Messi Masih Jadi Pembeda
Meski telah berusia 39 tahun, Lionel Messi tetap menjadi pusat permainan Argentina.
Mega bintang tersebut sudah mengoleksi delapan gol sepanjang turnamen dan terus menunjukkan pengaruh besar melalui visi bermain, kreativitas, serta kemampuan menciptakan peluang bagi rekan-rekannya.
Pada semifinal melawan Inggris, Messi memang tidak mencetak gol. Namun dua assist yang ia berikan menjadi kunci kebangkitan Argentina menuju final.
Rekor Pertemuan Spanyol vs Argentina
Final ini menjadi pertemuan kedua Spanyol dan Argentina dalam sejarah Piala Dunia.
Pertemuan pertama terjadi pada edisi 1966 ketika Argentina menang 2-1 berkat dua gol Luis Artime.
Di luar ajang Piala Dunia, kedua negara telah bertemu 13 kali dalam pertandingan internasional.
Spanyol mencatat enam kemenangan, Argentina lima kemenangan, sedangkan dua laga lainnya berakhir imbang.
Adu Filosofi Menuju Gelar Juara
Final Piala Dunia 2026 diperkirakan berlangsung ketat karena kedua tim memiliki pendekatan permainan yang berbeda.
Spanyol mengandalkan penguasaan bola, sirkulasi umpan cepat, serta organisasi permainan yang disiplin.
Sebaliknya, Argentina dikenal lebih fleksibel dengan mengandalkan efektivitas serangan, pengalaman, serta kemampuan bangkit dalam situasi sulit.
Jika La Roja ingin mengangkat trofi dunia untuk kedua kalinya, mereka harus mampu membatasi ruang gerak Messi.
Sebaliknya, Argentina hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk mempertahankan gelar sekaligus menegaskan dominasinya sebagai raja sepak bola dunia.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







