Petani Kerinci Senang, Harga Karet Melejit di Atas 11 Ribu per Kilogram

Tampak seorang petani tengah menyusun karet. Harga karet di Kerinci alami kenaikan harga
Dengarkan

KERINCI, SEPUCUKJAMBI.ID – Harga karet di Kabupaten Kerinci kini menunjukkan tren kenaikan yang menggembirakan bagi para petani.

Meskipun fluktuasi harga karet selama ini sering kali membuat petani cemas, mereka kini berharap harga bisa terus stabil agar tak ada lagi keraguan untuk menyadap karet.

Bustami, seorang petani dari Kecamatan Air Hangat Timur, menyatakan bahwa harga karet saat ini sudah cukup baik, di atas 11 ribu per kilogram.

Kenaikan ini sangat menggembirakan, terutama jika dibandingkan dengan beberapa bulan lalu ketika harga karet terjun bebas hingga hanya sekitar 8 ribu per kilogram.

Baca juga:  Cakupan 95 Persen, tetapi Iuran Macet: BPJS Kesehatan Jambi Tekor Rp300 Miliar

BACA JUGA: Menyegarkan Suasana Kerja di Tengah Cuaca Terik: Aktivitas Menarik untuk Dilakukan

BACA JUGA: Mahasiswa JISIP UNJA Raih Silver Medal dan Best Paper di Pekan Riset Ilmiah Nasional

“Kami sangat senang jika harga karet bisa tetap stabil di atas 11 ribu. Tak ada lagi kekhawatiran harga naik turun,” ungkap Bustami penuh harap.

Selama ini, harga karet yang tidak stabil seringkali membuat para petani kelimpungan.

Baca juga:  Peringati Tahun Baru Islam, Wali Kota Jambi Buka Festival Muharam 2025

Ketika harga turun drastis, banyak yang terpaksa mengurangi jumlah pohon karet atau bahkan beralih ke tanaman lain.

“Kami sangat berharap harga karet tidak lagi turun. Dengan harga 11 ribu, kami sudah bisa meraih keuntungan karena perawatan pohon karet juga memerlukan biaya,” tambahnya.

Arsad, petani lainnya, mengungkapkan rasa syukurnya karena harga karet saat ini sudah mencapai 11.200 per kilogram.

Menurutnya, meskipun harga ini cukup tinggi, petani masih berharap agar harga tetap bertahan lama.

Baca juga:  Wali Kota Jambi Maulana Lantik Ketua dan Pimpinan BAZNAS, Tegaskan Tata Kelola Zakat yang Profesional

“Kami senang dengan harga yang saat ini, namun kami tak bisa melupakan pengalaman pahit sebelumnya, ketika harga karet turun hingga hanya 600 per kilogram. Itu sangat mengecewakan kami,” ujar Arsad.

Para petani di Kerinci kini berharap agar harga karet dapat terus stabil, memberikan kepastian bagi mereka untuk kembali mengembangkan usaha karet tanpa rasa khawatir.(*)

image_pdfimage_print

Pos terkait