Merangin Siapkan Generasi Emas, Bunda PAUD Luncurkan Program Sigap dan Platform Pijar

Bunda PAUD Merangin Lavita Syukur meluncurkan Merangin Sigap dan Pijar. Program ini memperkuat layanan PAUD dan integrasi data di 24 kecamatan.
Dengarkan

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kabupaten Merangin mulai memperkuat pemerataan dan kualitas pendidikan anak usia dini melalui peluncuran program Merangin Sigap (Siap Dukung Dunia PAUD) dan platform digital Pijar (Pusat Informasi dan Jejaring Bunda PAUD).

Bunda PAUD Kabupaten Merangin, Hj Lavita Syukur, meluncurkan kedua program tersebut dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Dinas Kesbangpol Merangin, Sabtu 7 November 2026.

Peluncuran ini menjadi langkah untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, pengelola PAUD, serta para pemangku kepentingan dalam mendukung layanan Wajib Belajar 1 Tahun Pra-Sekolah.

Hj Lavita Syukur mengatakan, Merangin Sigap dan Pijar bukan sekadar program baru, melainkan bentuk komitmen daerah untuk menghadirkan layanan pendidikan anak usia dini yang berkualitas, merata, inklusif, dan menyenangkan.

Menurutnya, usia dini merupakan periode emas atau golden age yang sangat menentukan perkembangan dan masa depan anak.

Karena itu, pemerintah perlu memastikan setiap anak memperoleh kesempatan belajar dan layanan pendidikan yang memadai.

“Jadi kunci urgensi dari program Merangin Sigap dan Pijar ini adalah komitmen nyata daerah, sehingga pada akhirnya dapat menguatkan program tersebut dengan baik,” ujar Lavita.

Baca juga:  Bupati Tebo Bahas Strategi Pengelolaan Keuangan dan Peningkatan SDM dengan Kemendagri

Dalam pelaksanaan Merangin Sigap dan Pijar, terdapat lima pilar utama yang menjadi perhatian pemerintah daerah.

Kelima pilar tersebut meliputi penguatan satu data anak usia dini, integrasi anggaran, gerakan sosialisasi secara masif, perluasan akses layanan berkualitas, serta penguatan transisi PAUD ke sekolah dasar (SD) yang menyenangkan tanpa tes membaca, menulis, dan berhitung (calistung).

Kelima aspek tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan anak usia dini yang lebih terarah.

Melalui integrasi data, pemerintah dapat memetakan kebutuhan layanan PAUD secara lebih baik.

Sementara itu, penguatan koordinasi dan sosialisasi diharapkan mampu memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pendidikan sejak usia dini.

Lavita menegaskan, keberhasilan program tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, termasuk pemerintah kecamatan, desa, pengelola lembaga PAUD, dan masyarakat.

Salah satu perhatian utama dalam peluncuran program ini adalah optimalisasi platform Pijar.

Lavita secara khusus meminta para operator di 24 kecamatan agar serius mengelola dan memperbarui data serta dokumentasi kegiatan Bunda PAUD.

Menurutnya, keakuratan informasi menjadi faktor penting agar seluruh aktivitas dan perkembangan layanan PAUD di tingkat kecamatan hingga desa dapat terintegrasi dengan baik.

Baca juga:  Operasi Patuh Siginjai 2026 Dimulai, Sekda Merangin Ingatkan Warga soal Keselamatan di Jalan

“Ibu dan bapak operator memegang peran kunci dalam era digitalisasi ini. Pastikan data dan seluruh rekam kegiatan Bunda PAUD dari tingkat kecamatan hingga desa terbarui dengan baik atau up-to-date,” pesannya.

Istri Bupati Merangin H M Syukur tersebut berharap, seluruh aktivitas pembinaan dan pengembangan PAUD di lapangan dapat terdokumentasi secara sistematis dan terhubung dengan sistem informasi di tingkat nasional.

Dengan demikian, pemerintah dapat memiliki gambaran lebih jelas mengenai perkembangan, kebutuhan, serta tantangan layanan pendidikan anak usia dini di Kabupaten Merangin.

Setelah peluncuran, kegiatan berlanjut dengan orientasi dan pelatihan teknis penggunaan platform Pijar bagi operator dari 24 kecamatan.

Platform digital yang dikembangkan melalui Kemendikdasmen dan PAUDPedia tersebut berfungsi sebagai pusat integrasi informasi, pemetaan data, publikasi, serta jejaring komunikasi Bunda PAUD.

Dalam kegiatan itu, Dr Sutimah dari BPMP Provinsi Jambi hadir sebagai narasumber utama.

Ia memberikan materi mengenai penjaminan mutu pendidikan serta penguatan transisi pembelajaran dari PAUD menuju sekolah dasar.

Baca juga:  Langkah Nyata Pemkab Merangin! Turunkan Alat Berat Bersihkan Sampah Pasca Lebaran

Materi tersebut menjadi bagian penting untuk meningkatkan pemahaman para operator dan pemangku kepentingan mengenai kualitas layanan pendidikan anak usia dini.

Sementara itu, Ketua Pokja Bunda PAUD Kabupaten Merangin, Ny Sri Rezeki Zulhipni, menjelaskan bahwa sosialisasi Merangin Sigap dan orientasi Pijar bertujuan memperkuat konsolidasi serta kesiapan layanan PAUD di tingkat kecamatan dan desa.

“Program ini untuk memperkuat konsolidasi dan kesiapan layanan PAUD di tingkat kecamatan dan desa,” ujarnya.

Melalui pelaksanaan Merangin Sigap dan optimalisasi platform Pijar, Pemerintah Kabupaten Merangin berharap koordinasi, pemerataan akses, dan kualitas layanan PAUD semakin meningkat.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi masa depan Merangin yang sehat, cerdas, ceria, dan berkarakter.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kabid PAUD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Merangin Irwanton, jajaran Tim Pokja Bunda PAUD Merangin, Bunda PAUD kecamatan, serta operator Pijar dari 24 kecamatan se-Kabupaten Merangin.(*)

image_pdfimage_print

Pos terkait