Pemkot Jambi Tak Ingin Pertumbuhan Kendaraan Tak Diikuti Infrastruktur
Pemkot Jambi melihat pertumbuhan kendaraan listrik berpotensi terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang.
Karena itu, penambahan SPKLU dinilai perlu dilakukan sejak sekarang agar perkembangan kendaraan listrik tidak berjalan lebih cepat dibanding kesiapan infrastrukturnya.
“Perkembangan kendaraan listrik ke depan cukup signifikan. Karena itu, SPKLU juga harus dikembangkan. Jangan sampai pertumbuhan kendaraan listrik tidak diikuti dengan ketersediaan fasilitas pengisian daya,” kata Amran.
Target penambahan hingga 100 titik SPKLU tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan dan potensi lokasi.
Artinya, jika target tersebut terealisasi, jaringan SPKLU di Kota Jambi akan bertambah jauh dari kondisi saat ini yang baru sekitar 12 titik.
Investor Mulai Didekati
Upaya memperluas jaringan SPKLU tidak hanya mengandalkan pembangunan oleh pemerintah. Pemkot Jambi juga mulai membuka ruang bagi investor untuk masuk ke sektor tersebut.
Amran mengatakan, pembahasan dengan calon investor telah dilakukan. Sejumlah investor bahkan disebut telah bertemu dengan Wali Kota Jambi untuk membicarakan peluang pengembangan infrastruktur kendaraan listrik.
“Sudah ada investor yang bertemu dengan Wali Kota Jambi dan membicarakan rencana pengembangan SPKLU. pemerintah daerah dapat menjadi salah satu opsi lokasi pembangunan SPKLU, sementara investasi dari pihak ketiga dapat membantu memper Tentunya ini akan kita dorong agar bisa direalisasikan secara bertahap sesuai kebutuhan dan potensi yang ada,” ujarnya.
Dengan skema kerja sama tersebut, aset pemerintah daerah dapat menjadi salah satu opsi lokasi pembangunan SPKLU, sementara investasi dari pihak ketiga dapat membantu mempercepat penambahan fasilitas.
Infrastruktur Jadi Kunci Ekosistem Kendaraan Listrik
Pengembangan SPKLU tidak semata berkaitan dengan fasilitas pengisian kendaraan.
Bagi Pemkot Jambi, kesiapan infrastruktur merupakan bagian dari ekosistem yang dibutuhkan agar penggunaan kendaraan listrik dapat berkembang.
Selain mendukung mobilitas pengguna kendaraan listrik, penggunaan kendaraan listrik juga dinilai berpotensi menekan biaya energi dan operasional dibandingkan kendaraan berbahan bakar konvensional.
Namun, besaran penghematan tetap bergantung pada pola penggunaan dan kebutuhan masing-masing pengguna.
Pemkot Jambi berharap kolaborasi pemerintah daerah, PLN, BUMN, dan sektor swasta dapat mempercepat pembangunan jaringan SPKLU.
Dengan jumlah kendaraan listrik yang sudah mencapai sekitar 370 unit dan target pengembangan hingga 100 titik SPKLU.
Kota Jambi kini menghadapi pekerjaan berikutnya, dengan memastikan pertumbuhan kendaraan listrik berjalan beriringan dengan ketersediaan fasilitas pengisian daya.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







