MUARABUNGO, SEPUCUKJAMBI.ID — Dunia kerja otomotif tidak lagi cukup mengandalkan kemampuan bongkar-pasang mesin.
Perkembangan teknologi sepeda motor membuat teknisi dituntut memahami sistem elektronik, melakukan diagnosis secara tepat hingga mampu menggunakan perangkat khusus sesuai standar pabrikan.
Kebutuhan kompetensi tersebut mulai diperkenalkan secara langsung kepada siswa Program Keahlian Teknik Sepeda Motor (TSM) SMK Negeri 3 Bungo melalui program Guru Tamu Industri yang digelar bersama PT Sinar Sentosa Primatama (Sinsen), Main Dealer sepeda motor Honda di Provinsi Jambi.
Dalam kegiatan tersebut, instruktur dari Sinsen membawa materi Advance Technology Honda.
Para siswa tidak hanya mendapatkan teori mengenai teknologi sepeda motor terbaru, tetapi juga diperkenalkan dengan cara kerja, prosedur diagnosis, penggunaan special tools dan standar pelayanan yang diterapkan jaringan bengkel resmi Honda atau AHASS.
Langkah ini menjadi penting karena teknologi sepeda motor semakin kompleks.
Sistem injeksi, fitur keselamatan elektronik hingga teknologi elektrifikasi membuat kebutuhan terhadap tenaga kerja otomotif dengan kompetensi spesifik semakin besar.
Dari PGM-FI hingga Teknologi Elektrifikasi
Sejumlah teknologi yang diperkenalkan kepada siswa mencakup PGM-FI (Programmed Fuel Injection), Honda Selectable Torque Control (HSTC), Honda Smart Key System, Assist & Slipper Clutch, Emergency Stop Signal (ESS) dan sistem pengereman ABS.
Siswa juga mendapatkan pengenalan mengenai teknologi elektrifikasi pada sepeda motor Honda.
Materi tersebut memberi gambaran bahwa pekerjaan teknisi modern tidak berhenti pada pemeriksaan komponen mekanis.
Kemampuan membaca gejala kerusakan, memahami sistem kendaraan dan melakukan diagnosis sesuai prosedur menjadi bagian penting dari kompetensi teknisi.
Di sisi lain, pengenalan special tools dan standar AHASS memberikan pengalaman yang lebih dekat dengan kondisi kerja sebenarnya.
Dengan pendekatan seperti ini, siswa dapat mengetahui sejak di bangku sekolah bahwa standar pekerjaan di industri memiliki prosedur yang harus dipatuhi, terutama terkait ketepatan diagnosis, penggunaan peralatan dan kualitas pelayanan kepada konsumen.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







