Kota Jambi Sulit Dikalahkan! Kembali Rebut Juara Umum MTQH Jambi untuk Kelima Kalinya

Kota Jambi kembali juara umum MTQH Jambi 2026 dengan 674 poin. Cetak sejarah lima kali beruntun dan hasilkan transaksi Rp2,5 miliar.
Dengarkan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dominasi Kota Jambi dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadis (MTQH) Tingkat Provinsi Jambi kembali berlanjut.

Kafilah Kota Jambi sukses mempertahankan gelar juara umum MTQH ke-55 Tahun 2026 dengan perolehan 674 poin.

Prestasi ini sekaligus mencatatkan sejarah sebagai kemenangan kelima secara berturut-turut.

Keberhasilan tersebut menempatkan Kota Jambi jauh di atas para pesaingnya.

Kabupaten Muaro Jambi menempati posisi kedua dengan 415 poin, sedangkan Kabupaten Tanjung Jabung Barat menyusul di peringkat ketiga dengan 402 poin.

Dewan Hakim mengumumkan hasil akhir perlombaan pada malam penutupan MTQH ke-55, Sabtu 7 November 2026, di Lapangan Utama Kantor Wali Kota Jambi.

Selisih 259 poin dari peringkat kedua memperlihatkan kuatnya posisi Kota Jambi dalam kompetisi keagamaan tingkat provinsi tersebut.

Namun, keberhasilan mempertahankan gelar lima kali berturut-turut juga menghadirkan tantangan baru, yakni menjaga konsistensi pembinaan agar prestasi tidak berhenti pada dominasi saat perlombaan.

Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha menyebut keberhasilan tersebut sebagai hasil kerja bersama seluruh elemen yang terlibat dalam pembinaan kafilah.

Menurut Diza, prestasi lima kali juara umum secara beruntun tidak lepas dari perjuangan para peserta, pelatih, pembina, dan pendamping yang mempersiapkan kafilah secara berkelanjutan.

Ia juga mengapresiasi panitia, Dewan Hakim, aparat keamanan, perangkat daerah, instansi vertikal, relawan, dan masyarakat yang turut menyukseskan penyelenggaraan MTQH ke-55.

Diza menegaskan, Pemerintah Kota Jambi akan terus menyediakan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan dan potensi di bidang keagamaan.

Menurutnya, penguatan nilai spiritual menjadi bagian penting dalam mewujudkan Kota Jambi Bahagia.

Ia juga berharap kebersamaan antarkafilah dan pemerintah daerah tetap terjaga meskipun pelaksanaan MTQH telah berakhir.

Gubernur Jambi, Al Haris menegaskan bahwa MTQH tidak boleh hanya menjadi ajang mengejar gelar juara.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut harus mendorong masyarakat memahami dan mengamalkan kandungan Al-Qur’an serta hadis dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut ia sampaikan saat menutup MTQH ke-55 yang turut dihadiri Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, para kepala daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta perwakilan instansi vertikal se-Provinsi Jambi.

“Janganlah kita hanya berpatokan kepada siapa yang menjadi juara. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana kita mengamalkan nilai-nilai dan isi kandungan Al-Qur’an dan hadis dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Al Haris.

Gubernur juga mengapresiasi seluruh kafilah dari 11 kabupaten/kota yang mengikuti berbagai cabang perlombaan.

Ia memastikan Dewan Hakim telah menjalankan penilaian berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Al Haris selanjutnya mendorong Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) di seluruh kabupaten/kota untuk memperkuat pembinaan peserta secara berjenjang, mulai dari desa, kecamatan hingga tingkat kabupaten dan kota.

Ia meminta para peraih prestasi agar tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, keberhasilan peserta juga harus tercermin dalam peningkatan ketakwaan, keimanan, dan perilaku sehari-hari.

Pemerintah Provinsi Jambi juga mulai mengarahkan perhatian pada persiapan MTQ Nasional ke-32 yang akan berlangsung di Provinsi DKI Jakarta.

Al Haris meminta LPTQ Provinsi Jambi memberikan pembinaan lanjutan kepada para peserta berprestasi MTQH ke-55. Persiapan tersebut mencakup pelatihan lebih intensif dengan melibatkan pelatih nasional.

“Kita latih kembali, kita gembleng kembali. Saya pesan agar pelatih nasional digunakan untuk persiapan menuju MTQ ke-32 di Provinsi DKI Jakarta,” tegasnya.

Langkah ini menjadi penting agar capaian di tingkat provinsi dapat berlanjut ke kompetisi nasional.

Konsistensi latihan, kualitas pelatih, serta kesinambungan pembinaan akan menentukan kesiapan kafilah Jambi menghadapi persaingan yang lebih luas.

Di luar persaingan prestasi keagamaan, MTQH ke-55 juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Kota Jambi.

Selama penyelenggaraan kegiatan, perputaran transaksi ekonomi tercatat mencapai Rp2,5 miliar.

Aktivitas tersebut melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pedagang kuliner, peserta bazar, serta pelaku ekonomi kreatif.

Kehadiran kafilah dan masyarakat dari berbagai kabupaten/kota turut meningkatkan aktivitas perdagangan di sekitar lokasi kegiatan.

Bazar UMKM dan berbagai aktivitas usaha menjadi salah satu ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produknya kepada pengunjung.

Angka transaksi Rp2,5 miliar tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan berskala provinsi dapat menghadirkan manfaat di luar sektor keagamaan.

Meski demikian, keberlanjutan dampak ekonomi bagi pelaku UMKM tetap menjadi hal penting agar manfaat kegiatan tidak hanya berlangsung selama acara.

Penutupan MTQH ke-55 juga menandai peralihan estafet penyelenggaraan kepada Kabupaten Tebo.

Pemerintah Kota Jambi menyerahkan bendera MTQH kepada Kabupaten Tebo yang akan menjadi tuan rumah MTQH ke-56 Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2027.

Serah terima tersebut menjadi penanda berakhirnya penyelenggaraan di Kota Jambi sekaligus dimulainya persiapan bagi tuan rumah berikutnya.

Rangkaian penutupan berlangsung meriah dengan pertunjukan drama kolosal bernuansa religi yang melibatkan kreativitas pelajar Kota Jambi.

Penampilan Syakir Daulay yang membawakan selawat Nabi turut menyemarakkan suasana di hadapan ribuan masyarakat.

Dengan berakhirnya MTQH ke-55, Kota Jambi meninggalkan dua catatan penting: keberhasilan sebagai tuan rumah dan pencapaian lima kali juara umum secara berturut-turut.

Tantangan berikutnya bukan hanya mempertahankan gelar, tetapi memastikan pembinaan generasi Qurani terus berjalan dan melahirkan prestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional.

image_pdfimage_print
Baca juga:  Terminal Alam Barajo Akan Direvitalisasi, BPTD Siapkan Konsep Modern Berbasis Kearifan Lokal

Pos terkait