UNJA Dorong Bahan Ajar Berkelas Dunia, Dosen Didorong Manfaatkan Sumber Open Source

UNJA menggelar Technical Assistance pengembangan bahan ajar digital berbasis open source. Program ini ditujukan untuk memperkuat mutu pembelajaran dan standar akademik.
Dengarkan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Universitas Jambi (UNJA) mendorong dosen mengembangkan bahan ajar yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan mampu bersaing dalam konteks pendidikan global.

Upaya tersebut dilakukan melalui Technical Assistance bertema “Pemanfaatan Data Pembelajaran Open Source Kelas Dunia Dalam Pengembangan Bahan Ajar Digital di Lingkungan UNJA Tahun 2026” yang digelar Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMPP) UNJA di Auditorium Lantai 1 Gedung UNIFAC UNJA Mendalo.

Kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan dosen dalam memanfaatkan sumber pembelajaran terbuka (open source) dalam penyusunan bahan ajar digital.

Wakil Rektor Bidang Akademik UNJA, Prof. Dr. Hafrida, S.H., M.H., mengatakan istilah “bahan ajar berkelas dunia” tidak semata-mata berarti menggunakan bahasa Inggris atau mencantumkan referensi dari akademisi luar negeri.

Menurutnya, kualitas bahan ajar harus diukur dari kekuatan standar akademik, relevansi terhadap perkembangan keilmuan serta kemampuannya menjawab kebutuhan pendidikan di tengah perubahan global.

“Bahan ajar berkelas dunia bukan hanya tentang penggunaan bahasa Inggris atau mengutip penulis-penulis dari luar negeri. Yang kita harapkan adalah bahan ajar yang memiliki standar akademik internasional dan mampu menjawab kebutuhan pendidikan di era globalisasi,” ujar Hafrida.

Penguatan kualitas bahan ajar juga dipandang memiliki kaitan dengan upaya UNJA meningkatkan mutu institusi.

Hafrida mengatakan pengembangan bahan ajar dengan standar internasional dapat menjadi salah satu elemen pendukung proses akreditasi, baik pada tingkat nasional maupun internasional.

Lebih jauh, kualitas bahan ajar diharapkan tidak berhenti pada dokumen akademik, tetapi memberi pengaruh terhadap proses pembelajaran dan kompetensi mahasiswa.

“Pengembangan bahan ajar dengan standar internasional diharapkan tidak hanya memperkuat kualitas akademik Universitas Jambi, tetapi juga meningkatkan daya saing lulusan dalam menghadapi tantangan pendidikan dan dunia kerja di tingkat global,” katanya.

Ketua LPMPP UNJA, Prof. Dr. Retno Kusniati, S.H., M.Hum., mengatakan Technical Assistance tersebut merupakan kelanjutan dari proses pengembangan perangkat pembelajaran yang telah dimulai sebelumnya.

Pada 12 Agustus 2026, LPMPP telah menggelar kegiatan terkait penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Tahap berikutnya diarahkan pada pengembangan bahan ajar.

“Pada 12 Agustus lalu, LPMPP telah melaksanakan pertemuan dalam rangka penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Hari ini, kegiatan tersebut kita lanjutkan dengan pengembangan bahan ajar,” ujar Retno.

Menurutnya, penggunaan sumber pembelajaran terbuka yang berkualitas dapat membantu dosen memperkaya bahan ajar dengan referensi dan materi yang lebih relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan.

LPMPP, kata Retno, memiliki tanggung jawab untuk mendorong peningkatan mutu secara berkelanjutan di lingkungan universitas.

“Kami ingin memastikan bahan ajar yang dikembangkan terus diperbaiki dan disesuaikan dengan perkembangan akademik, sehingga dapat mendukung proses pembelajaran yang berkualitas,” tambahnya.

Ketua pelaksana kegiatan, Dr. Ella Masita, S.Pd., M.Pd., M.Sc., mengatakan pengembangan bahan ajar merupakan salah satu agenda tahunan LPMPP UNJA.

Kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kemampuan dosen dalam mengembangkan materi pembelajaran sekaligus memperkuat kualitas proses belajar-mengajar.

“Selama dua hari ini, kami akan bersama-sama mengembangkan bahan ajar yang dipandu oleh narasumber. Kami berharap kegiatan ini menghasilkan bahan ajar yang dapat langsung dikembangkan dan dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran,” jelas Ella.

Kegiatan menghadirkan Prof. Dr. Edi Surya Negara, S.Kom., M.Kom., sebagai narasumber.

Materi yang diberikan berfokus pada pengembangan bahan ajar berkelas dunia, termasuk bagaimana memanfaatkan sumber pembelajaran terbuka untuk menghasilkan materi yang memenuhi aspek akademik sekaligus memiliki relevansi internasional.

Tak hanya berupa pemaparan materi, peserta juga diarahkan untuk mengembangkan bahan ajar selama kegiatan berlangsung.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyiapkan pemilihan bahan ajar terbaik dalam empat kategori pada akhir rangkaian kegiatan.

“Besok, setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, akan dilakukan pemilihan empat kategori bahan ajar terbaik. Kami berharap apresiasi ini dapat menjadi motivasi bagi para dosen untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas bahan ajar yang dikembangkan,” kata Ella.

Kegiatan tersebut diikuti dosen-dosen di lingkungan UNJA bersama jajaran LPMPP.

Bagi UNJA, Technical Assistance ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya peningkatan mutu yang berlangsung secara berkelanjutan.

image_pdfimage_print
Baca juga:  Bumi Sailun Salimbai Siap Melaju di 2026, Pemerintah Ajak Warga Bersatu

Pos terkait