Saleh Ridha Ingatkan Bahaya Kebocoran Data, Sekolah di Kota Jambi Diminta Perkuat Keamanan Digital

Kadis Kominfo Kota Jambi, saleh Ridha
Dengarkan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Jambi, Saleh Ridha, menekankan pentingnya perlindungan data pribadi di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Ia mengingatkan bahwa kemudahan mengakses dan menyebarkan informasi harus diimbangi dengan kewaspadaan agar data tidak jatuh ke tangan pihak yang tidak bertanggung jawab.

Menurut Saleh, lingkungan pendidikan membutuhkan perhatian khusus dalam membangun kesadaran keamanan informasi.

Tenaga pendidik tidak hanya perlu memahami cara menjaga data, tetapi juga berperan penting dalam menanamkan kebiasaan digital yang aman kepada peserta didik.

Pesan tersebut ia sampaikan dalam Sosialisasi Perlindungan Data Pribadi Tahun 2026 yang digelar Diskominfo Kota Jambi, Selasa 27 Oktober 2026.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta Universitas Jambi untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai risiko kebocoran data dan ancaman kejahatan siber.

“Di era teknologi yang semakin canggih, data dapat dengan mudah tersebar apabila kita tidak berhati-hati. Karena itu, pemahaman mengenai perlindungan data pribadi perlu ditingkatkan, terutama di lingkungan pendidikan. Para tenaga pendidik diharapkan mampu menerapkan prinsip keamanan informasi sekaligus meneruskan pengetahuan tersebut kepada peserta didik,” ujar Saleh.

Baca juga:  Wacana Sekolah Daring Kembali, Ini Peringatan Keras dari Wakil Ketua MPR

Saleh menilai pemanfaatan teknologi digital memberikan banyak kemudahan, mulai dari pertukaran informasi hingga mendukung aktivitas pendidikan dan pelayanan pemerintahan.

Namun, masyarakat dan institusi juga perlu memahami risiko yang muncul ketika mereka mengelola informasi tanpa memperhatikan aspek keamanan.

Menurutnya, perlindungan data tidak cukup hanya mengandalkan kecanggihan perangkat atau sistem.

Kesadaran pengguna dalam menjaga kerahasiaan informasi turut menentukan tingkat keamanan data yang mereka miliki dan kelola.

Di lingkungan pendidikan, perhatian terhadap keamanan sistem, jaringan, dan data menjadi bagian penting dalam pemanfaatan teknologi.

Sekolah perlu membangun kebiasaan yang mencegah penyebaran informasi sensitif, sekaligus membekali peserta didik dengan pemahaman mengenai ancaman di ruang digital.

Saleh juga mendorong tenaga pendidik untuk meneruskan pengetahuan mengenai keamanan informasi kepada siswa.

Langkah ini penting agar literasi digital tidak sebatas kemampuan menggunakan perangkat dan aplikasi, tetapi juga mencakup pemahaman tentang privasi, keamanan akun, serta risiko penyalahgunaan data pribadi.

Baca juga:  Bantuan Rp154 Juta dari Pemkot Jambi, Meringankan Beban Korban Bencana

Dalam kegiatan yang sama, Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, turut menyoroti kebiasaan masyarakat menggunakan aplikasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), seperti ChatGPT dan Meta AI, untuk mencari informasi hingga menceritakan persoalan pribadi.

Diza mengingatkan bahwa kemudahan dan kenyamanan menggunakan layanan digital tidak boleh membuat masyarakat mengabaikan privasi.

Pengguna perlu berhati-hati ketika memasukkan informasi sensitif ke aplikasi, termasuk memahami kebijakan privasi dan ketentuan pengelolaan data pada setiap layanan.

Ia menilai kebiasaan tersebut tidak hanya ditemukan pada generasi muda, tetapi juga kalangan milenial.

Karena itu, pemahaman mengenai keamanan informasi perlu menjangkau berbagai kelompok masyarakat.

Peringatan ini memperkuat pentingnya edukasi yang mendorong masyarakat menggunakan teknologi secara bijak.

Pengguna perlu membatasi informasi pribadi yang mereka bagikan, menjaga keamanan akun, dan tidak sembarangan memasukkan data rahasia ke platform digital.

Melalui sosialisasi tersebut, Diskominfo Kota Jambi mendorong terbentuknya budaya sadar keamanan informasi di lingkungan pendidikan dan pemerintahan.

Pengetahuan dari narasumber BSSN dan Universitas Jambi diharapkan dapat membantu peserta mengenali ancaman siber serta menerapkan langkah perlindungan data dalam aktivitas sehari-hari.

Baca juga:  Dua Dermaga Apung Diserahkan Ketua DPRD Kota Jambi, Dorong Geliat UMKM Danau Sipin

Upaya tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

Tenaga pendidik perlu membangun kebiasaan digital yang aman di sekolah, keluarga perlu mengawasi penggunaan teknologi secara bijak, sementara instansi pemerintah perlu menjaga sistem dan informasi yang mereka kelola.

Masyarakat juga dapat mengambil langkah sederhana untuk mengurangi risiko kebocoran data, seperti menggunakan kata sandi yang kuat, mengaktifkan autentikasi multifaktor jika tersedia, menghindari tautan mencurigakan, serta membatasi penyebaran dokumen dan informasi sensitif.

Bagi Saleh, peningkatan pemahaman mengenai perlindungan data pribadi menjadi bagian penting dalam menghadapi perkembangan teknologi.

Pemanfaatan teknologi yang aman dan bertanggung jawab membutuhkan keseimbangan antara kemampuan digital, kewaspadaan pengguna, dan pengelolaan informasi yang baik.

Melalui kegiatan ini, Pemkot Jambi berharap kesadaran terhadap keamanan informasi semakin tumbuh dan menjadi kebiasaan di lingkungan sekolah, keluarga, maupun instansi pemerintahan.(*)

image_pdfimage_print

Pos terkait