JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Memanasnya situasi geopolitik di kawasan Asia Barat yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu kekhawatiran terhadap keselamatan warga negara Indonesia, khususnya para pekerja migran.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, menegaskan pentingnya peran negara dalam memastikan perlindungan maksimal bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang berada di wilayah terdampak konflik.
Menurut Yahya, pemerintah harus segera memperkuat koordinasi lintas kementerian dan perwakilan RI di luar negeri.
Ia mendorong Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia untuk aktif menjalin komunikasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di negara-negara Timur Tengah guna memastikan pendataan serta pemantauan kondisi para PMI.
Ia juga meminta para pekerja migran segera melapor kepada KBRI setempat agar posisi dan situasi mereka dapat terpantau dengan baik.
Langkah ini dinilai krusial untuk mempercepat respons apabila kondisi keamanan semakin memburuk.
Selain memperkuat koordinasi diplomatik, DPR juga mengimbau para TKI agar tetap berada di lokasi aman dan menghindari area strategis yang berpotensi menjadi sasaran konflik, baik langsung maupun tidak langsung.
Peran atase ketenagakerjaan di masing-masing negara juga diminta lebih aktif dalam mendata serta menjaga komunikasi intensif dengan PMI di wilayah tugasnya.
DPR mendorong sinergi lebih kuat antara KP2MI dan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia untuk meningkatkan diplomasi dengan pemerintah setempat.
Tujuannya adalah memastikan perlindungan konkret serta dukungan hukum dan keamanan bagi warga Indonesia.
Yahya menekankan perlunya pemerintah menyiapkan skenario evakuasi darurat sebagai langkah antisipatif.
Menurutnya, kesiapan evakuasi menjadi penting apabila eskalasi konflik terus meningkat dan mengancam keselamatan WNI.
Anggota Komisi IX dari Fraksi Partai NasDem, Irma Chaniago, turut mengingatkan para PMI agar aktif berkomunikasi dengan perwakilan RI
Ia menegaskan bahwa keselamatan pekerja migran harus menjadi prioritas utama negara dalam setiap situasi darurat internasional.
Ketegangan terbaru dipicu oleh serangan gabungan yang dilaporkan menargetkan fasilitas militer di Iran, yang kemudian dibalas dengan serangan ke sejumlah lokasi di kawasan Asia Barat.
Situasi ini meningkatkan risiko bagi warga asing, termasuk ribuan pekerja migran Indonesia yang bekerja di berbagai sektor di Timur Tengah.
DPR pun meminta pemerintah bergerak cepat dan terukur guna memastikan perlindungan maksimal serta kesiapan evakuasi sebelum situasi berkembang lebih jauh.(*)







