Omzet UMKM Tembus Rp100 Juta Sehari di Bazar MTQH Jambi, Nadiyah: Event Harus Berdampak Ekonomi!

Bazar MTQH ke-55 Jambi menghadirkan 162 tenant dengan transaksi UMKM tembus Rp100 juta per hari. Nadiyah dorong event jadi penggerak ekonomi.
Dengarkan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID– Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) ke-55 tingkat Provinsi Jambi mulai memberikan dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat.

Bazar dan pameran yang menghadirkan 162 tenant dari berbagai daerah mencatat transaksi UMKM mencapai lebih dari Rp100 juta per hari.

Ketua Dekranasda Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah Maulana, Sp.OG., menyebut capaian tersebut menjadi bukti bahwa penyelenggaraan event berskala besar dapat membuka peluang usaha sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

Menurut Nadiyah, Pemkot Jambi ingin memastikan MTQH tidak hanya sukses sebagai agenda keagamaan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Menjadi tuan rumah MTQH, kita terus bekerja keras untuk meningkatkan ekonomi. Setiap event harus membawa keberkahan dan peningkatan ekonomi. Para pelaku ekonomi kita bisa membangun jejaring untuk meningkatkan usaha,” ujar Nadiyah saat pembukaan bazar dan pameran MTQH ke-55 di kawasan Kantor Wali Kota Jambi, Minggu 1 November 2026.

Ia menilai tingginya jumlah pengunjung MTQH menjadi peluang yang harus dimanfaatkan pelaku usaha untuk memperluas pasar, meningkatkan transaksi, sekaligus memperkenalkan produk unggulan daerah kepada masyarakat dari berbagai kabupaten dan kota.

Sebanyak 162 tenant meramaikan bazar dan pameran MTQH ke-55 yang menghadirkan produk unggulan dari 11 kabupaten/kota se-Provinsi Jambi.

Beragam produk ditawarkan, mulai dari kerajinan tangan, kuliner khas daerah, busana muslim, wastra, hingga berbagai produk kreatif hasil karya perajin lokal.

Baca juga:  Wali Kota Jambi Tinjau Normalisasi Sungai Aliran Sungai Asam: Siapkan Danau Resapan Untuk Atasi Banjir

Nadiyah menjelaskan, penyelenggara membagi lokasi bazar menjadi dua kawasan.

Area halaman parkir Kantor Wali Kota Jambi menjadi pusat pameran Dekranasda Provinsi Jambi dan Dekranasda kabupaten/kota.

Sementara itu, deretan tenant UMKM Kota Jambi menempati area jalan di depan Kantor Wali Kota.

Pembagian lokasi tersebut memberikan ruang promosi bagi produk unggulan daerah sekaligus membuka kesempatan bagi pelaku UMKM lokal untuk menjangkau lebih banyak konsumen.

“Pemerintah sudah memberikan fasilitas kepada masyarakat untuk mendapatkan multiplier effect dari penyelenggaraan MTQH. Para pelaku usaha bisa memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan transaksi ekonomi,” katanya.

Nadiyah berharap pelaku usaha tidak hanya mengejar penjualan selama MTQH berlangsung, tetapi juga mampu membangun relasi bisnis dan mendapatkan pelanggan baru untuk pengembangan usaha jangka panjang.

Optimisme kebangkitan ekonomi juga disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jambi, Feriadi, yang juga menjabat Ketua Panitia.

Ia mengungkapkan, berdasarkan laporan transaksi sementara, omzet UMKM mencapai sekitar Rp100 juta per hari sejak awal pelaksanaan bazar.

Capaian tersebut menjadi angin segar bagi pelaku usaha setelah masyarakat Jambi menghadapi tekanan ekonomi akibat kabut asap dalam beberapa waktu terakhir.

“Alhamdulillah, dari hari pertama angkanya mencapai sekitar Rp100 juta per hari. Setelah kurang lebih dua bulan kita diliputi kabut asap dan kondisi ekonomi masyarakat kurang baik, Alhamdulillah dengan acara ini ekonomi masyarakat kita kembali bangkit,” ungkap Feriadi.

Baca juga:  Walikota Maulana Optimistis Kolam Retensi Paal V Ubah Wajah Kota Jambi dan Tekan Risiko Banjir

Ia menjelaskan, pameran Dekranasda kabupaten/kota berlangsung selama tujuh hari, mulai 1 hingga 7 November 2026.

Sementara itu, tenant UMKM di area depan Kantor Wali Kota Jambi telah beroperasi sejak 29 Oktober dan berlangsung selama 10 hari.

Dengan durasi kegiatan yang berbeda tersebut, panitia berharap pelaku usaha memiliki kesempatan lebih luas untuk memaksimalkan penjualan.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Provinsi Jambi, Hj. Hesnidar Haris, S.E., menilai event seperti MTQH memiliki potensi besar untuk mempercepat perkembangan UMKM daerah.

Menurutnya, kehadiran masyarakat dari berbagai kabupaten dan kota menciptakan peluang pasar yang lebih luas bagi perajin dan pelaku usaha lokal.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk mengunjungi bazar dan membeli produk-produk unggulan yang dipamerkan.

“Sudah kita kunjungi seluruh kabupaten dan kota yang mempromosikan karya para perajin lokal dengan berbagai keunggulan dan jenis produk. Ada lebih dari 100 stand UMKM. Mari kunjungi, kegiatan ini akan berlangsung hingga seminggu ke depan,” katanya.

Hesnidar juga mengingatkan para pedagang agar menjaga kualitas produk dan memberikan pelayanan terbaik kepada pengunjung.

Ia berharap aktivitas perdagangan selama MTQH membawa keberkahan bagi pelaku usaha sekaligus memperkuat daya saing produk lokal.

Baca juga:  Hasbi Anshory Diganti, NasDem Jambi Siap Perkuat Struktur Partai

Nadiyah menambahkan, MTQH ke-55 bukan satu-satunya agenda besar yang berpotensi menggerakkan ekonomi Kota Jambi.

Dalam waktu mendatang, Kota Jambi juga akan menjadi tuan rumah sejumlah kegiatan berskala nasional, di antaranya Forum Smart City Nasional, Healthy City Summit, dan Rapat Kerja Nasional Ikatan Dokter Indonesia (Rakernas IDI).

Menurutnya, berbagai agenda tersebut menjadi peluang untuk meningkatkan aktivitas sektor perdagangan, kuliner, perhotelan, transportasi, serta industri kreatif.

Sebagai kota perdagangan dan jasa, Kota Jambi perlu memaksimalkan setiap kegiatan untuk menghadirkan manfaat ekonomi yang lebih luas.

Nadiyah pun mengajak masyarakat datang ke kawasan Kantor Wali Kota Jambi untuk menikmati berbagai produk unggulan dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jambi.

“MTQH ini adalah ajang kita untuk memuliakan Al-Qur’an. Mudah-mudahan juga membawa keberkahan berupa dampak ekonomi yang signifikan bagi pelaku usaha di Kota Jambi dan berbagai daerah di Provinsi Jambi, sekaligus menjadi ajang ukhuwah persaudaraan,” tuturnya.

Bazar dan pameran MTQH ke-55 diharapkan menjadi bukti bahwa event keagamaan dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Pemerintah Kota Jambi ingin menjadikan momentum tersebut sebagai penggerak UMKM, memperluas pemasaran produk lokal, dan memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.(*)

image_pdfimage_print

Pos terkait