DOA DALAM DUA RIBUAN

Ya, Do’a orangtua adalah yang terbaik. Terimakasih ya Allah. Terimakasih telah memberikan seorang Ayah yang begitu sempurna.

“Ck!” wanita itu berdecak marah, “Penghasilan anda seumur hidup tidak akan mampu memperbaiki kelecetan ini.” Tunjuknya pada garis halus yang tampak kasat mata. Matanya menatap jijik pada motor Ayah yang tua.

Aku menangis memeluk erat Ayah dari belakang, khawatir jika wanita kaya itu akan berbuat buruk kepada Ayah. Meskipun usiaku masih sangat kecil untuk mengerti situasi yang terjadi, tapi ucapan wanita itu sangat aku pahami; menyakitkan!

“Maaf, Bu … sekali lagi maaf, saya tidak sengaja.” Ayah tertunduk dan berharap wanita itu tak memperpanjang masalah. Sementara hingar bingar pengemudi lain mulai memekikkan telinga dengan klakson mereka.

Baca juga:  Cahaya dari Pintu Musala

“Dasar miskin!” Makinya menendang ban motor depan. Ia berlalu pergi memasuki mobilnya dan beranjak pergi. Sepanjang penglihatanku, sumpah serapah ia keluarkan hingga tak terlihat lagi.

Ayah menepikan motor memastikan aku baik-baik saja. Beliau mengusap kedua pipiku yang telah basah. Garis wajahnya sungguh menyejukan, “Ayo sayang, kita lanjutkan perjalanan …, anak Ayah yang manis tidak boleh menangis.”

Baca juga:  Membantu Toko Ibu

Pasti Ayah sedih, ya! pasti sedih. Namun beliau dengan senyum tulusnya mengajarkan aku bahwa bersabar adalah kunci ketenangan hati. Sejak saat itu Ayah adalah pria terhebat dalam hidupku.

Penyelamat keluarga yang berusaha melawan terik dan dinginnya cuaca, mengantar orang-orang ke tempat tujuan untuk rupiah yang dapat menghidupi bahkan menyekolahkan aku.

Bekerja sebagai tukang ojek pangkalan membuatnya mati-matian bekerja keras sekedar untuk makan yang terkadang terasa sulit.

Dibalik pekerjaan yang acapkali diremehkan orang, ia selalu mengajarkan bahwa dibalik kesulitan pasti ada kemudahan.

Baca juga:  Hidup Tak Harus Sempurna, Ini Makna Wabi-Sabi yang Kian Relevan Saat Ini

Allah selalu bersama orang-orang yang bersabar. Aku harus menjadi anak yang kuat dan sukses untuk mengangkat derajat orang tuaku. Untuk itu, hanya karena tidak diberi uang untuk bekal KKN. Bukan berarti aku boleh berhenti berjuang untuk sebuah pendidikan.

Ayah, ia berjuang lebih besar selama ini. Ayah tercinta, adalah nikmat Allah paling besar yang aku miliki.

image_pdfimage_print

Pos terkait