JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID — Seragam operasional kurir yang sudah tidak digunakan biasanya berakhir sebagai limbah tekstil.
Namun, J&T Express mencoba memperpanjang masa guna material tersebut dengan mengolahnya menjadi berbagai produk baru.
Melalui J&T Express Sustainability Impact Program (J&T SIP), perusahaan pengiriman tersebut mengolah 146 kilogram limbah tekstil yang berasal dari seragam operasional menjadi sejumlah produk fungsional.
Material tersebut diproses kembali menjadi berbagai merchandise, mulai dari pouch, reusable bag, bag charm, hingga notebook cover.
Dalam pelaksanaannya, J&T Express menggandeng Liberty Society, sebuah social enterprise bersertifikasi B Corp.
Bagi perusahaan logistik yang memiliki aktivitas operasional luas, penggunaan seragam merupakan bagian dari kebutuhan sehari-hari para kurir.
J&T Express melihat material seragam yang sudah melewati masa pakai masih memiliki potensi untuk digunakan kembali.
“Sebagai perusahaan logistik, aktivitas kami sehari-hari tidak terlepas dari penggunaan seragam sebagai bagian dari operasional. Ketika masa pakai seragam sudah berakhir, kami melihat adanya kesempatan untuk mengolahnya kembali menjadi sesuatu yang tetap memiliki fungsi dan nilai, daripada berakhir sebagai limbah,” ujar Brand Manager J&T Express Herline Septia.
Serangkaian proses dilakukan sebelum material bekas tersebut digunakan kembali.
Seragam yang sudah tidak dipakai terlebih dahulu melalui proses pembersihan sebelum masuk ke tahap pengolahan menjadi produk baru.
Pendekatan tersebut dikenal sebagai upcycling, yakni memanfaatkan material yang sudah tidak digunakan untuk menghasilkan produk baru dengan fungsi dan nilai tambah.
Program tersebut tidak hanya menghasilkan produk baru.
J&T Express menyebut pengolahan 146 kg limbah tekstil melalui proses upcycling diperkirakan dapat menghindari 1,25 ton emisi karbon dioksida ekuivalen (CO₂e).
Angka tersebut disebut setara dengan emisi yang dihasilkan dari perjalanan mobil berbahan bakar bensin sejauh kurang lebih 5.000 kilometer.
Dengan demikian, inisiatif tersebut diarahkan untuk mengurangi dampak lingkungan dari material operasional yang sudah tidak digunakan sekaligus memperpanjang masa manfaat tekstil.
Dampak program tidak berhenti pada pengelolaan limbah.
Dalam proses produksinya, J&T Express melibatkan perempuan perajin dari komunitas marginal melalui kerja sama dengan Liberty Society.
Kolaborasi tersebut disebut telah menciptakan sekitar 1.488 jam kerja produktif selama proses produksi berlangsung.
Keterlibatan para perajin membuat program tersebut memiliki dimensi sosial.
Material yang semula berpotensi menjadi limbah diolah menjadi produk baru, sementara proses produksinya sekaligus membuka kesempatan ekonomi dan pengembangan keterampilan bagi perempuan yang terlibat.
“Bagi kami, keberlanjutan tidak berhenti pada bagaimana mengurangi limbah, tetapi juga bagaimana menciptakan manfaat yang lebih luas,” kata Herline.
“Yang ingin kami ciptakan bukan hanya sekadar produk baru, tetapi juga nilai dan manfaat yang terus berlanjut, termasuk bagi masyarakat yang terlibat dalam prosesnya,” lanjutnya.
Memasuki tahun ke-11 operasionalnya, J&T Express menyatakan terus mengeksplorasi penerapan prinsip keberlanjutan dalam aktivitas perusahaan melalui J&T SIP.
Program tersebut menggabungkan dua aspek, yakni pengurangan dampak lingkungan dari material operasional dan pemberdayaan komunitas yang terlibat dalam proses pengolahan.
Bagi perusahaan logistik, isu keberlanjutan tidak hanya berkaitan dengan aktivitas pengiriman, tetapi juga material yang digunakan untuk mendukung operasional sehari-hari.
Pengolahan kembali seragam menjadi salah satu contoh bagaimana material yang telah selesai digunakan dapat masuk kembali ke siklus pemanfaatan.
Dari pakaian kerja yang sebelumnya menemani aktivitas kurir, material tersebut kemudian berubah menjadi barang dengan fungsi berbeda.
Langkah itu menunjukkan bahwa nilai sebuah material tidak selalu berakhir ketika fungsi awalnya selesai.
Dengan pengolahan yang tepat, seragam bekas masih dapat menjadi produk baru sekaligus memberikan manfaat sosial bagi pihak yang terlibat dalam proses produksinya.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







