Telkom AI Center Dukung AI Hackathon Aceh 2026, Dorong Inovasi Digital Berbasis AI di Kalangan Mahasiswa

Dengarkan

BANDA ACEH, SEPUCUKJAMBI.ID — Sebanyak 11 tim mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi mengikuti AI Hackathon Aceh 2026 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Informatika (HMIF) Universitas Syiah Kuala, Telkom AI Center Aceh, dan Pemerintah Kota Banda Aceh. Kegiatan yang berlangsung pada 17–18 Oktober 2026 ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide, membangun aplikasi berbasis teknologi, dan menguji gagasan mereka melalui kompetisi.

Dari total 24 tim yang mendaftar, panitia melakukan proses kurasi untuk menentukan tim yang mengikuti kegiatan final secara langsung di Banda Aceh. Peserta yang terpilih berasal dari sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Universitas Syiah Kuala, UIN Ar-Raniry, Politeknik Negeri Lhokseumawe, Universitas Serambi Mekkah, Universitas Samudra Langsa, Universitas Sumatera Utara, dan perguruan tinggi lainnya.

Baca juga:  Hutama Karya Perkuat Pengawasan Kendaraan ODOL, Dukung Road Map Zero ODOL 2027

Keterlibatan mahasiswa dari berbagai daerah tersebut memperlihatkan besarnya minat generasi muda terhadap pengembangan teknologi dan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI). Lebih dari sekadar kompetisi, AI Hackathon Aceh 2026 memberikan ruang bagi peserta untuk mengubah gagasan yang berkembang di lingkungan kampus menjadi produk digital yang dapat dipresentasikan dan dinilai secara langsung.

Baca juga:  Emas Antam Makin Mahal, Cek Rincian Harga 0,5 Gram hingga 1 Kg

Dua Puluh Jam Membangun Aplikasi, Dua Puluh Menit Meyakinkan Juri

Salah satu peserta dari Universitas Sumatera Utara (USU) menyampaikan bahwa AI Hackathon Aceh merupakan kali kedua dirinya mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai pengalaman mengikuti kompetisi ini sangat menarik, terutama karena peserta ditantang bekerja secara intensif bersama anggota tim dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

Baca juga:  Pelindo Jambi Gandeng Kejari Tanjab Timur Perkuat Kepastian Hukum di Pelabuhan Muara Sabak

Dalam kompetisi ini, peserta menjalani tantangan pengembangan aplikasi selama 20 jam. Dalam rentang waktu tersebut, setiap tim perlu menyusun ide, membagi peran, mengembangkan aplikasi, dan mempersiapkan hasil pekerjaannya. Setelah proses pengembangan selesai, masing-masing tim memperoleh waktu 20 menit untuk melakukan pitching di hadapan dewan juri.

image_pdfimage_print

Pos terkait