Respon Keluhan Masyarakat, Wali Kota Maulana Tutup 9 Pos Retribusi Parkir Di Kawasan Pasar

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID –  Pemkot Jambi dibawah duet kepemimpinan Maulana-Diza terus bergerak cepat.

Selain fokus pada penanganan banjir, pembenahan ruas jalan berlubang dan drainase, tata kelola sampah, serta penerangan lampu jalan, kini Wali Kota Maulana didampingi Wakil Wali Kota Diza sasar kawasan Pasar Kota Jambi.

Itu dilakukannya untuk menghidupkan kembali kawasan Pasar Jambi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi serta merespon keluhan masyarakat terkait parkir dalam kawasan itu.

Sebagai langkah awal, Wali Kota Jambi Maulana menutup 9 Pos Retribusi Parkir dalam kawasan tersebut, pada Jumat pagi (7/3/2025).

Baca juga:  Pimpin Apel, Wali Kota Maulana Tegaskan Tim Terpadu Tertibkan Gepeng dan Anjal Yang Resahkan Masyarakat

Baca juga:  Pemanfaatan QRIS dalam Sistem Parkir di Jambi, Maulana: Pendapatan Langsung Masuk ke Kas Daerah

Penutupan Pos Retribusi dalam kawasan ini guna kembali membangun daya tarik kawasan ‘heritage’ Pasar Jambi yang secara historis merupakan pusat perekonomian.

Dengan harapan peningkatan aktivitas ekonomi dapat berimplikasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus peningkatan daya saing daerah.

Tidak hanya menutup pos-pos retribusi yang dianggap sebagai ‘biang’ sepinya kawasan pasar dipusat Kota Jambi itu, Wali Kota Maulana bersama Wakil Wali Kota Diza juga sekaligus mengukuhkan Juru Parkir (Jukir) resmi di kawasan pasar Jambi.

Sebanyak 34 Jukir resmi dikukuhkan yang ditandai dengan pengalungan tanda pengenal dan penyerahan QR Code QRIS serta buku tabungan Jukir.

Baca juga:  Sembilan Pos Retribusi Parkir Ditutup, Kadishub Kota Jambi Warning Para Jukir!

Baca juga:  Wako dan Wawako Jambi Sambangi BPK dan BPKP Perwakilan Jambi, Tingkatkan Sinergi dan Kolaborasi

Wali Kota Maulana mengatakan, penutupan pos-pos retribusi ini dilakukan setelah menyerap aspirasi masyarakat, baik itu dari pengunjung maupun pedagang diwilayah pasar.

“Ini kita lakukan atas masukan dari pengunjung dan pedagang yang tren ekonominya saat ini sedang menurun, dimana salah satu penyebabnya adalah pembayaran parkir yang berkali-kali. Oleh karena itu, kita bertanggung jawab untuk memajukan pasar ini yang merupakan denyut nadi perekonomian Kota Jambi,” katanya.

Guna menghidupkan kembali kawasan pasar sebagai pusat perekonomian daerah. Maulana juga menyebut akan menarik investor untuk kembali menata kawasan pasar di pusat Kota Jambi itu.

Tidak hanya diperuntukkan untuk wilayah perdagangan, namun juga akan disiapkan sebagai pusat pariwisata dan kuliner.

Baca juga:  Sinergi Penegakan Hukum, Dirpolairud Polda Jambi Perkuat Koordinasi dengan Kejati Jambi

Baca juga:  Berkah Mudik, Siapkan Motor untuk Perjalanan Aman dan Handal di AHASS

“Ini akan kita lakukan secara bertahap guna menjaga kawasan pasar ini bisa terus eksis, seperti yang dilakukan dibeberapa daerah di Indonesia menghidupkan kembali wilayah-wilayah tua atau herritage dengan bertransformasi menggali setiap potensi yang ada menjadi bernilai sebagai pusat pertumbuhan ekonomi,” sebutnya.

Maulana menjelaskan meskipun penutupan pos parkir ini berpotensi mengurangi pendapatan daerah, namun hal itu diambil karena lebih mengutamakan pertumbuhan ekonomi sektor perdagangan dan jasa yang menjadi denyut nadi perekonomian pasar tersebut.

“Saya ingin agar perekonomian di kawasan ini bisa berkembang dan kembali eksis, serta memberi keuntungan lebih bagi masyarakat, khususnya para pedagang,” jelasnya.

Terkait dengan sistem pembayaran, Maulana mendorong agar dilakukan secara non tunai menggunakan sistem QRIS yang berhubungan langsung pada salah satu program kota Jambi Bahagia yaitu Bahagia Berintegritas Layanan Anti Pungli (BALAP), yang menciptakan pelayanan publik yang bersih, transparan dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Baca juga:  Sering Banjir, Pemkot Jambi Beri Teguran Terakhir ke JBC Terkait Kolam Retensi

Baca juga:  PPTB DALAM LINGKARAN KEPENTINGAN

“Jadi kedepan kita dorong pembayarannya menggunakan non tunai agar pendapatan parkir bisa langsung masuk ke kas daerah sebesar 40 persen dan 60 persennya diperuntukkan bagi Jukir yang telah ditunjuk secara resmi,” tuturnya.

“Ini harus kita mulai, untuk mengatasi segala permasalahan yang ada di kota Jambi ini, seperti salah satunya permasalahan kemacetan. Langkah berikutnya insyaAllah kita akan menciptakan ruang publik yang ramah lingkungan,” tambahnya.

Kepada Jukir, Wali Kota Maulana berharap agar bisa menjalankan proses parkir dengan baik, ramah dan santun, sehingga masyarakat yang berkunjung ke kawasan pasar merasa aman dan nyaman, sekaligus menunjang kelancaran arus lalu-lintas.

“Tidak hanya dikawasan pasar ini. Kami juga akan terapkan secara bertahap dikawasan-kawasan lain yang mempunyai potensi untuk pemasukan daerah,” harap Maulana.

Baca juga:  Harga Cabai Merah Turun Drastis di Pasar Kuala Tungkal, Masyarakat Harap Stabil Sampai Lebaran Penurun

Baca juga:  Genangan Air di Jalan Rangkayo Hitam Bangko, Bupati Merangin Minta PUPR Segera Perbaiki

Lebih lanjut, Maulana juga menyoroti terkait Jukir bandel yang akan di tindak melalui Dinas Perhubungan dengan peraturan yang telah di atur.

“Bagi masyarakat yang ingin menjadi Jukir harus mendaftar secara resmi yang akan dilatih dan dipersiapkan sarana QRIS nya, selain itu mereka juga akan dilindungi dengan BPJS Ketenagakerjaan,” ucapnya.

“Mudah-mudahan dengan tindaklanjut yang kita laksanakan hari ini bisa berpotensi terhadap ekonomi diwilayah ini yang berpengaruh pula pada peningkatan PAD. Maka dari itu kita harus menjaga kekompakan dalam mencari potensi PAD pada sektor yang lainnya,” pungkas Wali Kota Jambi itu.

Sementara itu, dimintai tanggapannya, Jukir A. Rahman, warga Kelurahan Tanjung Johor, mengaku lega dan mengucapkan terimakasih kepada Pemkot Jambi yang telah menutup pos-pos retribusi yang menjadi salah satu sebab minimnya pengunjung di kawasan Pasar Jambi itu.

Baca juga:  Keren! Pemkab Tebo Tambah Pasokan LPG 3 Kg ke Setiap Kecamatan

Baca juga:  Cegah Sampah Menumpuk, Polairud Polda Jambi Operasi Bersih Sampah di Sungai Batanghari

“Mudah-mudahan dengan telah ditutupnya pos-pos retribusi ini, akan semakin banyak pengunjung kawasan pasar ini. Kemudian ditambah dengan sistem pembayaran yang baru ini, kami dan teman-teman Jukir siap menyukseskan program-program pak Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi,” ucap Rahman.

“Kami akan bersama-sama bekerja keras untuk mewujudkan visi Kota Jambi Bahagia,” singkatnya.

Sejauh ini ada 79 titik parkir menggunakan QRIS di kota Jambi dengan harapan para Jukir yang telah ditunjuk secara resmi dapat memberikan jasa pelayanan kepada masyarakat sebaik-baiknya untuk mewujudkan Kota Jambi Bahagia.

@sepucukjambi.idsering dikeluhkan bayar parkir berkali-kali, Walikota Jambi pilih tutup pos retribusi parkir… masyarakat hanya cukup bayar 1 kali ke juru parkir saat masuk ke kawasan Simpang Bata, Pasar Kota Jambi baca selengkapnya di sepucukambi.id #viral #viralvideo #fypシ゚ #Jambi #maulana #walikotamaulana #walikotajambi #wakilwalikotajambi♬ Powerful songs like action movie music – Tansa

Turut hadir Sekretaris Daerah (Sekda) A Ridwan, sejumlah Kepala Perangkat Daerah, pimpinan Bank Jambi cabang Soetomo, Camat dan Lurah beserta jajaran, perwakilan Danramil 0415 dan Wakapolsek Pasar Jambi, Babinsa, Bhabinkamtibmas, pedagang dan masyarakat pengunjung pasar.(*)




Pimpin Apel, Wali Kota Maulana Tegaskan Tim Terpadu Tertibkan Gepeng dan Anjal Yang Resahkan Masyarakat

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi dokter Maulana memimpin Apel Tim Terpadu Penanganan Gelandangan dan Pengemis (Gepeng) dan Anak Jalanan (Anjal), Jumat (7/3/2025).

Hal itu dilakukan karena maraknya kembali gepeng dan anjal serta penyandang masalah kesejahteraan sosial lainnya yang menganggu lalu lintas.

Khususnya di beberapa persimpangan jalur protokol di Kota Jambi. Selain itu, hal tersebut dilakukan guna merespon berbagai keluhan masyarakat yang terganggu keamanan dan kenyamanannya saat berkendara.

Dalam arahannya, Wali Kota Maulana mengatakan selain merespon keluhan masyarakat dan mengembalikan estetika Kota Jambi menjadi lebih baik tertib, aman dan nyaman, penertiban itu perlu dilakukan sebagai bentuk penjangkauan terhadap masalah kesejahteraan sosial yang menjadi tanggungjawab pemerintah.

Baca juga:  Pemanfaatan QRIS dalam Sistem Parkir di Jambi, Maulana: Pendapatan Langsung Masuk ke Kas Daerah

Baca juga:  Sembilan Pos Retribusi Parkir Ditutup, Kadishub Kota Jambi Warning Para Jukir!

“Penjangkauan penyandang masalah kesejahteraan sosial ini perlu dilakukan khususnya gepeng dan anjal yang meresahkan pengguna jalan. Karena hal itu bisa membahayakan tidak hanya bagi diri mereka pribadi, namun juga bagi pengendara khususnya di simpang-simpang lampu merah,” kata Maulana.

Secara tegas, Wali Kota Jambi itu juga menyebut, agar masyarakat lebih bijak dalam memberikan bantuan melalui jalur-jalur resmi bukan dijalan-jalan.

“Memang masyarakat kota Jambi ini memiliki adat pemberi, namun sebaiknya harus pada lembaga-lembaga resmi, bagi masyarakat yang ingin bersedekah maupun berinfak bisa menggunakan jalur resmi yang memang dijamin sampai kepada yang berhak menerimanya, misalnya melalui Baznas, atau lembaga lain dan yayasan yang resmi,” tegasnya.

Wali Kota Maulana, juga mengatakan Kota Jambi telah memiliki aturan hukum yang mengatur hal tersebut, seperti Peraturan Daerah (Perda) Kota Jambi Nomor 47 Tahun 2002 tentang Ketertiban Umum dan Peraturan Wali Kota Jambi (Perwal) Nomor 29 Tahun 2016 tentang Penanganan Gelandangan, Pengemis (Gepeng) dan Anak Jalanan.

Baca juga:  Maulana Tutup Pos Retribusi Parkir di Simpang Bata Pasar, Fokuskan Pada Pertumbuhan Ekonomi Pedagang

Baca juga:  Wako dan Wawako Jambi Sambangi BPK dan BPKP Perwakilan Jambi, Tingkatkan Sinergi dan Kolaborasi

“Oleh karena itu, kita juga akan optimalkan penegakan hukum tentang larangan dan sanksi bagi masyarakat yang memberikan uang atau apapun kepada gepeng dan anak jalanan di jalan-jalan raya,” tambah Maulana.

Maulana juga berpesan agar pada penanganan gepeng dan anjal ini dilakukan secara humanis.

“Walau kegiatan ini adalah penertiban dan penegakan aturan, namun saya tetap berharap agar Tim Terpadu melakukannnya dengan humanis,” pesannya.

Selain itu, kata Maulana, berdasarkan temuan tim dilapangan didapati bahwa gepeng dan anak jalanan yang banyak tersebar di Kota Jambi sebagian besar bukan berasal dari warga dalam Kota Jambi.

Baca juga:  Berkah Mudik, Siapkan Motor untuk Perjalanan Aman dan Handal di AHASS

Baca juga:  Warga Jambi Mau Tukar Uang untuk Lebaran 2025? Begini Caranya!

“Setelah dilakukan penindakan dan penjangkauan ini, kita akan lakukan pembinaan di rumah singgah yang ada di Dinas Sosial, setelah itu di data dan dikembalikan ke keluarga dan daerah asal masing-masing,” tuturnya.

Lebih lanjut, Maulana juga menyoroti banyaknya ekploitasi terhadap anak-anak dibawah umur, oleh karenanya Pemkot Jambi dalam penanganan ini juga melibatkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA).

“Jika ditemukan, kita akan kembalikan ke keluarga agar di proses untuk pemberian pendidikan secara gratis dan dibentuk sesuai usia mereka, karena tugasnya adalah sekolah bukan bekerja. Kalau ada yang menyalahi aturan mengekploitasi mereka tentu kita akan tindak secara hukum,” pungkas Wali Kota Jambi itu.

@sepucukjambi.idnah, siap-siap wahai para gepeng yang ada disimpang-simpang dalam Kota Jambi… pemkot Jambi Segera tertibkan keberadaan kalian! #gepeng #pengemis #Kotajambi #walikotajambi #walikotamaulana #wakilwalikotajambi #Jambi #fypシ゚ #viralvideo #viralvideo #viral

♬ pemimpin bijaksana – berkah dalem

Apel tersebut diikuti Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, Sekretaris Daerah (Sekda) A Ridwan, sejumlah Kepala Perangkat Daerah, Camat dan Lurah dilingkup Pemkot Jambi serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas.(*)




Maulana Tutup Pos Retribusi Parkir di Simpang Bata Pasar, Fokuskan Pada Pertumbuhan Ekonomi Pedagang

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Maulana mengambil langkah tegas dengan menutup pos retribusi parkir yang berada di kawasan Simpang Pasar Bata, Jumat 7 Februari 2025.

Keputusan ini diambil sebagai upaya untuk membantu perekonomian masyarakat, khususnya para pedagang kecil yang berjualan di sekitar lokasi tersebut.

Sebelumnya, para pedagang di kawasan tersebut mengeluhkan tingginya biaya parkir yang harus dibayar pengunjung yang berulang kali melintas dan berhenti di kawasan itu.

Hal ini dinilai membebani pengunjung serta berdampak pada penurunan jumlah pengunjung yang datang ke lokasi tersebut.

Baca juga:  Wali Kota Jambi Segera Hapus Parkir Ganda, Dorong Pemulihan Ekonomi Pasar Kota Jambi

Baca juga:  Safari Ramadan Walikota Jambi Maulana, Jalin Silaturahmi dan Sosialisasi Program 100 Hari Kerja

Maulana menjelaskan bahwa, meskipun penutupan pos parkir ini akan berpotensi mengurangi pendapatan daerah, ia mengutamakan pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

“Saya ingin agar perekonomian di kawasan ini bisa berkembang dan memberi keuntungan lebih bagi masyarakat, khususnya para pedagang,” ujarnya.

Meski pos parkir resmi ditutup, Maulana meminta agar masyarakat dan pengunjung tetap membayar parkir kepada juru parkir yang ada di sekitar lokasi, baik secara langsung (cash) maupun menggunakan sistem pembayaran non-tunai (kris).

Hal ini bertujuan agar pengelolaan parkir tetap berjalan dengan tertib tanpa memberatkan para pengunjung dan pedagang.

@sepucukjambi.idsering dikeluhkan bayar parkir berkali-kali, Walikota Jambi pilih tutup pos retribusi parkir… masyarakat hanya cukup bayar 1 kali ke juru parkir saat masuk ke kawasan Simpang Bata, Pasar Kota Jambi baca selengkapnya di sepucukambi.id #viral #viralvideo #fypシ゚ #Jambi #maulana #walikotamaulana #walikotajambi #wakilwalikotajambi

♬ Powerful songs like action movie music – Tansa

Keputusan ini diharapkan dapat menjadi langkah positif dalam memperbaiki kondisi perekonomian di kawasan Simpang Pasar Bata dan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam beraktivitas.(*)




Wako dan Wawako Jambi Sambangi BPK dan BPKP Perwakilan Jambi, Tingkatkan Sinergi dan Kolaborasi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi dokter Maulana, bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha melakukan kunjungan ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) RI Perwakilan Provinsi Jambi, pada Kamis pagi (6/3/2025).

Dalam kedua kunjungannya, pemimpin kota Jambi itu turut didampingi Sekda A Ridwan, Kepala Inspektorat Desyanti dan Kepala BPKAD Husni.

Kedatangan Wako dan Wawako beserta rombongan disambut langsung oleh Kepala Perwakilan BPK RI Provinsi Jambi Muhamad Toha Arafat dan Kepala BPKP RI Provinsi Jambi Mardiyanto Arif Rakhmadi beserta jajaran dan langsung menjalankan agenda rapat internal.

Seusai melakukan kunjungannya itu, kepada awak media, Wali Kota Maulana mengatakan, agendanya itu penting dilakukan untuk membangun komunikasi, kolaborasi dan kerja sama dengan semua pihak terlebih lagi lembaga pemerintahan, dan hal itu sejalan dengan arahan pemerintah pusat.

Baca juga:  Sinergi Penegakan Hukum, Dirpolairud Polda Jambi Perkuat Koordinasi dengan Kejati Jambi

Baca juga:  Berkah Mudik, Siapkan Motor untuk Perjalanan Aman dan Handal di AHASS

Dikesempatan itu, Wali Kota Maulana memaparkan beberapa program prioritas yang akan dilakukannya dalam membangun kota Jambi melalui visi misi kota Jambi Bahagia.

Oleh karenanya dirinya berharap dukungan dan pengawalan dari kedua lembaga pemerintahan itu, BPK maupun BPKP.

“Dan Alhamdulillah, dari kunjungan kita hari ini, kedua lembaga BPK dan BPKP telah menyampaikan komitmennya untuk mendukung program itu, diantaranya adalah program Kartu Bahagia supaya masyarakat kota Jambi bisa mendapatkan layanan kesehatan, pendidikan yang mudah dan tentunya tidak ada aturan yang dilanggar,” jelas Wako Maulana.

Dari diskusi yang dilakukannya, Maulana menyebut juga ada beberapa hal yang disampaikan lembaga negara itu, salah satunya adalah mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui asset.

Baca juga:  JBC Terancam Dihentikan Sementara, Jika Tidak Penuhi Kewajiban AMDAL dan Kolam Retensi

Baca juga:  Warga Jambi Mau Tukar Uang untuk Lebaran 2025? Begini Caranya!

“Terkait tata kelola asset ini akan segera dilakukan, yang pastinya kita dibawah pembinaan dan arahan BPK dan BPKP,” sebutnya.

“Pengoptimalan asset-asset ini juga bisa menjadi modal awal, setelah dinilai BUMD bisa mengoptimalkannya, sehingga bisa memberikan deviden terhadap PAD untuk pembangunan kota Jambi yang berkelanjutan,” pungkas Wali Kota Jambi itu.

Sebagaimana diketahui, dalam arahannya saat melantik KDH/WKDH serentak beberapa waktu lalu, Presiden RI Prabowo Subianto menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk tujuan utama mewujudkan kesejahteraan rakyat yang menjadi kunci dalam mendorong kebangkitan Bangsa.

Begitupula yang dilakukan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi Maulana-Diza yang terus bergerak berkolaborasi dengan semua pihak guna mewujudkan kesejahteraan rakyat melalui visi besarnya Kota Jambi Bahagia.(*)




Sering Banjir, Pemkot Jambi Beri Teguran Terakhir ke JBC Terkait Kolam Retensi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.IDPemkot Jambi kembali mengambil langkah tegas untuk mengatasi masalah banjir yang kerap terjadi di sekitar kawasan Jambi Business Center (JBC).

Wali Kota Jambi, Maulana, mengumumkan bahwa pihaknya akan memberikan teguran terakhir kepada pengelola JBC, agar segera merealisasikan pembangunan kolam retensi sesuai dengan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang telah disepakati.

Dalam pernyataannya pada Rabu (5/3/2025), Maulana menegaskan bahwa surat teguran akan segera dilayangkan kepada pihak pengelola JBC.

“Kami dari Pemerintah Kota Jambi akan mengirimkan surat ke pihak JBC untuk memastikan pembangunan kolam retensi sesuai dengan AMDAL yang telah dibuat,” ungkapnya.

Baca juga:  Kolam Retensi Mal JBC Belum Optimal, DLH Jambi Berikan Teguran dan Target Perbaikan

Baca juga:  Safari Ramadan Walikota Jambi Maulana, Jalin Silaturahmi dan Sosialisasi Program 100 Hari Kerja

Langkah tegas ini diambil untuk menyelesaikan permasalahan banjir yang selama ini meresahkan warga sekitar JBC.

Maulana juga menyebutkan bahwa, Pemerintah Kota Jambi telah melakukan koordinasi dengan Gubernur Jambi dan Pemerintah Provinsi untuk memulai normalisasi sungai di kawasan tersebut guna mengurangi dampak banjir.

Maulana menambahkan bahwa, ini adalah peringatan terakhir bagi pihak pengelola JBC, yang sebelumnya telah beberapa kali mendapat teguran dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Jambi, namun belum ada perkembangan signifikan terkait pembangunan kolam retensi.

“Teguran ini langsung dari Wali Kota, berdasarkan perhitungan atas pelanggaran yang telah dilakukan. Kami akan merinci permasalahannya, menentukan langkah yang harus dilakukan, dan menetapkan batas waktu. Jika dalam jangka waktu yang ditentukan masalah ini tidak juga diselesaikan, maka izin operasional dan pembangunan akan kami hentikan,” tegas Maulana.

Baca juga:  Safari Ramadan, Kakanwil Ditjenpas Jambi Tinjau Pelayanan di Lapas Kelas IIA Jambi

Baca juga:  Genangan Air di Jalan Rangkayo Hitam Bangko, Bupati Merangin Minta PUPR Segera Perbaiki

Dengan tindakan tegas ini, Pemerintah Kota Jambi berharap pihak JBC segera merealisasikan pembangunan kolam retensi yang telah lama dijanjikan, demi mengatasi permasalahan banjir yang berdampak besar pada warga di sekitar kawasan Jambi Business Center.

Pemerintah Kota juga akan terus memantau progres dan mengambil langkah tegas sesuai dengan aturan yang berlaku.(*)




Safari Ramadan Walikota Jambi Maulana, Jalin Silaturahmi dan Sosialisasi Program 100 Hari Kerja

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Maulana, kembali melanjutkan safari Ramadan di beberapa masjid di Kota Jambi.

Pada hari kelima Ramadan, Maulana bersama Wakil Wali Kota Diza menyambangi Mushola Babussalam yang terletak di RT 12, Kelurahan Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kota Baru, Jambi, Rabu 5 Ferbuari 2025.

Dalam kunjungannya, Maulana menjelaskan bahwa, safari Ramadan ini selain untuk mempererat tali silaturahmi dengan jamaah Musala Babussalam, juga sebagai kesempatan untuk menyerap aspirasi warga setempat.

Tak hanya itu, Maulana juga memanfaatkan momen ini untuk mensosialisasikan berbagai program pemerintah, baik yang jangka pendek seperti program 100 hari kerja, maupun program jangka menengah dan panjang yang sedang digagas oleh Pemkot Jambi.

Baca juga:  Tinjau Pekerjaan Jalan dan Drainase, Maulana: Sesuai Target 101 Lubang akan Dibenahi Dalam Waktu 100 Hari

Baca juga:  Program 100 Hari Kerja, Walikota Jambi Maulana sebut Fokus Perbaikan Jalan Rusak

“Program-program ini perlu disampaikan kepada masyarakat agar mendapat dukungan penuh dari semua pihak,” jelas Maulana pada Rabu malam (5/3/2025).

Selain berbicara soal program pemerintah, Maulana juga mengingatkan warga untuk selalu menjaga kondusifitas lingkungan, tidak hanya selama Ramadan, tetapi juga di bulan-bulan lainnya.

Hal ini penting agar suasana di Kota Jambi tetap aman dan harmonis.

Kehadiran Wali Kota Maulana di Musala Babussalam disambut antusias oleh warga setempat. Salah satunya adalah Saiful, salah seorang warga yang merasa senang dengan kesempatan bisa bersilaturahmi langsung dengan Wali Kota.

Baca juga:  Siapkan Strategi Bertahap Tangani Banjir, Wako Maulana Gelar Rakor Bersama BWSS dan Pemrov Jambi

Baca juga:  Kemas Faried Alfarelly Dampingi Wali Kota Maulana, Salurkan Bantuan Renovasi Masjid di Program Jambi Kota Taqwa

“Kami senang sekali bisa bertemu dengan Pak Wali Kota, apalagi beliau merupakan salah satu tokoh yang banyak didukung saat kampanye kemarin,” ujar Saiful.

Saiful juga menambahkan bahwa selain menjalin silaturahmi, Wali Kota Maulana menyampaikan berbagai program prioritas yang sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Program-program yang beliau sampaikan sangat bersentuhan langsung dengan kebutuhan kami. Kami sangat mendukung dan mengapresiasi langkah-langkah yang diambil oleh Pemkot,” tambahnya.

Pada safari Ramadan kali ini, Maulana tidak hanya menjadi makmum, tetapi juga langsung menjadi imam salat.

Baca juga:  Gasak Aktivitas PETI, Polres Bungo Amankan Alat Berat di Desa Sungai Telang

Baca juga:  Banjir Terjang Enam Kecamatan di Kabupaten Tebo, Ratusan Rumah Terdampak

Selain itu, ia memberikan ceramah agama kepada jamaah. Dalam ceramahnya, Wali Kota Maulana menjelaskan tentang korelasi puasa dengan kesehatan.

Maulana menyampaikan bahwa puasa tidak hanya memiliki manfaat spiritual, tetapi juga berpengaruh positif terhadap kesehatan tubuh, termasuk dapat membantu mengobati penyakit mag.

Selama safari Ramadan ini, Maulana didampingi oleh beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seperti Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Damkartan) Kota Jambi, Kepala Dinas Sosial, hingga Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi.

Selain itu, turut hadir juga Camat Kota Baru dan Lurah di Kecamatan Kota Baru yang menyambut dan mendukung kegiatan safari Ramadan tersebut.

Baca juga:  Kegiatan Sosial Polairud Polda Jambi: Bagi Takjil untuk Nelayan dan ABK Kapal di Bulan Ramadan

Baca juga:  Banjir Terjang Kampung Penual Kabupaten Bungo, Warga Mengungsi Ke Tempat Aman

Safari Ramadan yang dilakukan oleh Wali Kota Jambi Maulana semakin mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

Selain itu, kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi warga untuk lebih memahami dan mendukung berbagai program pemerintah yang langsung berdampak pada kesejahteraan mereka.(*)




Bupati Muaro Jambi Ajak ASN Bangun Sinergi dalam Mewujudkan Visi Misi Daerah

MUAROJAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Setelah mengikuti upacara gabungan perdana di lapangan, Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno, SP, MM, M.Si menggelar rapat staf bersama pejabat eselon II dan III di Ruang Aula Nang Inang, Kantor Bupati Muaro Jambi, pada Selasa, 4 Maret 2025 pagi.

Rapat ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antar pejabat dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan daerah.

Sebelum memulai rapat, Sekretaris Daerah (Sekda) Budhi Hartono melakukan absensi terhadap seluruh pejabat eselon III di lingkungan Pemkab Muaro Jambi.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bambang Bayu Suseno menyampaikan beberapa arahan penting terkait pelaksanaan tugas dan tanggung jawab para pejabat di lingkup Pemkab Muaro Jambi.

Baca juga:  BBS dan Jun Mahir Dilantik oleh Presiden Prabowo, Terima Pesan Penting untuk Muarojambi

Baca juga:  Bupati BBS Instruksikan Perbaikan Jembatan Desa Suko Awin Jaya untuk Lancarkan Ekonomi

Bupati Bambang menekankan pentingnya menjalin komunikasi yang baik serta kerjasama yang solid untuk mewujudkan visi dan misi pemerintah daerah.

“Kerja sama antar OPD sangat penting. Silaturahmi ini menjadi awal bagi kita untuk membangun sinergi yang lebih baik dalam menjalankan tugas pemerintahan,” ujar Bupati.

Selain itu, Bupati Bambang juga mengingatkan seluruh pejabat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Muaro Jambi untuk bekerja dengan nyaman dan profesional.

Ia berharap seluruh OPD dapat bekerja secara transparan dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Baca juga:  Tinjau Pekerjaan Jalan dan Drainase, Maulana: Sesuai Target 101 Lubang akan Dibenahi Dalam Waktu 100 Hari

Baca juga:  OJK Pastikan Stabilitas Sektor Jasa Keuangan di Tengah Tantangan Ekonomi Global

“Saya berharap seluruh OPD dapat bekerja dengan profesionalisme yang tinggi dan tetap mengutamakan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tambahnya.

Bupati yang didampingi oleh Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah juga mengajak semua ASN untuk bersama-sama menjaga dan membangun Kabupaten Muaro Jambi.

Meski tidak semua ASN bekerja dalam satu barisan, Bupati berharap mereka tetap memiliki komitmen yang sama dalam membangun daerah dan melayani masyarakat dengan penuh dedikasi.(*)




Keren! Pemkab Tebo Tambah Pasokan LPG 3 Kg ke Setiap Kecamatan

MUARATEBO, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kabupaten Tebo terus berupaya mengatasi kelangkaan LPG 3 kilogram yang sempat terjadi di beberapa wilayahnya.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pemkab Tebo memperluas operasi pasar dengan menyalurkan pasokan gas ke kecamatan-kecamatan yang membutuhkan, termasuk Kecamatan VII Koto, guna menstabilkan harga dan memastikan pasokan gas tetap tersedia untuk masyarakat.

Melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan UMKM (Disperindag UMKM), Pemkab Tebo bekerja sama dengan Pertamina dan PT Tebo Energi (Sultan Energi Tebo) untuk menambah kuota pasokan LPG 3 kg.

Sebanyak 560 tabung gas LPG 3 kg disalurkan ke setiap kecamatan yang membutuhkan, sebagai bagian dari program distribusi yang terus diperluas.

Baca juga:  Bupati Tebo Mulai Evaluasi Kabinet, Ingatkan ASN Tentang Efisiensi Anggaran 2025

Baca juga:  Sepekan Gas Melon di Tebo Sulit Dicari, Disperindag Tebo Pastikan Tetap Aman

“Setiap kecamatan kami salurkan sebanyak 560 tabung. Kami berharap langkah ini dapat mengurangi kelangkaan serta menstabilkan harga gas di pasar,” jelas Edi Sofyan, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindag UMKM Kabupaten Tebo.

Hingga saat ini, distribusi telah dilakukan ke beberapa kecamatan seperti Tebo Tengah, Tebo Ilir, dan Tengah Ilir. Masyarakat setempat telah menerima tambahan pasokan LPG yang diharapkan dapat mencukupi kebutuhan rumah tangga dan usaha kecil.

“Kami memastikan distribusi dilakukan secara merata dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kami terus mengawasi untuk mencegah penimbunan atau penyalahgunaan distribusi,” tambahnya.

Distribusi gas LPG 3 kg akan terus diperluas ke kecamatan-kecamatan lain, seperti Tebo Ulu, VII Koto Ilir, dan VII Koto, dengan penyaluran bertahap.

Baca juga:  Waduh! Gaji PPPK Tahun 2025 di Tebo Belum Dianggarkan

Baca juga:  Pasien BPJS Ditolak Rawat Inap di RSUD Tebo, Penyebabnya Dispepsia Tak Tercover

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap wilayah yang mengalami kelangkaan gas dapat segera memperoleh pasokan yang memadai.

Pemkab Tebo juga mengimbau masyarakat untuk membeli gas LPG 3 kg hanya di pangkalan resmi dan dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah.

Warga diminta untuk lebih waspada terhadap oknum yang memanfaatkan kelangkaan ini untuk menaikkan harga secara tidak wajar.

Dengan langkah-langkah yang telah dilakukan, Pemkab Tebo berharap pasokan gas LPG 3 kg akan segera normal dan masyarakat dapat merasakan manfaat dari ketersediaan yang stabil.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” tutup Edi.(*)




Warga Desak Perbaikan Jalan Lubuk Suli dan Baru Kubang, Rusak Parah dan Penuh Lubang

KERINCI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kerusakan jalan yang parah di Kabupaten Kerinci, tepatnya di Kecamatan Depati Tujuh, kini menjadi perhatian serius.

Ruas jalan yang menghubungkan Desa Baru Kubang hingga Lubuk Suli mengalami kerusakan berat, dengan banyak lubang besar yang mengancam keselamatan para pengendara.

Kondisi ini memaksa pengendara untuk melewati bahu jalan demi menghindari lubang yang menganga di badan jalan.

Kerusakan semakin parah saat hujan turun, karena air menutupi lubang-lubang tersebut, menjadikan jalan semakin licin dan berbahaya.

Baca juga:  Polres Kerinci Ungkap Kasus Kekerasan Seksual Anak, Pelaku Ditangkap di Desa Koto Tengah

Baca juga:  Lakukan Patroli Rutin, Polres Kerinci Sasar Lokasi Miras dan Titik Rawan Kejahatan

Informasi yang didapatkan menyebutkan bahwa banyak kendaraan roda dua terjatuh di lokasi tersebut akibat permukaan jalan yang berlubang dan licin.

Sebelumnya, pihak berwenang melakukan penimbunan untuk memperbaiki jalan yang rusak. Namun, timbunan tersebut justru memperburuk kondisi jalan, menjadikannya semakin licin, terutama saat hujan turun.

Jon, salah seorang pengendara yang melewati jalur tersebut, mengungkapkan keluhannya. “Jalan di Desa Baru Kubang sangat parah, selain berlobang, jalan juga sangat licin. Kondisi ini sangat rawan kecelakaan,” ujarnya.

Warga setempat, Yudi, berharap agar pemerintah Kabupaten Kerinci segera melakukan perbaikan terhadap jalan di Desa Baru Kubang dan Desa Lubuk Suli.

Baca juga:  Kasus Korupsi PJU 2023, Kejari Sungai Penuh Amankan Dokumen Penting dari Dishub Kerinci

Baca juga:  Bengkel Satelit Yamaha Jambi Resmi Dibuka di SMK 2 Sungai Penuh

“Pak Bupati Monadi, tolong perbaiki jalan di Desa Baru Kubang dan Desa Lubuk Suli, kondisinya sangat parah,” harap Yudi, yang juga mengungkapkan keresahannya melalui media ini.

Namun, ketika dimintai komentar terkait kerusakan jalan yang meresahkan warga, Bupati Kerinci, Monadi, belum memberikan tanggapan. Meskipun telah dihubungi melalui WhatsApp, Bupati memilih untuk tidak memberikan komentar atau respons terkait masalah ini.

Kerusakan jalan di Kecamatan Depati Tujuh, khususnya di Desa Baru Kubang dan Lubuk Suli, terus menjadi masalah besar bagi pengendara.

Pemerintah Kabupaten Kerinci diharapkan segera mengambil langkah untuk memperbaiki kondisi jalan yang semakin memburuk dan mencegah jatuhnya korban akibat kecelakaan.

Warga dan pengendara berharap pemerintah segera merespons masalah ini dengan tindakan nyata demi keselamatan bersama.(*)




Tinjau Pekerjaan Jalan dan Drainase, Maulana: Sesuai Target 101 Lubang akan Dibenahi Dalam Waktu 100 Hari

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi dokter Maulana meninjau langsung pengerjaan pembenahan atau perbaikan ruas-ruas jalan berlubang dan normalisasi drainase dalam wilayah kota Jambi, Rabu (5/3/2025).

Hal itu dilakukan sebagai aksi nyata program 100 hari kerjanya bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha.

Wali Kota Jambi itu meninjau sejumlah kawasan, seperti Jl. Siswa IV dan Jl. Serunai Malam III, Kelurahan Suka Karya, Kecamatan Kotabaru.

Serta Drainase yang berada di wilayah Perumahan Villa Kenali Permai, RT 37, Kelurahan Mayang Mangurai, Kecamatan Alam Barajo dan RM Pondok Aroma Spoer perbatasan Kecamatan Jelutung dan Kecamatan Jambi Selatan.

Baca juga:  Program 100 Hari Kerja, Walikota Jambi Maulana sebut Fokus Perbaikan Jalan Rusak

Baca juga:  Safari Ramadan Pemkot Jambi 1446 H, Walikota Maulana Hadirkan Kebaikan di Masjid Nur Zahra

Usai peninjauan itu, kepada awak media, Wali Kota Maulana mengatakan pembenahan infrastruktur jalan dilakukan guna memberikan rasa aman bagi masyarakat pengguna jalan.

Sehingga tidak terjadi hal-hal yang membahayakan, terlebih lagi saat ini sering terjadi curah hujan yang tinggi.

“Jadi, sesuai target akan ada 101 lubang kategori rawan yang akan kita benahi dalam 100 hari kerja ini. Terutama dalam menghadapi hari raya Idul Fitri sebagai prioritas agar masyarakat merasa nyaman, fokusnya adalah jalan-jalan yang vital terhadap mobilitas masyarakat,” kata Maulana.

Oleh karena itu, dirinya telah memerintahkan Dinas PUPR untuk segera melakukan penutupan atau penambalan dengan menyesuaikan kondisi jalan.

Baca juga:  Kemas Faried Alfarelly Dampingi Wali Kota Maulana, Salurkan Bantuan Renovasi Masjid di Program Jambi Kota Taqwa

Baca juga:  Siapkan Strategi Bertahap Tangani Banjir, Wako Maulana Gelar Rakor Bersama BWSS dan Pemrov Jambi

“Jadi semua ada kajian teknisnya, pada prinsipnya semaksimal mungkin yang bisa dilakukan sebelum lebaran ini, kalau bisa ditutup dengan aspal lakukan dengan aspal, kalau daerah yang rawan misalnya terhadap genangan air kita akan cor,” ucap Wako Maulana.

Terkait target hingga lebaran ini, Maulana menyebut akan terselesaikan sebesar 30 persen dari target 101 lubang yang akan dibenahi.

“Karena kita terkendala dari segi bahan, seperti aspal, namun pengerjaan pengerasannya bisa terus dilakukan sebagai pondasi awal,” sebutnya.

Terkait penanganan permasalahan banjir, Maulana menuturkan normalisasi drainase merupakan salah satu langkah cepat yang dilakukan agar penampungan volume air bisa maksimal dan tidak terkendala dengan penumpukan pasir sedimen.

Baca juga:  OJK Pastikan Stabilitas Sektor Jasa Keuangan di Tengah Tantangan Ekonomi Global

Baca juga:  Bengkel Satelit Yamaha Jambi Resmi Dibuka di SMK 2 Sungai Penuh

“Kita juga telah lakukan kolaborasi dengan Balai Wilayah Sungai dan Pemprov Jambi untuk mengatasi masalah banjir di kota Jambi ini, kita akan terus mengupayakanya secara tahap demi tahap, sehingga bisa menimalisir resiko banjir,” tuturnya.

“Ada banyak hal yang akan di lakukan karena kita telah memiliki data master plan penanganan banjir, salah satunya adalah daerah yang mengalami bottleneck (penyempitan) yang akan menjadi prioritas,” lanjutnya.

Selain itu, dirinya juga menyoroti pembangunan area bisnis di kota Jambi yang harus disesuaikan dengan aturan yang telah ada. Dengan tujuan dapat menimalisir kerugian akibat bencana, salah satunya adalah banjir.

“Hari ini saya juga akan berkirim surat kepada pelaku-pelaku usaha agar melakukan setiap apa yang disarankan oleh pemerintah. Karena walaupun pertumbuhan ekonomi itu penting, jangan juga karena satu kesalahan bisa berdampak terhadap kerugian ekonomi terutama yang disebabkan oleh banjir,” ucapnya.

Baca juga:  Satgas Pangan Polda Jambi: Stok Bawang Merah Cukup, Harga Tetap Terkendali

Baca juga:  Jalan Alternatif Muara Bungo Terancam Putus, Pengendara Diminta Waspada

Lebih lanjut, Dia juga tekankan, efisiensi anggaran tidak mengganggu pengerjaan yang dilakukan, karena yang berdampak langsung adalah kegiatan makan, minum dan perjalanan dinas.

“Untuk infrastruktur strategis yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat tetap harus dijalankan, karena termasuk kebutuhan dasar, seperti pendidikan dan penanggulangan banjir. Jadi Mudah-mudahan program-program strategis kita bisa terus berjalan,” pungkasnya.

@sepucukjambi.idProgram 100 hari kerja Wali Kota Jambi, Maulana sat meninjau sejumlah titik jalan rusak. hingga Lebaran nanti diprediksi 30 persen jalan rusak ringan diperbaiki #viral #viralvideo #fypシ゚ #Jambi #walikotajambi #maulana #walikotamaulana #jalanrusak♬ suara asli – SEPUCUK JAMBI – SEPUCUK JAMBI

Dalam peninjauanya itu, Wali Kota Maulana turut didampingi Kadis PUPR Momon Sukmana beserta jajaran, Camat, Lurah dan Ketua RT wilayah titik tinjauan.(*)