Sekuriti Tewas Usai Ledakan Gudang Catering Jamtos, Polisi Dalami Penyebab dan Periksa 9 Saksi

Ledakan mengguncang dapur catering Mall Jamtos Jambi setelah sempat tercium bau gas. Enam orang mengalami luka bakar dan polisi menyelidiki penyebabnya.
Dengarkan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Penyebab ledakan di gudang catering Mall Jamtos masih menjadi teka-teki.

Hampir dua pekan setelah insiden, Satreskrim Polresta Jambi masih mengumpulkan bukti untuk memastikan pemicu ledakan yang melukai enam orang tersebut.

Perkembangan terbaru, salah satu korban, Peko Pradana (34), meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis.

Peko merupakan sekuriti di mal tersebut.

Kasat Reskrim Polresta Jambi, Kompol Husni Abda mengatakan, penyidik masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa. Polisi sejauh ini telah memeriksa sembilan orang saksi, termasuk korban dan pihak manajemen.

“Saat ini penyidik masih terus mendalami peristiwa tersebut, penyidik telah memeriksa 9 orang saksi termasuk para korban dan manajemen,” kata Husni, Senin 5 Oktober 2026.

Baca juga:  PWI Kota Jambi Dukung Sosialisasi Jasa Raharja ke Masyarakat

Penyidik tidak hanya mengandalkan keterangan saksi. Tim juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama Bidlabfor Polda Sumatera Selatan.

Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam penyidikan karena polisi perlu memastikan sumber dan penyebab ledakan berdasarkan temuan di lokasi kejadian.

Husni mengatakan, hasil pemeriksaan saksi dan olah TKP akan menjadi bahan penyidik untuk menarik kesimpulan mengenai penyebab pasti insiden.

“Kesimpulannya seperti apa nanti akan disampaikan ketika penyidikan telah rampung,” ujarnya.

Ledakan tersebut terjadi pada Selasa 22 September 2026 sekitar pukul 19.18 WIB di area gudang sebuah mal di Kota Jambi.

Baca juga:  Diduga Peras Sopir Mobil Mogok di Jembatan Aurduri 1, Pria Bersenjata Tajam Diciduk Polsek Telanaipura

Insiden itu awalnya menyebabkan enam orang mengalami luka bakar.

Peko menjadi salah satu korban dengan luka bakar pada bagian wajah, kedua tangan, dan kaki.

Setelah mendapatkan perawatan, kondisi Peko terus ditangani hingga akhirnya meninggal dunia pada Senin 5 Oktober 2026 dini hari.

Lima korban lainnya yakni Boby Syefrinando (49), Afizal (38), Deni Erawansa (28), Rikardo Sinaga (25), dan M. Andika Akbar (33) juga mengalami luka bakar dan sempat menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

Berdasarkan keterangan awal yang sebelumnya disampaikan polisi, insiden bermula ketika seorang sekuriti bernama Rio hendak menuju gudang penyimpanan barang.

Baca juga:  Pastikan Harga Sesuai HET, Dirreskrimsus Polda Jambi Pimpin Rakor Pengendalian Harga Beras

Saat itu, terdengar suara ledakan dan muncul bau gas di sekitar gudang katering.

Petugas keamanan kemudian meminta teknisi melakukan pengecekan.

Namun, sekitar lima menit setelah pemeriksaan berlangsung, ledakan kembali terjadi. Kali ini ledakan disertai semburan api.

Rangkaian kejadian tersebut kini menjadi bagian yang didalami penyidik.

Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan secara menyeluruh sebelum menyimpulkan penyebab pasti ledakan maupun menentukan ada atau tidaknya unsur kelalaian atau pelanggaran hukum dalam peristiwa tersebut.(*)

image_pdfimage_print

Pos terkait