Di Bandung, Rudi Ismail mengusung tema street lifestyle dengan sentuhan kultur otomotif retro.
Dominasi warna kuning, logo Mooneyes, serta penggunaan beberapa komponen racing menciptakan tampilan yang ekspresif dan dekat dengan budaya otomotif anak muda.
Berbeda lagi dengan Muhammad Elmoza asal Makassar yang mengangkat kekayaan budaya Sulawesi melalui konsep Adventure Utility Scooter.
Motor tampil dengan rak barang berukuran besar, aksesori pelindung, grafis ilustratif, motif checkerboard, hingga sentuhan street art yang memberikan kesan petualang sekaligus modern.
Sementara dari Yogyakarta, Febri Irwantos menghadirkan konsep Clean Retro Look melalui Yamaha Fazzio Hybrid bernama “Fazzitos”.
Dominasi warna putih mutiara dipadukan grafis minimalis dan aksen papan catur menghadirkan nuansa klasik yang elegan tanpa meninggalkan karakter urban masa kini.
Febri menilai Yamaha Fazzio Hybrid memberikan kebebasan bagi penggunanya untuk menuangkan kreativitas sesuai karakter masing-masing.
“Senang sekali hasilnya bisa mendapat apresiasi sebagai Best of The Best di Yamaha CLASSY Modifest 2026. Semoga karya ini bisa menjadi inspirasi bagi teman-teman yang ingin mulai memodifikasi motornya,” ujarnya.
Melalui Yamaha CLASSY Modifest 2026, Yamaha berharap budaya modifikasi di Indonesia terus berkembang ke arah yang lebih kreatif, personal, dan inspiratif.
Ajang ini sekaligus menjadi wadah bagi para pengguna Yamaha Fazzio Hybrid untuk berbagi ide serta menunjukkan bahwa modifikasi bukan hanya soal tampilan, tetapi juga identitas dan gaya hidup.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







