Puisi Oleh: Fitriyani
Arus sungai memilih jalannya sendiri,
ia tak melawan arah angin
yang tak lagi mengantarnya ke muara.
Ada hal yang sering bertahan bukan karena cinta,
melainkan karena takut pada sunyi
yang menunggu setelah perpisahan.
Padahal, memeluk terlalu lama
hal-hal yang tak memberi tenang
hanya mengajarkan lelah,
tanpa pernah mengajarkan pulang.
Ada rasa yang perlahan memudar,
bukan oleh jarak,
melainkan oleh ketidakselarasan
yang terus dipaksakan tinggal.
Melepaskan bukan selalu tentang kehilangan,
kadang itu hanya soal kejujuran pada diri
tentang berani mengakui
bahwa tidak semua hal
diciptakan untuk dipertahankan.
Yang pergi tak selalu salah,
yang ditinggal pun tak selalu lemah.
Kadang semesta hanya ingin mengingatkan
bahwa yang sejalan
tak perlu dipertahankan dengan luka.
Sebab pada akhirnya,
yang pantas tinggal
tak perlu dipaksa bertahan,
dan yang dilepaskan
hanya sedang dikembalikan
pada tempat yang semestinya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







