Banjir Sumbar-Sumut Ganggu Distribusi Cabai, Pedagang Tebo Keluhkan Harga Meroket

Pasokan cabai merah dan bawang di Pasar Tanjung Bungur, Tebo, menipis akibat banjir Sumbar dan Sumut. Harga cabai melonjak hingga Rp100 ribu per kilogram.
Dengarkan

MUARATEBO, SEPUCUKJAMBI.ID – Pasokan Cabai Merah dan Bawang di Pasar Tanjung Bungur Tebo Merosot, Harga Naik Akibat Banjir Sumatera

Pedagang Pasar Tanjung Bungur, Kabupaten Tebo, Jambi, mengeluhkan pasokan cabai merah, bawang, dan sejumlah kebutuhan pokok lain yang semakin menipis.

Kondisi ini dipicu banjir bandang yang melanda wilayah Sumatera Barat dan Sumatera Utara, sehingga distribusi komoditas ke pasar tradisional terganggu.

Baca juga:  Alhamdulillah, Kasus DBD di Bungo Turun Signifikan di Awal 2025

Kenaikan paling terasa terjadi pada cabai merah, yang kini mencapai Rp100 ribu per kilogram.

Harga tinggi ini cukup membebani masyarakat, khususnya ibu rumah tangga dan pelaku usaha yang mengandalkan cabai untuk kebutuhan sehari-hari.

Hairul, salah satu pedagang, menyebut bahwa kerusakan jalur transportasi akibat banjir menjadi penyebab utama berkurangnya pasokan cabai dari daerah penghasil.

Baca juga:  Bupati Tebo Tegaskan Layanan Cepat, Aduan Warga Langsung Ditindak

“Kemungkinan kenaikan disebabkan jalur transportasi yang rusak akibat banjir bandang, sehingga pasokan berkurang drastis,” jelasnya.

Pedagang lain, Makmur, menambahkan bahwa stok cabai semakin menipis sehingga sulit memenuhi permintaan pasar.

Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk memperlancar distribusi barang agar harga kembali stabil dan masyarakat tidak terbebani.

Baca juga:  Bupati Sarolangun Pastikan Akses Kesehatan Merata Lewat Program Dokter Maju

Di Pasar Tanjung Bungur, cabai yang dijual terdiri dari cabai lokal dan cabai dari Sumatera Barat. Pedagang berharap kondisi pasokan segera membaik dalam beberapa hari mendatang.(*)

image_pdfimage_print

Pos terkait