JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi berharap cabang olahraga taekwondo mampu meningkatkan kontribusi medali pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Pengurus baru Taekwondo Indonesia (TI) Jambi pun diminta memperkuat pembinaan atlet dan menyiapkan kekuatan sejak dini.
Harapan tersebut disampaikan Sekretaris Umum KONI Provinsi Jambi, Dr Muhammad Ali, saat menerima audiensi Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia Jambi di Sekretariat KONI Provinsi Jambi, Kamis 5 November 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Muhammad Ali menegaskan bahwa taekwondo memiliki peluang untuk menjadi salah satu cabang olahraga andalan Jambi dalam mendulang medali pada kompetisi tingkat nasional.
Karena itu, kepengurusan baru Pengprov TI Jambi perlu segera menyusun langkah pembinaan yang terarah, mulai dari peningkatan kualitas atlet, pelatih, hingga wasit.
“KONI berharap Pengprov TI Jambi terus memperkuat pembinaan atlet secara berjenjang, meningkatkan kualitas pelatih dan wasit, dan mempersiapkan atlet potensial untuk menghadapi berbagai kejuaraan daerah maupun nasional,” ujarnya.
Harapan KONI tersebut bukan tanpa alasan. Pada PON 2024, taekwondo Jambi berhasil menyumbangkan satu medali perunggu.
Sementara pada PON Bela Diri 2025, cabang olahraga ini meraih satu medali perak dan satu perunggu.
Catatan prestasi tersebut menjadi modal bagi taekwondo Jambi untuk meningkatkan pencapaian pada PON XXII 2028 yang akan berlangsung di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.
Audiensi tersebut dipimpin Wakil Ketua I Pengprov TI Jambi, Budi Yako, yang mewakili Ketua Umum Samsul Riduan.
Rombongan juga diikuti jajaran pengurus Pengprov TI Jambi periode 2026–2030.
Pertemuan ini sekaligus menjadi ajang perkenalan kepengurusan baru setelah Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) pada 17 Oktober 2026.
Budi Yako mengatakan, audiensi tersebut bertujuan membangun komunikasi dan menyelaraskan program pembinaan taekwondo dengan agenda KONI Provinsi Jambi.
Menurutnya, kemajuan taekwondo tidak bisa hanya bertumpu pada pengurus. Seluruh unsur, mulai dari atlet, pelatih, wasit, hingga pengelola dojang, harus bergerak bersama.
“Kami ingin membangun rumah besar taekwondo Jambi bersama-sama. Atlet, pelatih, wasit, pengurus hingga dojang harus menjadi satu kesatuan yang saling mendukung,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, kepengurusan baru akan memprioritaskan pembinaan atlet secara berjenjang, peningkatan kualitas pelatih dan wasit, serta memperluas kesempatan bertanding bagi atlet daerah.
Pengprov TI Jambi juga menyatakan kesiapan mendukung sejumlah agenda olahraga penting, di antaranya Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jambi XXIV 2027 di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, prakualifikasi PON 2027, hingga PON XXII 2028.
Selain membahas target prestasi, KONI Provinsi Jambi juga mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan organisasi.
Muhammad Ali meminta pengurus baru menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Konsolidasi internal dinilai penting agar program pembinaan berjalan konsisten dan tidak terganggu persoalan organisasi.
Audiensi tersebut turut dihadiri Wakil Ketua KONI Provinsi Jambi Dr Atri Widowati, Cecep Suryana, serta jajaran pengurus lainnya.
Melalui pertemuan ini, KONI dan Pengprov TI Jambi berharap terbangun koordinasi yang lebih kuat untuk mempersiapkan atlet menghadapi kompetisi mendatang.
Dengan bekal prestasi pada PON 2024 dan PON Bela Diri 2025, taekwondo Jambi kini menghadapi tantangan untuk meningkatkan perolehan medali sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu cabang olahraga potensial penyumbang prestasi bagi Provinsi Jambi.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







