SEPUCUKJAMBI.ID – Masa muda kerap digambarkan sebagai periode paling produktif dan penuh peluang.
Namun di balik ekspektasi tentang karier cemerlang, hubungan ideal, dan hidup “sempurna”, banyak orang justru mengalami fase penuh kebingungan yang dikenal sebagai quarter life crisis.
Fenomena ini umumnya muncul di rentang usia 20 hingga awal 30 tahun.
Pada fase ini, seseorang mulai mempertanyakan pilihan hidupnya mulai dari pekerjaan, relasi, hingga tujuan jangka panjang. Perasaan tertekan muncul ketika realitas tidak berjalan sesuai harapan.
Apa Itu Quarter Life Crisis?
Quarter life crisis bukan sekadar stres biasa atau rasa malas sementara.
Ini adalah fase emosional yang ditandai dengan kecemasan mendalam tentang masa depan, rasa tertinggal dibanding orang lain, hingga keraguan terhadap keputusan hidup yang sudah diambil.
Fase ini sering muncul setelah lulus kuliah, memasuki dunia kerja, pindah kota, atau saat melihat teman sebaya tampak lebih “mapan” di media sosial.
Tanda-Tanda Quarter Life Crisis yang Sering Diabaikan
Beberapa gejala umum yang kerap muncul antara lain:
1. Bingung Soal Tujuan Hidup
Muncul pertanyaan seperti:
“Apakah ini karier yang benar untukku?”
“Kenapa hidupku terasa tertinggal?”
Keraguan ini memicu rasa tidak puas terhadap pencapaian diri sendiri.
2. Cemas dan Overthinking tentang Masa Depan
Perasaan gelisah tanpa sebab jelas, takut mengambil keputusan besar, hingga sulit tidur karena memikirkan masa depan.
3. Sering Membandingkan Diri dengan Orang Lain
Paparan media sosial membuat standar kesuksesan terasa semakin tinggi dan tidak realistis.
4. Merasa Sendirian Secara Emosional
Meski dikelilingi banyak orang, ada perasaan tidak dipahami. Hal ini bisa memicu rasa terisolasi dan kehilangan arah.
Cara Menghadapi Quarter Life Crisis dengan Lebih Sehat
Mengalami quarter life crisis bukan tanda kelemahan. Justru ini fase yang sangat umum terjadi pada dewasa muda.
Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:
✔ Terima Perasaan yang Muncul
Sadari bahwa kebingungan adalah bagian dari proses tumbuh. Jangan menghakimi diri sendiri.







