Nonton Bareng Piala Dunia 2026 di Jambi Digelar Besar-besaran, UMKM Siap Panen Rezeki

TRIBUNJAMBI.COM – Kebijakan Pemerintah Pusat yang memangkas alokasi Dana Desa (DD) untuk mendukung program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menuai protes dari para kepala desa di Kabupaten Muaro Jambi. Pemangkasan anggaran yang dinilai cukup besar tersebut disebut berdampak pada terhambatnya pembangunan infrastruktur dan pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat di tingkat desa. Kepala Desa Mudung Darat, Muhammad Ali, mengatakan pemotongan Dana Desa di wilayahnya mencapai sekitar 65 persen. Kondisi itu membuat pemerintah desa harus menunda berbagai program pembangunan fisik yang sebelumnya telah direncanakan. "Pemotongan ini sangat memukul kami. Ditambah lagi, kebutuhan dan kondisi setiap desa berbeda-beda, sehingga tidak bisa disamaratakan untuk langsung diwajibkan membentuk koperasi tersebut," kata Ali. Keluhan serupa disampaikan Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Muaro Jambi yang juga Kepala Desa Niaso, Sarkoni. Menurut Sarkoni, dampak kebijakan tersebut tidak hanya dirasakan desa-desa di Muaro Jambi, tetapi juga oleh banyak desa di berbagai daerah di Indonesia. Ia menilai ruang gerak pemerintah desa untuk mengembangkan potensi dan memenuhi kebutuhan masyarakat menjadi semakin terbatas karena sebagian besar anggaran telah dialokasikan untuk menjalankan program prioritas dari Pemerintah Pusat. Kondisi itu, menurutnya, juga diperberat dengan berkurangnya anggaran yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD). "Bisa dibilang pemerintah desa saat ini mati suri. Dana yang tersisa sekarang sebagian besar hanya cukup untuk membayar honor perangkat desa saja. Sementara anggaran untuk pembinaan masyarakat dan kegiatan pemberdayaan praktis sudah tidak ada lagi," ujar Sarkoni. Mewakili para kepala desa, Sarkoni meminta Pemerintah Pusat mengevaluasi dan mengkaji kembali kebijakan pemotongan Dana Desa tersebut agar dampaknya terhadap pembangunan dan perekonomian desa tidak semakin meluas. Di sisi lain, Sarkoni juga menanggapi anggapan sebagian masyarakat yang mengaitkan minimnya pembangunan desa dengan dugaan penyalahgunaan anggaran oleh kepala desa. Ia menegaskan pemerintah desa bekerja secara terbuka dan siap mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran sesuai ketentuan yang berlaku. "Masyarakat menuding uang dikorupsi karena pembangunan tidak ada. Bagaimana mau ada pembangunan, uangnya tidak ada," ujarnya. Karena itu, Apdesi berharap pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat juga menerapkan prinsip transparansi dalam setiap kebijakan yang berkaitan dengan pengelolaan anggaran desa sehingga masyarakat memperoleh informasi yang utuh mengenai kondisi keuangan desa. Baca juga: Cair Lagi Bansos BLT Dana Desa Rp300 Ribu, Ini Syarat dan Cara Cek Penerima Sumber: Tribun Jambi Artikel ini telah tayang di TribunJambi.com dengan judul Dana Desa Dipangkas untuk KDMP, Kades di Muaro Jambi Sebut Pembangunan Desa Terhambat, https://jambi.tribunnews.com/muaro-jambi/1199633/dana-desa-dipangkas-untuk-kdmp-kades-di-muaro-jambi-sebut-pembangunan-desa-terhambat. Penulis: Muzakkir | Editor: Heri Prihartono
Dengarkan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi menyiapkan gelaran nonton bareng (nobar) akbar untuk pertandingan semifinal hingga final Piala Dunia 2026.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan masyarakat, tetapi juga akan melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam skala besar.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jambi, Ariansyah, mengatakan bahwa persiapan nobar telah masuk tahap perencanaan dan akan digelar di dua titik utama dengan melibatkan banyak pihak.

“Kami sudah menyiapkan nonton bareng Piala Dunia, rencananya di dua lokasi, nantinya akan menggandeng pelaku UMKM,” ujar Ariansyah di Kota Jambi, Senin 6 Juli 2026.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut akan digelar pada fase krusial turnamen, yakni saat babak semifinal dan partai final Piala Dunia 2026 yang diprediksi akan menyedot perhatian publik secara luas.

Berdasarkan hasil rapat awal, nobar semifinal direncanakan berlangsung pada 15–16 Juli 2026.

Dua lokasi yang disiapkan yakni pelataran Kantor Gubernur Jambi dan halaman Kantor RRI Jambi.

Namun, kedua opsi tersebut masih dalam tahap kajian, terutama untuk menyesuaikan kapasitas penonton serta ruang bagi pelaku UMKM yang akan membuka lapak.

Sementara itu, untuk partai final yang dijadwalkan pada 20 Juli 2026, Pemprov Jambi menyiapkan lokasi khusus di depan Rumah Dinas Gubernur Jambi sebagai pusat kegiatan nobar.

Untuk mendukung kemeriahan acara, pemerintah akan menyediakan layar videotron berukuran besar di seluruh titik pelaksanaan, baik pada semifinal maupun final.

Selain itu, masyarakat yang hadir juga berkesempatan mendapatkan berbagai doorprize yang telah disiapkan panitia.

Ariansyah menambahkan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari surat edaran Menteri Dalam Negeri yang mendorong pemerintah daerah untuk menyediakan ruang publik dan titik nobar dalam momentum Piala Dunia 2026.

“Kita akan mantapkan lagi dalam rapat akhir Jumat mendatang. Semua perangkat daerah akan dilibatkan, termasuk dinas yang membawahi UMKM. Kita juga siapkan hadiah menarik untuk masyarakat,” jelasnya.

image_pdfimage_print
Baca juga:  TPS 3R Ke-12 Resmi Beroperasi, Pemkot Jambi Perkuat Program Kota Tangguh

Pos terkait