JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi menjamin pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun ajaran 2025 berlangsung lancar, transparan, dan tanpa kendala daya tampung.
Wali Kota Jambi, Maulana, menegaskan bahwa kapasitas sekolah di Kota Jambi cukup untuk menampung seluruh lulusan Sekolah Dasar (SD) tahun ini.
“Jumlah lulusan tahun ini sekitar 9.000 siswa, sementara daya tampung SMP negeri dan swasta di Kota Jambi mencapai 10.000 kursi. Artinya, semua anak dipastikan bisa tertampung,” ujar Maulana, Selasa (10/6/2025).
Maulana menjelaskan bahwa mekanisme penerimaan siswa menggunakan sistem berbasis online dengan skema zonasi sebagai jalur utama. Sistem ini dirancang untuk memprioritaskan siswa berdasarkan jarak tempat tinggal ke sekolah.
“Semakin dekat rumah siswa dengan sekolah, maka semakin besar peluang mereka diterima melalui jalur domisili,” jelasnya.
Selain jalur zonasi, Pemkot Jambi juga membuka jalur lainnya, seperti:
-
Jalur Prestasi, dengan pembobotan berdasarkan tingkat kejuaraan atau lomba.
-
Jalur Afirmasi, untuk siswa dari keluarga kurang mampu.
-
Jalur Mutasi Orang Tua, bagi anak dari pegawai yang berpindah tugas, seperti TNI/Polri atau ASN vertikal.
“Semua jalur memiliki porsi yang sudah diatur secara adil. Sistem ini mendorong akses pendidikan yang merata dan berkeadilan bagi seluruh warga,” tambah Maulana.
Wali Kota Maulana menegaskan, proses SPMB diawasi secara sistematis dan terbuka, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan terjadinya penyimpangan.
Ia juga mengimbau para orang tua untuk tidak memaksakan anak ke sekolah tertentu, karena semua SMP di Kota Jambi memiliki kualitas yang relatif setara.
“Jangan lagi terjebak pada anggapan sekolah favorit. Semua sekolah kita sudah terakreditasi baik, bahkan mayoritas akreditasi A,” tegasnya.
Pemkot Jambi juga terus mengembangkan program Sekolah Digital untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh di semua SMP.(*)







