Selain itu, makna berkurban juga harus dimulai dari diri sendiri. Mengorbankan sifat egois, keserakahan, dan sikap tidak peduli terhadap lingkungan sosial merupakan bagian penting dari nilai Idul Adha.
Sebab persoalan sosial tidak akan selesai jika masyarakat hanya memikirkan kepentingan masing-masing.
Momentum Idul Adha hendaknya menjadi refleksi bersama bahwa kesejahteraan sosial tidak bisa dibangun hanya oleh pemerintah semata. Dibutuhkan semangat gotong royong, solidaritas, dan kepedulian antar sesama.
Jika nilai-nilai kurban benar-benar dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari, maka harapan untuk melihat Jambi yang lebih adil, sejahtera, dan minim kesenjangan sosial bukanlah sesuatu yang mustahil.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







