JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Harga Bitcoin (BTC) menunjukkan ketahanan setelah The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada 16 September 2026. Keputusan tersebut menjadi kenaikan suku bunga pertama The Fed sejak 2023 dan membawa kisaran suku bunga federal funds menjadi 3,75%-4,00%.
Bitcoin tercatat berada di sekitar US$76.393,83 atau menguat 1,23% dalam 24 jam pada Kamis, 17 September 2026. Pergerakan tersebut terjadi seiring dengan pemulihan pasar kripto secara keseluruhan setelah keputusan FOMC yang sebelumnya telah banyak diantisipasi pelaku pasar.
Kenaikan Bitcoin juga berlangsung di tengah korelasi yang relatif kuat dengan pasar saham AS. Dalam sepekan terakhir, korelasi Bitcoin dengan S&P 500 tercatat sekitar 0,57, menunjukkan bahwa pergerakan aset kripto masih banyak dipengaruhi sentimen makroekonomi.
CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai respons Bitcoin setelah keputusan The Fed menunjukkan bahwa pasar mulai beradaptasi dengan kondisi suku bunga yang lebih tinggi.
“Bitcoin mampu bertahan di atas US$75.000 setelah kenaikan suku bunga The Fed menunjukkan bahwa sebagian besar risiko tersebut sudah diperhitungkan oleh pasar. Ke depan, perhatian tidak lagi hanya tertuju pada keputusan FOMC, tetapi juga pada bagaimana investor merespons arah kebijakan moneter berikutnya, inflasi, likuiditas, dan kondisi ekonomi global,” kata Yudho.
Menurut Yudho, level harga menjadi penting untuk melihat apakah pemulihan Bitcoin setelah FOMC dapat berlanjut atau justru kembali menghadapi tekanan jual.
“Jika Bitcoin mampu mempertahankan area US$75.000-US$76.000, peluang untuk menguji kembali area US$78.000 masih terbuka. Namun, apabila support tersebut gagal dipertahankan, pasar perlu bersiap menghadapi koreksi yang lebih dalam. Karena itu, dalam kondisi seperti sekarang, pergerakan harga perlu dilihat bersama dengan data makro dan arus dana institusional, bukan hanya dari momentum kenaikan harian,” lanjutnya.
Bitcoin Berpotensi Uji US$78.000
Secara teknikal, analisi FLOQ melihat area US$75.000-US$76.000 menjadi salah satu level penting bagi Bitcoin dalam jangka pendek. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, BTC berpeluang menguji resistance berikutnya di sekitar US$78.000-US$78.200.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







