JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kota Jambi menuntaskan penyambutan seluruh kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) ke-55 tingkat Provinsi Jambi.
Kabupaten Merangin menjadi rombongan terakhir yang tiba di Kota Jambi pada Sabtu 31 Oktober 2026), menandai lengkapnya kedatangan peserta dari seluruh kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi.
Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi mencatat total peserta MTQH ke-55 mencapai 1.178 orang, termasuk official dan pendamping.
Jumlah tersebut akan meramaikan pelaksanaan ajang keagamaan tingkat provinsi yang tahun ini berlangsung di Kota Jambi sebagai tuan rumah.
Wakil Wali Kota Jambi sekaligus Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, menyambut langsung kedatangan kafilah Merangin di Lobi Utama Kantor Wali Kota Jambi.
Ia didampingi Sekretaris Daerah Kota Jambi A. Ridwan dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkot Jambi.
Penyambutan tersebut sekaligus mengakhiri rangkaian penerimaan kafilah yang berlangsung selama dua hari.
Pada hari kedua penyambutan, kafilah Kota Sungai Penuh menjadi rombongan pertama yang tiba pada Sabtu 31 Oktober 2026 pagi.
Setelah itu, rombongan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Sarolangun, Batanghari, Tanjung Jabung Timur, Tebo, hingga Merangin menyusul secara bergantian.
Setiap rombongan datang bersama ketua kafilah dan para pendamping yang akan mendukung peserta selama mengikuti perlombaan.
Diza menyampaikan salam dari Wali Kota Jambi sekaligus menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta.
Ia berharap para kafilah dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik dan menjadikan MTQH sebagai ruang mempererat persaudaraan antardaerah.
Menurutnya, MTQH tidak hanya berorientasi pada persaingan untuk meraih gelar juara.
Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana memperluas syiar Islam, memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta membentuk generasi muda yang mampu menerapkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain membawa misi keagamaan, penyelenggaraan MTQH ke-55 juga diharapkan memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat Kota Jambi.
Diza menilai kehadiran ribuan peserta, official, dan pendamping dari berbagai daerah berpotensi meningkatkan aktivitas perdagangan dan jasa selama kegiatan berlangsung.
Sebagai kota perdagangan dan jasa, Pemkot Jambi ingin memanfaatkan momentum tersebut untuk mendorong perputaran ekonomi lokal, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ia berharap penyelenggaraan MTQH tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi juga menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
“MTQH bukan sekadar kompetisi untuk menentukan siapa pemenangnya. Lebih dari itu, kegiatan ini bertujuan menjaga dan menyebarluaskan syiar Islam serta membentuk generasi muda yang mencintai dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an,” ujar Diza.
Diza juga mengajak seluruh peserta dan masyarakat untuk memanfaatkan momentum MTQH sebagai ruang berdoa bersama agar Provinsi Jambi terhindar dari berbagai bencana, termasuk bencana yang berkaitan dengan kondisi kabut asap.
Daya tarik lain dalam pelaksanaan MTQH ke-55 terletak pada konsep pembukaannya. D
iza mengungkapkan bahwa seremoni pembukaan akan mengangkat tema 1001 malam dengan menampilkan sejarah masuk dan berkembangnya Islam di Kota Jambi.
Konsep tersebut juga akan mengangkat dinamika penyebaran Islam pada masa penjajahan Belanda.
Pengangkatan sejarah lokal dalam seremoni pembukaan diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai perjalanan perkembangan Islam di Kota Jambi sekaligus memperkenalkan nilai sejarah dan budaya daerah kepada para peserta maupun masyarakat.
Sambutan hangat Pemkot Jambi mendapat apresiasi dari sejumlah kepala daerah yang mendampingi kafilah masing-masing.
Wakil Bupati Sarolangun, Gerry Trisatwika, yang bertindak sebagai Ketua Pendamping Kafilah Sarolangun, menyampaikan terima kasih atas penerimaan yang diberikan tuan rumah.
Ia berharap MTQH ke-55 menjadi momentum untuk memperkuat hubungan dan silaturahmi antardaerah di Provinsi Jambi.
“Kami mengapresiasi sambutan Kota Jambi selaku tuan rumah. Kami berharap momentum ini benar-benar dapat dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi antardaerah di Provinsi Jambi,” ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







