Nadiyah Maulana Dorong Transformasi “New Posyandu” sebagai Pusat Layanan Masyarakat Terpadu di Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua Pembina Tim Posyandu Kita Jambi, Nadiyah Maulana, menyerukan pentingnya transformasi dan kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan konsep “New Posyandu”.

Dalam momentum pelantikan pengurus baru, Selasa 20 Mei 2025 Nadiyah menekankan bahwa, Posyandu kini harus menjawab tantangan zaman dengan menjalankan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Yang meliputi bidang kesehatan, pendidikan, perumahan, pekerjaan umum, ketentraman dan ketertiban masyarakat, serta perlindungan sosial.

Baca juga:  Evaluasi Pembatasan Solar Subsidi Kota Jambi, Walikota Jambi: Lalu Lintas Lancar, Antrean Berkurang

“Selama ini kita mengenal Posyandu sebagai tempat ibu-ibu kader menimbang balita, memberikan penyuluhan gizi, dan makanan tambahan,” kata dia.

” Tapi kini, Posyandu harus naik kelas. Ini bukan lagi hanya soal kesehatan, tetapi juga pelayanan publik yang lebih luas,” ujar Nadiyah.

Menurutnya, perubahan fungsi Posyandu selaras dengan arah kebijakan nasional di era New Port, yang menekankan penguatan peran kelembagaan berbasis masyarakat.

Baca juga:  Ivan Wirata Ajak Semua Perusahaan Jambi Dukung Zero ODOL

Ia menyebut bahwa, enam bidang SPM kini diwakili oleh para praktisi dalam kepengurusan yang baru saja dilantik.

Nadiyah juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, kader Posyandu, dan masyarakat untuk menghadirkan layanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga.

“Kita harus mampu menjadikan Posyandu sebagai wajah hadirnya pemerintah dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Ini adalah garda terdepan pelayanan publik,” tambahnya.

Baca juga:  Terminal Rawasari dan Pasar Bakal Direvitalisasi, Walikota Maulana: Dukung Ekonomi dan Kreativitas Anak Muda

Ia juga mengajak para ketua tim pembina Posyandu di tingkat kecamatan dan kelurahan untuk bersama-sama merevitalisasi peran Posyandu di wilayah masing-masing.

Dengan semangat baru dan komitmen kolaboratif, “New Posyandu” diharapkan menjadi model pelayanan sosial yang inovatif dan inklusif di Provinsi Jambi.(*)

image_pdfimage_print

Pos terkait