JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Skala Health City Summit (HCS) 2026 di Kota Jambi semakin besar.
Sejumlah pejabat pemerintah pusat telah dikonfirmasi hadir sebagai pemateri, sementara koordinasi terkait agenda kedatangan Presiden Republik Indonesia juga tengah dilakukan.
Wali Kota Jambi Maulana mengatakan, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor dan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) termasuk pejabat yang telah memastikan kehadiran dalam rangkaian HCS 2026.
Selain itu, Pemkot Jambi masih berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait agenda Presiden.
Menurut Maulana, Sekretariat Kabinet telah mengonfirmasi akan menjadwalkan agenda kedatangan Presiden dalam rangkaian kegiatan tersebut.
“Beberapa menteri dan menko sudah confirm akan datang menjadi pemateri. Sekretariat Kabinet juga sudah confirm akan menjadwalkan kedatangan Presiden. Sehingga memang butuh dukungan semua pihak,” ujar Maulana.
Besarnya agenda tersebut membuat Pemkot Jambi menyiapkan sekitar 560 Liaison Officer (LO).
Para LO akan mendampingi tamu dan delegasi dari berbagai daerah, termasuk kepala daerah yang menghadiri HCS.
Maulana menekankan bahwa LO tidak hanya bertugas membantu kebutuhan teknis peserta.
Mereka juga menjadi bagian dari representasi Kota Jambi karena berinteraksi langsung dengan para tamu selama kegiatan.
“Kita harus memberikan pelayanan yang baik. Mereka yang datang ke Kota Jambi harus mendapatkan kesan yang baik, karena ini bukan hanya soal kegiatan, tetapi juga bagaimana kita menunjukkan Kota Jambi sebagai tuan rumah,” katanya.
Karena itu, keramahan, pelayanan dan kemampuan memberikan informasi kepada tamu menjadi perhatian Pemkot Jambi.
Health City Summit 2026 dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, yakni 26-28 September 2026.
Hari pertama, 26 September, akan diisi dengan proses registrasi peserta. Agenda utama dilanjutkan pada 27 September dengan pembukaan, kemudian rangkaian kegiatan ditutup pada 28 September.
Selain forum utama, peserta juga akan diajak mengikuti city tour untuk melihat sejumlah program dan potensi Kota Jambi.
Beberapa lokasi yang disiapkan antara lain Kampung Bahagia, kawasan SPAL-D, lokasi pengelolaan sampah hingga kawasan Candi Muaro Jambi.
Agenda tersebut sekaligus menjadi ruang bagi Pemkot Jambi untuk memperkenalkan inovasi dan potensi daerah kepada para peserta dari berbagai wilayah Indonesia.
Maulana berharap HCS tidak hanya menghasilkan pertukaran gagasan mengenai pembangunan kota sehat, tetapi juga memberikan efek langsung terhadap aktivitas ekonomi daerah.
Kehadiran peserta dari berbagai daerah dinilai dapat memberikan peluang bagi sektor perhotelan, restoran, UMKM, kuliner, pariwisata dan ekonomi kreatif.
Pemkot Jambi bahkan telah mulai berkoordinasi dengan pelaku usaha untuk mendukung kebutuhan selama pelaksanaan kegiatan.
“Kita sudah mulai menginformasikan kepada hotel, restoran hingga tempat-tempat hiburan untuk mendukung kegiatan ini. Kita berharap kegiatan ini bisa menggerakkan perekonomian dan menjadi daya ungkit agar Kota Jambi semakin dikenal sebagai lokasi kunjungan,” ujar Maulana.
Dengan skala kegiatan yang melibatkan kepala daerah dan delegasi dari berbagai wilayah, Pemkot Jambi meminta dukungan seluruh unsur masyarakat dan pihak yang terlibat.
Maulana menyebut keberhasilan HCS tidak hanya bergantung pada pemerintah daerah, tetapi juga pada kesiapan seluruh pihak yang berinteraksi dengan peserta selama berada di Kota Jambi.
“Ini momentum besar bagi Kota Jambi. Karena itu, kita membutuhkan dukungan semua pihak agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan baik dan para tamu yang datang membawa kesan positif tentang Kota Jambi,” pungkasnya.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







