Dua Figur Muda di Panggung Kota Jambi, Diza Hazra-Kemas Faried Mulai Disandingkan untuk 2029

Sebanyak 12.000 liter air bersih disalurkan ke warga Simpang Tiga Sipin Jambi. Kemas Faried menyoroti kekeringan dan gangguan distribusi air.
Dengarkan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pilkada Kota Jambi 2029 memang belum masuk ke fase pertarungan politik.

Namun, percakapan mengenai siapa saja figur yang berpotensi tampil mulai muncul di tengah masyarakat.

Salah satu pasangan nama yang belakangan ikut diperbincangkan adalah Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha dan Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly.

Keduanya belum menyatakan diri sebagai pasangan politik. Belum ada pula deklarasi ataupun keputusan partai yang menempatkan mereka dalam satu kontestasi.

Namun, intensitas kebersamaan Diza dan Kemas dalam sejumlah agenda pelayanan masyarakat mulai menarik perhatian.

Terbaru, pada Selasa 6 Oktober 2026, keduanya berada dalam dua agenda berbeda yang sama-sama menyentuh persoalan warga.

Agenda pertama berlangsung di Rumah Sakit Theresia Jambi.

Diza dan Kemas menjenguk Azalea, bocah berusia lima tahun yang menjadi korban insiden di sekitar pekerjaan galian jaringan gas (jargas) di Kelurahan Paal Lima, Kecamatan Kota Baru.

Dari rumah sakit, keduanya kemudian turun ke kawasan Jalan Platur Utama RT 43 dan Perumahan Aura Bimantara RT 41, Kelurahan Simpang Tiga Sipin, Kecamatan Kota Baru.

Di lokasi tersebut, mereka mengikuti penyaluran bantuan sekitar 12.000 liter air bersih kepada warga yang menghadapi kesulitan air akibat kemarau.

Dua agenda dalam satu hari itu memperlihatkan pola yang sama: Diza dan Kemas berada di tengah masyarakat ketika persoalan menyangkut kebutuhan dasar dan keselamatan warga menjadi perhatian.

Bukan Sekadar Soal Sering Bersama

Secara kelembagaan, keberadaan Diza dan Kemas dalam sejumlah agenda bersama bukan sesuatu yang aneh.

Diza merupakan bagian dari eksekutif sebagai Wakil Wali Kota Jambi. Sementara Kemas memimpin DPRD Kota Jambi sebagai lembaga legislatif.

Keduanya memang memiliki ruang kerja yang berbeda, tetapi bersinggungan dalam banyak persoalan pemerintahan, mulai dari pelayanan publik, pengawasan program, hingga penanganan masalah yang langsung dirasakan masyarakat.

Yang kemudian menarik perhatian adalah bagaimana dua figur muda tersebut semakin sering terlihat berada dalam ruang yang sama.

Kebersamaan itu terjadi bukan hanya dalam agenda protokoler, tetapi juga ketika mereka menyentuh persoalan yang memiliki perhatian publik cukup besar.

Dari sinilah pembacaan politik mulai muncul.

Bagi sebagian masyarakat, kedekatan komunikasi dua figur muda yang sama-sama berada pada posisi strategis tersebut dinilai bisa menjadi modal politik apabila suatu saat mereka memilih berada dalam satu barisan.

Tetapi sampai saat ini, pembicaraan tersebut masih sebatas wacana.

image_pdfimage_print
Baca juga:  Antisipasi Banjir, Kemas Faried Desak Normalisasi Sungai Asam dan Kenali Segera Dilakukan

Pos terkait