JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Menjelang penghujung tahun 2026, KAI Logistik menghadirkan promo potongan tarif pengiriman paket hingga 50% yang berlangsung pada 25 Oktober hingga 31 Desember 2026. Program ini ditujukan untuk memberikan alternatif pengiriman yang lebih ekonomis bagi masyarakat dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), seiring meningkatnya kebutuhan distribusi barang menjelang akhir tahun.
Manager Marketing & Sales Courier KAI Logistik, Agus Rindanisani, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan logistik yang adaptif terhadap kebutuhan pelanggan. “Melalui promo ini, kami ingin memberikan nilai tambah bagi pelanggan dengan menghadirkan pilihan pengiriman yang lebih hemat, khususnya bagi masyarakat dan pelaku UMKM yang memiliki kebutuhan pengiriman dalam jumlah besar. Kami berharap program ini dapat membantu pelanggan mengoptimalkan biaya logistik sekaligus memperluas jangkauan distribusi produk ke berbagai kota,” ujar Agus.
Promo tersebut berlaku untuk layanan angkutan retail KAI Logistik melalui KALOG Express dengan skema bulk order, yaitu pengiriman dalam jumlah dan berat tertentu. Program ini tersedia melalui dua layanan kereta api, yakni KA Sri Tanjung dengan relasi Lempuyangan–Ketapang pulang-pergi (PP) dan KA Parcel Selatan dengan relasi Bandung–Surabaya Kota PP. Kedua layanan tersebut menghubungkan sejumlah kota strategis di Pulau Jawa, antara lain Bandung, Yogyakarta, Solo, Madiun, Jombang, Mojokerto, Surabaya, Jember, hingga Banyuwangi, sehingga dapat menjadi alternatif pengiriman barang antarkota untuk memenuhi kebutuhan personal maupun usaha.
“Untuk mendapatkan potongan tarif tersebut, pelanggan dapat mendatangi service point KAI Logistik yang melayani rute terkait dengan memenuhi ketentuan minimum berat pengiriman. Adapun minimum berat yang berlaku adalah 50 kilogram untuk layanan KA Sri Tanjung dan 100 kilogram untuk KA Parcel Selatan. Ketentuan ini memberikan fleksibilitas bagi pelanggan untuk memilih layanan sesuai dengan volume barang dan kebutuhan distribusinya,” jelas Agus.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







