JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2025, Ikatan Psikologi Klinis (IPK) Indonesia Wilayah Jambi menggelar kegiatan bertajuk “Frame Your Mind: Merawat Jiwa Lewat Lensa dan Suara”, Minggu (19/10/2025).
Acara ini secara resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., dan berlangsung di Duniawi Coffee House, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi.
Kegiatan diikuti oleh 30 peserta dari kalangan muda dan dewasa, dengan menghadirkan Bima Pratama, Ketua Divisi Advokasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) sebagai narasumber utama.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental, khususnya dengan pendekatan media dan ekspresi seni melalui fotografi dan suara.
Dalam sambutannya, Wawako Diza Hazra menyampaikan apresiasi atas inisiatif IPK Jambi dan menyebut kegiatan ini sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.
“Ini bukti bahwa profesi psikologi klinis turut menjaga kesehatan masyarakat, bukan hanya fisik, tetapi juga mental dan emosional,” ujar Diza.
Ia menggarisbawahi pentingnya edukasi kesehatan jiwa sejak dini, terutama pada anak-anak dan remaja.
Diza juga menyampaikan komitmen Pemkot Jambi untuk menghadirkan tenaga psikolog di setiap puskesmas pada tahun 2026.
“Kami ingin kesehatan mental menjadi bagian integral dalam sistem pelayanan kesehatan di Kota Jambi,” tegasnya.
Diza juga menyoroti tantangan besar berupa stigma terhadap gangguan jiwa yang masih ada di tengah masyarakat.
“Dulu, gangguan mental dianggap tabu. Sekarang waktunya membuka ruang diskusi agar masyarakat berani mencari bantuan profesional,” imbuhnya.
Ia juga mengajak para psikolog untuk bergabung dalam program Balikat (Balai Latihan Kerja Tematik) yang memuat pelatihan keterampilan disertai modul kesadaran diri dan manajemen stres.
Ketua IPK Wilayah Jambi, Eka Renny Yustisia, menjelaskan bahwa “Frame Your Mind” merupakan bagian dari agenda tahunan dan pengabdian masyarakat yang fokus pada penyaluran ekspresi emosional generasi muda melalui foto dan suara.
“Kami ingin generasi muda punya ruang aman untuk mengekspresikan isi hati mereka dan menyadari pentingnya menjaga kesehatan jiwa,” jelas Eka.
Dengan tema global “Mental Health in Humanitarian Emergencies”, peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2025 juga menekankan pentingnya dukungan bagi masyarakat yang terdampak bencana, konflik, atau krisis sosial.
“Stabilitas mental masyarakat harus dibangun dari lingkungan sosial yang suportif. Pemkot Jambi terus memperkuat akses layanan kesehatan jiwa dan mempererat relasi sosial,” tutup Diza.(*)







