DOA DALAM DUA RIBUAN

Ya, Do’a orangtua adalah yang terbaik. Terimakasih ya Allah. Terimakasih telah memberikan seorang Ayah yang begitu sempurna.
Dengarkan

Disepanjang jalan, keegoisanku ingin bertemu Ayah menjadi pikiran setelah sambungan telepon tadi tak berhasil aku lakukan. Aku sangat berharap Ayah mengantarkan kepergianku.

Aku menggeleng pelan, menepis ego dan meyakinkan bahwa Ayah telah mengiringiku dengan do’a. Ia pasti selalu mendoakan putri sulungnya yang manja ini agar selalu sukses. Aku tak boleh egois untuk memaksa Ayah datang.

“Tina, hey!”

Sekali lagi Anisa membuatku tersentak. Pemandangan di hadapanku menjadi alasan kenapa Anisa berteriak menarikku dari lamunan. Kami telah sampai. Lapangan kampus yang kini sudah seperti lautan manusia menyita perhatian kami hingga sebuah mobil dengan kertas tempelan posko 19 di depan kaca menjadi pemberhentian kami memandang.

“Lihat, itu bis kita … ayo kesana.”

Anisa menarik koper lebih dulu dariku. Aku hanya mengekor dibelakang sembari menatap tiap-tiap orang yang kami lewati.

Beberapa dari mereka tengah sibuk menandai barang milik masing-masing, ada pula yang berfoto ria mengabadikan momen mereka yang pasti akan dibagikan ke media sosial. Pemandangan yang hampir sama juga terjadi pada beberapa mahasiswa yang diantarkan keluarganya. Itu cukup membuat dadaku sesak. Aku ingin bertemu Ayah sebelum keberangkatan ini, sungguh ingin.

Percakapan singkat seputar KKN menjadi topik pembicaraan sebelum keberangkatan. Sepertinya trending topik kali ini bukanlah yang aku harapkan. Aku menarik langkah mundur sebelum seseorang mengajakku kedalam pembicaraan.

Benar saja, belum berhasil menyingkir seorang teman melayangkan pertanyaan yang di dalamnya juga diharapkan aku sebagai penjawab.

“Ayahku hanya memberi 2 juta selama 2 bulan masa KKN, mudah-mudahan di Kabupaten kita nanti ada mesin ATM. Jadi, jika ada kekurangan Ayah bisa mentransfer tambahan…, bagaimana dengan kalian?” Kata Asih merusak kepercayaan diriku.

“KKN itu tempatnya sangat berada di daerah terpencil…, bagaimana bisa disana ada ATM. Allhamdulillah orangtuaku sudah membekali persiapan matang, mudah-mudahan uangnya bisa terjaga aman.” Wardah tak menyebutkan nominal yang ia bawa. Puluhan Soekarno pasti mendominasi dompetnya.

image_pdfimage_print
Baca juga:  Hal-Hal Positif yang Dapat Dilakukan Saat Begadang di Malam Hari

Pos terkait