Imbauan Malam Tahun Baru 2026 di Muaro Jambi: Terompet, Petasan, dan Kembang Api Dilarang

Bupati Muaro Jambi minta masyarakat rayakan Tahun Baru 2026 dengan kegiatan keagamaan. Larangan berlaku untuk kebut-kebutan, kembang api, dan perayaan berlebihan.
Dengarkan

MUAROJAMBI, SEPUCUKJAMBI.IDPemerintah Kabupaten Muaro Jambi mengimbau masyarakat untuk menghindari berbagai bentuk perayaan malam Tahun Baru 2026 yang dinilai berisiko mengganggu ketertiban umum.

Himbauan ini tertuang dalam Surat Edaran Bupati Muaro Jambi Nomor 400/1673/KESRA/2025 tentang Peringatan Tahun Baru 2026 Masehi.

Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno, meminta warga memanfaatkan momentum pergantian tahun untuk kegiatan keagamaan seperti dzikir, ibadah bersama, serta meningkatkan kepedulian sosial dan keamanan lingkungan.

Baca juga:  Bupati Agus Rubiyanto Dorong Inovasi dan Tata Kelola Bank Jambi di RUPS LB

Beberapa aktivitas yang biasanya dilakukan saat malam tahun baru ditegaskan untuk tidak dilakukan, termasuk meniup terompet, menyalakan kembang api dan petasan, serta kebut-kebutan di jalan raya.

Pemerintah menilai kegiatan tersebut berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban dan risiko sosial.

Pembatasan juga berlaku untuk sektor hiburan dan pariwisata. Pemilik tempat hiburan serta pengelola objek wisata diminta tidak menggelar perayaan malam tahun baru secara berlebihan.

Baca juga:  Jalan Rusak di Desa Ampelu Mudo dan Tenam Segera Diparbaiki!

Tujuannya agar euforia pergantian tahun tidak menimbulkan kerawanan sosial dan pelanggaran ketertiban.

Untuk memastikan penerapan himbauan berjalan efektif, pemerintah melibatkan seluruh unsur mulai dari camat, lurah, kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga organisasi kepemudaan.

Aparat keamanan, termasuk TNI, Polri, dan Satpol PP, juga diminta meningkatkan pengawasan di lingkungan masyarakat selama malam pergantian tahun.

Baca juga:  ASN Sarolangun Wajib Masuk Kantor Mulai 30 Maret 2026!

Surat edaran ini menunjukkan pendekatan pengendalian sosial dan moral yang diambil pemerintah Muaro Jambi, menekankan keamanan dan ketertiban ketimbang perayaan terbuka yang biasanya identik dengan keramaian dan hiburan berlebihan.(*)

image_pdfimage_print

Pos terkait