JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi semakin serius mengembangkan program jaringan gas bumi untuk rumah tangga (jargas) sebagai solusi energi murah dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Wali Kota Jambi, Maulana, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar alternatif, tetapi menjadi prioritas utama pemerintah dalam menekan biaya hidup warga.
“Jargas ini bukan hanya soal energi, tapi bagaimana pemerintah hadir membantu masyarakat mengurangi pengeluaran rutin. Kita ingin warga Jambi lebih sejahtera,” tegas Maulana.
Program jargas sendiri masuk dalam skema Kartu Bahagia yang digagas Pemkot Jambi.
Selain mengurangi ketergantungan terhadap LPG 3 kilogram, program ini juga dinilai mampu memberikan stabilitas energi di tengah ketidakpastian global.
Maulana menyoroti kondisi geopolitik dunia, khususnya di kawasan Timur Tengah, yang berpotensi memengaruhi harga LPG di Indonesia.
“Kita tidak bisa terus bergantung pada energi impor. Jargas adalah solusi jangka panjang yang lebih aman, stabil, dan menguntungkan masyarakat,” ujarnya.
Ia menyebutkan, penggunaan jargas dapat memberikan penghematan signifikan, bahkan mencapai sekitar Rp150 ribu per bulan untuk setiap rumah tangga.
“Bayangkan kalau itu dikalikan satu tahun, cukup besar. Uang itu bisa dialihkan untuk kebutuhan penting seperti pendidikan anak dan gizi keluarga,” tambahnya.
Tak hanya itu, Maulana juga menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu lagi menghadapi antrean panjang untuk mendapatkan LPG subsidi.
“Dengan jargas, masyarakat tidak lagi direpotkan antre gas. Ini lebih praktis, lebih efisien, dan lebih modern,” katanya.
Untuk mendukung percepatan program, Pemkot Jambi terus memperluas jaringan. Pada tahun 2025, pembangunan jargas mendapatkan alokasi anggaran sekitar Rp140 miliar dari pemerintah pusat dengan target 15 ribu sambungan rumah tangga baru.
Saat ini, total sambungan jargas di Kota Jambi telah mencapai sekitar 28 ribu rumah tangga dan akan terus bertambah.
Maulana juga meminta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) ikut aktif menyosialisasikan program ini kepada masyarakat, terutama terkait manfaat jangka panjangnya.
“Kami minta ASN turun langsung memberikan pemahaman. Memang saat pemasangan ada gangguan seperti galian jalan, tapi itu hanya sementara. Manfaatnya akan dirasakan bertahun-tahun,” tegasnya lagi.
Sejumlah warga yang telah menggunakan jargas mengaku merasakan langsung manfaatnya. Selain lebih hemat, pasokan gas juga lebih stabil tanpa kekhawatiran kehabisan.
Di sisi lain, warga yang belum terjangkau berharap program ini segera direalisasikan di wilayah mereka agar bisa menikmati kemudahan yang sama.
Dengan komitmen kuat dari pemerintah daerah, jargas diyakini akan menjadi solusi utama energi rumah tangga di Kota Jambi ke depan.(*)







