Kehadiran mereka disambut antusias oleh para pendukung yang telah lama menanti kebangkitan La Albirroja.
Kekuatan Paraguay tetap berada di sektor pertahanan yang dipimpin Gustavo Gomez, Fabian Balbuena, dan Junior Alonso.
Sementara di lini depan, Julio Enciso, Miguel Almiron, dan Antonio Sanabria siap menjadi pembeda.
Meski tidak diunggulkan, Paraguay dikenal sebagai tim yang sulit dikalahkan dan sering merepotkan lawan-lawan besar dalam turnamen internasional.

Skuad Paraguay
Kiper: Orlando Hill, Gaston Oliveira, Roberto Fernandez
Bek: Juan Caceres, Gustavo Velazquez, Gustavo Gomez, Junior Alonso, Jose Canale, Omar Alderete, Alejandro Maidana, Fabian Balbuena
Gelandang: Diego Gomez, Mauricio Magalhaes, Damian Bobadilla, Braian Ojeda, Andres Cubas, Matias Galarza, Kaku, Ramon Sosa, Miguel Almiron
Penyerang: Gustavo Caballero, Alex Arce, Gabriel Avalos, Isidro Pitta, Julio Enciso, Antonio Sanabria
Australia Pertahankan Konsistensi
Australia kembali mencatatkan sejarah dengan lolos ke putaran final Piala Dunia untuk keenam kalinya secara beruntun.
Konsistensi tersebut menunjukkan perkembangan sepak bola Negeri Kanguru yang semakin stabil dalam dua dekade terakhir.
Skuad asuhan Tony Popovic memadukan pemain senior dan talenta muda.
Sosok berpengalaman seperti Mathew Ryan, Aziz Behich, dan Martin Boyle tetap menjadi tumpuan, sementara nama-nama muda seperti Nestory Irankunda dan Cristian Volpato siap memberikan energi baru.
Australia dikenal sebagai tim dengan organisasi permainan yang disiplin dan daya juang tinggi. Karakter tersebut berpotensi membuat mereka menjadi kuda hitam di Grup D.

Skuad Australia
Kiper: Ryan, Izzo, Beach
Belakang: Behich, Bos, Burgess, Circati, Degenek, Geria, Herrington, Italiano, Souttar, Trewin
Gelandang: Devlin, Hrustic, Irvine, Metcalfe, Okon-Englster, O’Neill
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







