Ridwan juga mengungkapkan bahwa sebagai bentuk keseriusan, Pemkot Jambi telah mengalokasikan anggaran khusus untuk mendukung pembinaan para pelaku wisata dan pelaku ekonomi kreatif.
“Kami tidak hanya menyiapkan anggaran, tetapi juga mendorong keterlibatan pihak ketiga, khususnya dunia usaha, agar turut memberikan dukungan melalui program CSR. Dengan begitu, kampung wisata ini dapat terus berkembang hingga benar-benar mandiri,” pungkasnya.
Ia berharap, ke depan pusat-pusat wisata dan UMKM di Kota Jambi dapat terus berkembang, baik melalui peran aktif Pemerintah maupun dukungan dunia usaha yang berkomitmen membantu penguatan sektor pariwisata dan UMKM.
Sebelumnya, dalam audiensi tersebut, perwakilan pengelola Kampung Wisata Baselang, Dali Munte, menyampaikan bahwa lahirnya Kampung Wisata Baselang berawal dari inisiatif masyarakat untuk menghadirkan kawasan yang bersih, aman, dan edukatif.
Ia berharap, melalui Kunjungan Kerja Komisi VII DPR RI, keberadaan kampung wisata ini dapat semakin berkembang, khususnya dalam penguatan branding agar lebih dikenal dan diminati para pengunjung.
“Ini memang masih menjadi salah satu kelemahan kami. Karena itu, melalui Kunker ini saya mewakili teman-teman berharap bisa lebih berkoordinasi terkait pengelolaan kampung wisata, sehingga dapat memberi pencerahan bagi kami dan membuat masyarakat semakin paham serta lebih terlibat,” ungkapnya singkat.
Dalam Kunker Komisi VII DPR RI tersebut turut hadir, Perangkat Daerah terkait dilingkungan Pemerintah Provinsi dan Kota Jambi, Camat dan Lurah se-Kecamatan Paal Merah, Tokoh Masyarakat dan Agama, serta tamu undangan lainnya.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







