DOA DALAM DUA RIBUAN

Ya, Do’a orangtua adalah yang terbaik. Terimakasih ya Allah. Terimakasih telah memberikan seorang Ayah yang begitu sempurna.

Bis kecil berderu memanaskan mobil sebelum keberangkatan menuju lokasi KKN. Aku telah membulatkan hati akan berusaha melakukan yang terbaik di lapangan. Hujan rintik yang makin lama makin deras mengiringi keberangkatan seluruh mahasiswa KKN yang memang masuk di musim hujan.

Tiba-tiba perhatianku tertuju pada pintu gerbang kampus. Sebuah motor tua melaju kencang memecah rintik hujan yang menghalangi. Itu Ayah! aku melangkah turun setelah memastikan masih ada waktu.

Hujan mulai turun, Aku tak memperdulikan lagi genangan air yang terinjak, bahkan hujan telah membasahi bahu serta bagian atas jilbabku. Saat ini, tempat Ayah menghentikan motornya dan berteduh adalah tujuanku.

“Assalamua`laikum Ayah …” Seruku menyembar tangannya. Mencium hormat sembari tersenyum.

“Waa`laikumussalam, Nak …” Ayah memelukku erat, ada rasa bersalah terlukis di raut wajahnya, “Maafkan Ayah terlambat memberi janji ini.” Ujarnya menyodorkan amplop putih. Matanya memerah basah, antara hujan dan air mata yang tidak bisa dibedakan lagi.

“Jumlahnya tidak banyak, tapi nanti Ayah akan berusaha mencari dan mengirimkan untuk tambahan.”

Sudut mataku mulai basah, aku tak boleh menangis. Harus menjadi anak yang kuat adalah alasan aku harus menguatkan hati, “Bahkan jika Ayah tak membawa uang, aku sudah bersyukur bisa melihat Ayah sebelum keberangkatan.” Ujarku memeluk sebelum beranjak pergi.

Klakson bis di belakang sana sudah merusak momen pertemuanku dengan Ayah. Ayah juga mengerti akan hal itu. Aku berlari menuju mobil setelah berpamitan pada Ayah. Tubuh rentanya menunggui hingga mobil kami pergi dan hilang dari pandangannya.

Hiruk pikuk keramaian di dalam bis tak membuatku bergabung kedalamnya. Isi amplop yang Ayah berikan mengundang perhatian sendiri untukku. Sebuah surat diantara banyaknya uang dua ribuan, terselip disana.

Assalamu’alaikum putri Ayah tersayang.

Nak, maafkan Ayah hanya bisa memberikan lembaran uang dua ribuan ini. Maafkan Ayah belum bisa memberikan yang lebih besar lima puluh atau seratus ribuan. Ayah belum bisa menjadi Ayah yang baik.

image_pdfimage_print
Baca juga:  Membantu Toko Ibu

Pos terkait