pria berinisial AS (31), warga RT 17 Kelurahan Sengeti, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, ditangkap oleh anggota Resnarkoba Polres Muaro Jambi.

Penangkapan ini berlangsung di salah satu toko di RT 03 Desa Pulau Kayu Aro, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi.

Penangkapan tersebut dilakukan setelah adanya laporan dari masyarakat terkait peredaran narkotika di lokasi tersebut.

Kasi Humas Polres Muaro Jambi, AKP Saaludin menjelaskan bahwa, penangkapan terhadap AS berawal dari laporan warga yang mencurigai adanya aktivitas peredaran narkotika di sekitar toko tempat AS berada.

Baca juga:  Bupati Muaro Jambi Ajak ASN Bangun Sinergi dalam Mewujudkan Visi Misi Daerah

Baca juga:  Tradisi Ziarah Kubur Desa Kedemangan Muaro Jambi, Ajang Silaturahmi Menyambut Bulan Suci Ramadan

“Dari laporan tersebut, kami langsung melakukan penggerebekan dan menemukan seorang pria bernama AS yang saat itu berada di toko tersebut,” kata AKP Saaludin.

Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang bukti yang terkait dengan narkotika jenis sabu, yaitu:

  • Dua paket sabu dengan berat total 6,03 gram (brutto),
  • Sebuah timbangan digital,
  • Berbagai perlengkapan konsumsi sabu, seperti bong, kaca pirek, dan mancis.

Selain itu, dari dompet kecil dan tas merek Exsport yang dibawa tersangka, polisi juga menemukan:

  • Satu unit handphone Oppo A12,
  • Uang tunai sebesar Rp 1.500.000 yang diduga merupakan hasil transaksi narkoba.

Berdasarkan hasil interogasi awal, AS mengaku memperoleh sabu tersebut dari seseorang berinisial F, yang tinggal di Desa Pulau Kayu Aro.

Baca juga:  BBS dan Jun Mahir Dilantik oleh Presiden Prabowo, Terima Pesan Penting untuk Muarojambi

Baca juga:  Setelah Sebulan Kabur, Zul Ditangkap Kembali Polres Muaro Jambi di Desa Tantan

Saat ini, pihak kepolisian terus melakukan pengembangan untuk menangkap F, pemasok narkotika yang diduga terlibat dalam peredaran sabu di wilayah tersebut.

AKP Saaludin juga mengimbau kepada masyarakat untuk terus berperan aktif dalam memberikan informasi terkait peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Muaro Jambi.

“Kami berharap masyarakat dapat membantu kepolisian dengan memberikan informasi terkait peredaran narkoba demi menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah ini,” imbau AKP Saaludin.(*)




Jalan Alternatif Padang Lamo Dibuka Kembali, Kendaraan Hingga 30 Ton Bisa Melintas

MUARATEBO, SEPUCUKJAMBI – Jalan alternatif Padang Lamo yang terletak di Desa Teluk Kayu Putih kini telah dibuka kembali dan dapat dilalui oleh kendaraan bermuatan hingga 30 ton.

Namun, perlu diperhatikan bahwa sistem lalu lintas di jalur ini masih diberlakukan dengan sistem buka tutup, yang berarti kendaraan tidak dapat melintas secara bersamaan.

Untuk memastikan kelancaran lalu lintas di jalan tersebut, warga setempat telah memasang balok kelapa penghubung jalan yang kemudian ditimpa dengan plat baja yang dikirim oleh Dinas PUPR Provinsi Jambi.

Pemkab Tebo bersama Pemprov Jambi terus bekerja sama dalam menangani perbaikan infrastruktur jalan tersebut.

Baca juga:  Banjir Terjang Enam Kecamatan di Kabupaten Tebo, Ratusan Rumah Terdampak

Baca juga:  Keren! Pemkab Tebo Tambah Pasokan LPG 3 Kg ke Setiap Kecamatan

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tebo, Hendri Nora menjelaskan bahwa, pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jambi untuk melakukan perbaikan lebih lanjut.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Provinsi Jambi, mereka mengirimkan plat baja, dan nantinya akan kami letakkan di atas balok kelapa,” ungkap Hendri.

Saat ini, pihak Dinas PUPR Kabupaten Tebo juga tengah berupaya semaksimal mungkin, untuk memperbaiki sisi jembatan yang ambruk agar arus lalu lintas dari Jambi ke Sumbar dan sebaliknya dapat kembali lancar.

“Kami berharap secepatnya dapat mengatasi permasalahan ini agar tidak mengganggu arus lalu lintas,” tambahnya.

Baca juga:  Bupati Tebo Mulai Evaluasi Kabinet, Ingatkan ASN Tentang Efisiensi Anggaran 2025

Baca juga:  Waduh! Gaji PPPK Tahun 2025 di Tebo Belum Dianggarkan

Namun, Hendri juga mengingatkan bahwa, jalan Padang Lamo tidak layak dilalui oleh kendaraan dengan muatan lebih dari 8 ton.

Kondisi jalan yang sempit dan kurang pencahayaan pada malam hari dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

Oleh karena itu, ia mengimbau agar pengguna jalan lebih berhati-hati dan mengikuti petunjuk petugas yang ada di lapangan.

“Kami harap pengguna jalan dapat mengantisipasi, dan jika diarahkan petugas untuk menepi atau mengambil jalur alternatif lain, mohon untuk mengikuti arahan tersebut demi keselamatan bersama,” kata Hendri Nora.

Baca juga:  MUI Tebo Imbau Tempat Hiburan Malam dan Warem Tutup Selama Ramadan 2025

Baca juga:  Pimpin Apel, Wali Kota Maulana Tegaskan Tim Terpadu Tertibkan Gepeng dan Anjal Yang Resahkan Masyarakat

Pemerintah Daerah berharap semua pihak dapat bekerja sama menjaga keselamatan dan kelancaran lalu lintas selama proses perbaikan berlangsung.

Dengan kerjasama dan perhatian dari pengguna jalan, diharapkan proses perbaikan infrastruktur ini dapat segera selesai tanpa mengganggu kelancaran lalu lintas.(*)




Kapolres Sarolangun Ajak Anak Muda Bangun Kamtibmas Lewat Momen Buka Bersama

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID – Kapolres Sarolangun, AKBP Budi Prasetya, S.IK, M.SI, menunjukkan cara unik untuk melibatkan anak muda dalam menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Dalam berbagai kegiatan sosialnya, Kapolres sering mengajak mahasiswa, organisasi kepemudaan (OKP), dan bahkan remaja eks geng motor untuk bersama-sama berbuat kebaikan.

Pada Sabtu, 8 Maret 2025, sekitar pukul 17.00 WIB, rumah dinas Kapolres Sarolangun dipenuhi anak-anak muda dari berbagai latar belakang, baik mahasiswa maupun komunitas motor.

Mereka berkumpul untuk melaksanakan kegiatan Buka Bersama yang digelar dengan penuh keakraban.

Baca juga:  Bupati Sarolangun Baru Dilantik, Gubernur Al Haris Beri Arahan Pembangunan Daerah

Baca juga:  Gerry Trisatwika Mulai Tugas sebagai Wakil Bupati Sarolangun, Siap Wujudkan Sarolangun Maju

Hadir dalam acara tersebut, Bupati Sarolangun, H. Hurmin, S.E, Waka Polres Sarolangun, Kompol Amos Yosua Viclonar Lubis, S.H, Pabung 0420/Sarko, Mayor CHK Dedi Afrizal, S.H., MH,  Para pejabat Polres Sarolangun, Ketua Cabang Bhayangkari Polres Sarolangun beserta pengurus, Mahasiswa, OKP, dan remaja eks geng motor Sarolangun.

Acara tersebut berlangsung di bawah tenda dengan suasana yang jarang ditemukan, di mana para pejabat dan anak muda duduk bersama di atas terpal dengan menu buka puasa yang disajikan di atas daun pisang.

Pemandangan ini menyimbolkan kebersamaan tanpa perbedaan, sebuah langkah luar biasa dalam membangun hubungan yang harmonis di tengah masyarakat.

Kapolres Sarolangun menjelaskan bahwa acara ini memiliki makna penting dalam membangun kebersamaan.

Baca juga:  Majukan Sektor UMKM, Wali Kota Maulana Buka Bedug Fest Bazar Ramadhan Bahagia 1446 Hijriah

Baca juga:  Bentuk Kepedulian, Polres Kerinci Bagikan Takjil dan Beri Imbauan Lalu Lintas di Ramadan

“Kami sengaja duduk bersama di lantai dengan menu buka puasa di atas daun pisang, sebagai simbol kebersamaan tanpa memandang usia atau jabatan. Kami ingin saling melengkapi dan menjaga satu sama lain untuk membangun Kamtibmas yang aman dan kondusif,” ujar Kapolres.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Ketua Bhayangkari, pengurus, mahasiswa, OKP, dan komunitas motor Sarolangun atas kolaborasinya dalam acara ini.

“Ini adalah bentuk sinergitas yang baik. Menu buka puasa yang kami nikmati tadi adalah hasil kerja sama yang luar biasa,” tambahnya.

Bupati Sarolangun, H. Hurmin, S.E, juga mengapresiasi langkah Kapolres Sarolangun. Ia menyebutkan, kegiatan berbagi di bulan Ramadhan sangat penting dalam meningkatkan silaturahmi dan membantu masyarakat.

Baca juga:  Bikin Ngiler! Ini Pilihan Es Seger Jelang Berbuka Puasa Hari Ini

Baca juga:  Semangat Ramadan, Ditpolairud Polda Jambi Gelar Khataman Al-Qur'an dan Berbagi Takjil

“Bulan Ramadhan adalah momen yang tepat untuk mempererat persaudaraan dan meningkatkan kepedulian sosial. Kami mengajak masyarakat untuk menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk dan meraih ketakwaan,” tegas Bupati Hurmin.

Dengan kegiatan ini, Kapolres Sarolangun tidak hanya mengajak anak muda untuk berpartisipasi dalam kegiatan positif, tetapi juga berkontribusi langsung dalam menciptakan suasana yang aman, damai, dan harmonis di Kabupaten Sarolangun.(*)




Bentuk Kepedulian, Polres Kerinci Bagikan Takjil dan Beri Imbauan Lalu Lintas di Ramadan

KERINCI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kapolres Kerinci, AKBP Arya Tesa Brahmana, S.I.K., bersama Para PJU Polres Kerinci melaksanakan kegiatan sosial dengan membagikan takjil kepada masyarakat Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci pada Jumat, (7/3/2025) pukul 16.50 WIB.

Pembagian takjil ini dilakukan di depan Pos Lantas Sungai Penuh sebagai bentuk kepedulian Polres Kerinci kepada masyarakat yang tengah menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan.

AKBP Arya Tesa Brahmana, S.I.K., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Polres Kerinci untuk berbagi kebahagiaan dan kebersamaan dengan masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadan.

“Kami ingin membagikan kebahagiaan dan kebersamaan dengan masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadan,” ujar Kapolres Kerinci.

Baca juga:  Polres Kerinci Ungkap Kasus Kekerasan Seksual Anak, Pelaku Ditangkap di Desa Koto Tengah

Baca juga:  Lakukan Patroli Rutin, Polres Kerinci Sasar Lokasi Miras dan Titik Rawan Kejahatan

Kapolres juga berharap kegiatan ini dapat mempererat hubungan antara Polres Kerinci dan masyarakat, serta membantu mereka yang membutuhkan.

“Semoga kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga dapat memperkuat ikatan antara kami dan warga,” tambahnya.

Selain pembagian takjil, Kapolres Kerinci turut memberikan himbauan kepada pengendara yang melintas untuk tetap berhati-hati dan mematuhi peraturan lalu lintas.

“Selama bulan Ramadan, kami juga mengimbau agar para pengendara tetap mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama,” ungkapnya.

Baca juga:  Kasus Korupsi PJU 2023, Kejari Sungai Penuh Amankan Dokumen Penting dari Dishub Kerinci

Baca juga:  Petani Kerinci Senang, Harga Karet Melejit di Atas 11 Ribu per Kilogram

Kegiatan pembagian takjil ini berlangsung dengan aman, kondusif, dan tertib. Polres Kerinci berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan sosial lainnya yang dapat membantu masyarakat dan mempererat hubungan antara kepolisian dan warga.(*)




Polda Jambi dan Kementerian ESDM Investigasi Kerusakan Lingkungan di Koto Boyo Batanghari

MUARABULIAN, SEPUCUKJAMBI.IDTim Gabungan yang terdiri dari Ditreskrimsus Polda Jambi, Polres Batanghari, Kementerian ESDM, dan Dinas Lingkungan Hidup melakukan pengecekan di lokasi tambang yang belum direklamasi.

Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (6/3/2025), di kawasan yang menjadi sorotan terkait keberadaan lubang tambang yang dibiarkan terbuka.

Ini dilakukan menindaklanjuti desakan publik terkait kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas tambang batu bara di Koto Boyo, Batanghari,

Pengecekan lapangan dipimpin langsung oleh Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jambi, AKBP Wendi Oktariansyah, yang didampingi oleh Kasat Reskrim Polres Batanghari, AKP Husni Abda, S.I.K., M.H., serta perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Inspektur Tambang Kementerian ESDM.

Baca juga:  Respon Keluhan Masyarakat, Wali Kota Maulana Tutup 9 Pos Retribusi Parkir Di Kawasan Pasar

Baca juga:  Pimpin Apel, Wali Kota Maulana Tegaskan Tim Terpadu Tertibkan Gepeng dan Anjal Yang Resahkan Masyarakat

Tim ini melakukan inspeksi terhadap sejumlah lubang tambang besar yang kini telah membentuk danau-danau yang berpotensi merusak ekosistem lingkungan.

Shinta Hendra, Kasi Gakkum Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jambi, menyebutkan bahwa tim gabungan telah melakukan pengambilan sampel di dua titik lokasi.

Sampel pertama diambil dari kolam yang mengalami limpasan, sementara sampel kedua diambil dari outlet kolam limbah di lokasi aktivitas tambang batu bara.

Kedua sampel ini akan diuji di UPTD Laboratorium Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jambi untuk memastikan tingkat pencemaran yang terjadi.

Baca juga:  Pemanfaatan QRIS dalam Sistem Parkir di Jambi, Maulana: Pendapatan Langsung Masuk ke Kas Daerah

Baca juga:  Sembilan Pos Retribusi Parkir Ditutup, Kadishub Kota Jambi Warning Para Jukir!

“Pengujian sampel ini akan memakan waktu sekitar 14 hari kerja untuk mendapatkan hasilnya. Setelah itu, hasilnya akan kami serahkan kepada Ditreskrimsus Polda Jambi untuk ditindaklanjuti,” ujar Shinta.

Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jambi, AKBP Wendi Oktariansyah, menjelaskan bahwa kegiatan pengecekan difokuskan pada IUP PT  Bumi Bara Makmur Mandiri (BBMM) di Desa Hajran, Kecamatan Bathin XXIV, Kabupaten Batanghari.

Tim gabungan memeriksa pit/pasang tambang yang ada, serta melakukan pengambilan titik koordinat dengan menggunakan drone untuk memantau aktivitas di lokasi tersebut.

“Pada pengecekan kali ini, kami menemukan tiga pit tambang yang masih aktif. Salah satu dari pit tersebut tergenang air akibat curah hujan yang tinggi. Selain itu, kami juga menemukan kerusakan pada kolam limbah (settling pond) yang bocor, menyebabkan air limbah langsung mengalir ke sungai,” ungkap AKBP Wendi.

Baca juga:  JBC Terancam Dihentikan Sementara, Jika Tidak Penuhi Kewajiban AMDAL dan Kolam Retensi

Baca juga:  Harga Cabai Merah Turun Drastis di Pasar Kuala Tungkal, Masyarakat Harap Stabil Sampai Lebaran Penurun

Selain itu, tim gabungan juga mengunjungi lokasi PT  Kurnia Alam Investama (KAI) untuk memeriksa titik koordinat dan menemukan aktivitas pertambangan yang tengah berlangsung.

Tak hanya itu, tim juga mengidentifikasi adanya tumpukan batu bara di PT. BHJ (Batu Hitam Jaya), yang menambah temuan-temuan terkait masalah tambang di daerah tersebut.

AKBP Wendi menegaskan bahwa tim gabungan kini tengah menggali lebih lanjut terkait penyebab kerusakan lingkungan ini.

“Kami sedang menyelidiki apakah kerusakan ini akibat kelalaian atau sengaja dilakukan oleh pihak perusahaan. Namun yang jelas, lubang-lubang tambang ini tidak boleh dibiarkan begitu saja,” tegasnya.

Baca juga:  Bupati Muaro Jambi Ajak ASN Bangun Sinergi dalam Mewujudkan Visi Misi Daerah

Baca juga:  Bupati BBS Instruksikan Perbaikan Jembatan Desa Suko Awin Jaya untuk Lancarkan Ekonomi

Selanjutnya, hasil pengecekan dan sampel yang telah diambil akan diperiksa lebih lanjut. Jika terbukti ada tindak pidana atau kerugian akibat kerusakan lingkungan, Polda Jambi dan tim gabungan akan segera mengambil langkah hukum yang diperlukan.

“Kami akan menindaklanjuti temuan ini dengan penyelidikan lebih lanjut, dan jika ada indikasi pelanggaran hukum, kami tidak akan ragu untuk menindak tegas,” pungkas AKBP Wendi.(*)




Gasak Aktivitas PETI, Polres Bungo Amankan Alat Berat di Desa Sungai Telang

MUARABUNGO, SEPUCUKJAMBI.ID – Gasak aktivitas PETI, Polres Bungo amankan satu alat berat di Desa Sungai Telang, Kecamatan Bathin 3 Ulu, Kabupaten Bungo.

Kapolres Bungo, AKBP Natalena Eko Cahyono mengatakan, penindakan tersebut dilakukan pada 26 Februari 2025 lalu.

Kejadian bermula ketika Kapolsek Rantau Pandan, Iptu Deni Saepudin, bersama anggotanya melakukan patroli dialogis sekitar pukul 13.00 WIB.

Dalam patroli tersebut, mereka menemukan satu unit alat berat jenis ekskavator yang beroperasi di Kampung Baru, Desa Sungai Telang, sekitar 1 km dari Pulau Cinta, yang terletak tepat di seberang jalan Muara Buat–Sungai Telang.

Baca juga:  Banjir Terjang Kampung Penual Kabupaten Bungo, Warga Mengungsi Ke Tempat Aman

Baca juga:  Jalan Alternatif Muara Bungo Terancam Putus, Pengendara Diminta Waspada

Menanggapi temuan ini, Kapolsek segera melaporkan kejadian tersebut kepada Kapolres Bungo.

Mendapatkan perintah untuk segera melakukan penindakan, tim kepolisian langsung menuju lokasi dan menemukan satu unit ekskavator merk SANY PC 135 warna kuning yang sedang digunakan untuk aktivitas PETI.

Saat tim kepolisian mendekat, salah satu pekerja di lokasi berteriak “kabur!”, yang membuat seluruh pekerja melarikan diri ke arah semak-semak.

Petugas segera memasang garis polisi (police line) di sekitar lokasi dan mengamankan beberapa barang bukti, antara lain:

  • 1 unit alat berat jenis ekskavator merk SANY PC 135
  • 1 lembar karpet
  • 1 potong selang
  • 1 buah dulang

Baca juga:  Breaking News: Jalan Jambi-Sumbar Via Bungo Putus

Baca juga:  KPU Kabupaten Bungo Siapkan Logistik, untuk PSU 21 TPS Pasca Putusan MK

Saat ini, alat berat yang diamankan masih dalam proses penyelidikan untuk mengungkap siapa pemilik alat, pemilik lahan, serta pihak yang terlibat dalam aktivitas PETI ilegal ini.

Jika terbukti adanya keterlibatan pemilik lahan maupun alat berat, pihak berwenang akan memproses mereka sesuai dengan hukum yang berlaku.

AKBP Natalena Eko Cahyono menegaskan bahwa, pihaknya berkomitmen untuk menindak tegas segala bentuk aktivitas PETI di wilayah hukum Polres Bungo

“Kami sudah sepakat untuk menindak tanpa tebang pilih, baik itu menggunakan dompeng, robin, maupun ekskavator. Kami ingin mewujudkan wilayah bebas PETI serta mengubah pola pikir pelaku agar tidak terbiasa melanggar hukum,” ujar Kapolres.

Baca juga:  Banjir Terjang Enam Kecamatan di Kabupaten Tebo, Ratusan Rumah Terdampak

Baca juga:  Kegiatan Sosial Polairud Polda Jambi: Bagi Takjil untuk Nelayan dan ABK Kapal di Bulan Ramadan

Pihak kepolisian juga bekerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan pemerintah provinsi untuk mengidentifikasi pemilik lahan yang digunakan dalam aktivitas PETI.

“Siapa pun pemilik alat dan pemodalnya akan kami telusuri,” tambah Kapolres Natalena.

Kapolres menjelaskan bahwa, pelaku aktivitas PETI ini dapat dijerat dengan Pasal 158 UU RI No 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas UU No 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, serta Pasal 55 Ayat (1) Ke-1e KUHPidana.

Dengan tindakan tegas ini, Polres Bungo berharap dapat memberantas aktivitas PETI yang merusak lingkungan dan menegakkan hukum dengan adil.

Baca juga:  Program Bidang Bina Marga Tanjab Timur 2024 Capai 100% Sukses, Ini Pedomannya

Baca juga:  Banjir Terjang Kampung Penual Kabupaten Bungo, Warga Mengungsi Ke Tempat Aman

Kapolres juga menambahkan bahwa tindakan ini merupakan bagian dari upaya untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah kerusakan yang lebih parah akibat praktik PETI yang ilegal.

Kepolisian berharap seluruh elemen masyarakat dapat bekerja sama dalam menjaga agar praktik ilegal ini tidak terus berkembang, demi kesejahteraan dan kelestarian alam Kabupaten Bungo.(*)