SEPUCUKJAMBI.ID – Pelatih Timnas Afrika Selatan, Hugo Broos, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah timnya kalah 0-2 dari Meksiko pada laga pembuka Grup A Piala Dunia 2026.
Menurutnya, keputusan wasit yang mengeluarkan dua kartu merah menjadi salah satu faktor yang sangat memengaruhi jalannya pertandingan.
Bermain di hadapan puluhan ribu pendukung tuan rumah di Estadio Azteca, Afrika Selatan sebenarnya berusaha memberikan perlawanan sengit.
Namun situasi berubah drastis setelah Bafana Bafana harus menyelesaikan pertandingan dengan hanya sembilan pemain di lapangan.
Sphephelo Sithole menjadi pemain pertama yang mendapat kartu merah langsung pada babak kedua.
Kondisi semakin sulit ketika Themba Zwane menyusul keluar lapangan setelah wasit memberikan kartu merah usai meninjau tayangan VAR.
Broos mengaku bisa menerima keputusan kartu merah pertama.
Namun pelatih asal Belgia itu mempertanyakan keputusan yang menghasilkan kartu merah kedua karena menilai terdapat kontak yang juga melibatkan pemain Meksiko.
“Sangat disayangkan kami harus mengakhiri pertandingan dengan sembilan pemain,” kata Broos.
“Saya tidak ingin banyak berbicara mengenai kartu merah pertama. Tetapi untuk kartu merah kedua, menurut saya pemain Meksiko juga melakukan blok terhadap pemain kami. Situasi seperti itu bisa terjadi dalam pertandingan dan saya melihatnya berbeda dengan keputusan wasit,” lanjutnya.
Meski kalah dan gagal meraih poin, Broos tetap memberikan apresiasi kepada para pemainnya.
Ia menilai Afrika Selatan mampu tampil disiplin dan sempat membuat Meksiko kesulitan mengembangkan permainan, terutama sebelum kehilangan pemain akibat kartu merah.
Menurutnya, tim tuan rumah tidak sepenuhnya nyaman menghadapi organisasi permainan yang diterapkan Afrika Selatan.
Beberapa kali Meksiko dipaksa mencari celah untuk menembus pertahanan rapat Bafana Bafana.
“Saya pikir tim saya memainkan pertandingan yang cukup baik. Dalam beberapa periode pertandingan, Meksiko bahkan terlihat kesulitan menemukan ruang untuk menyerang. Secara keseluruhan saya puas dengan usaha para pemain,” ujar Broos.
Meski demikian, pelatih berusia 74 tahun itu mengakui masih ada pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi sebelum pertandingan berikutnya.
Salah satu aspek yang menjadi sorotan adalah kemampuan tim saat menguasai bola.
Broos menilai anak asuhnya masih terlalu mudah kehilangan bola dan gagal memaksimalkan momen ketika berhasil keluar dari tekanan lawan.
“Ketika menguasai bola kami harus tampil lebih baik. Itu menjadi kekurangan terbesar kami pada pertandingan ini. Kami harus segera memperbaikinya jika ingin mendapatkan hasil positif di laga berikutnya,” tegasnya.
Kekalahan dari Meksiko membuat Afrika Selatan terpuruk di dasar klasemen sementara Grup A Piala Dunia 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







